Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 96 : Crazy Dance


__ADS_3

Babak kedua pertarunganku melawan Guild lama ku pun dimulai, aku yang sebelumnya hanya diam, kini mulai ikut menyerang. Dengan pertahanan yang berbentuk seperti tempurung kura – kura yang selalu menjadi andalan mereka ketika sedang terdesak, mereka pun membuat sebuah rencana untuk melawan ku.


Jessie pun langsung berlari kearah mereka, dengan senjata yang berbentuk tombaknya, dia pun mulai menyerang untuk mencari kelemahan mereka. Serangan demi serangan telah dilancarkan, dengan kecepatan yang terus meningkat, membuat dia terlihat seperti sedang menyerang pertahanan itu dari semua arah dan dalam satu waktu.


Meskipun begitu, ketahanan dari pertahanan mereka masih terlalu kuat untuk dihadapi dengan senjata yang berfokus pada kecepatan. Jessie pun kemudian mengubah senjatanya menjadi sebuah kapak dan langsung kembali menyerang.


Kecepatan Jessie berkurang namun sebagai gantinya, kekuatan serangan nya meningkat, meskipun begitu dia masih terlihat cepat.


“heh.. Ternyata hanya segini saja kekuatan Player dengan Level Max, sepertinya kita tidak perlu sampai sewaspada itu...” kata salah satu anggota Guild itu.


“kau benar... Yah, kalau seperti ini sih, mau level 400 atau pun Level Max mereka tidak ada bedanya...”sahut yang lainnya.


“3.. 2.. 1.. Dorong..!!” teriak Gorgonaz yang tiba – tiba memberi aba – aba.


Secara serentak, mereka pun mulai mendorong perisai nya masing – masing untuk memberi sera balik. Beruntung Jessie segera menyadarinya, dia pun langsung melompat mundur saat Gorgonaz mulai menghitung mundur.


“cih, dia menyadarinya ya... Cukup peka juga” kata Gorgonaz saat melihat Jessie mundur.


“dasar bodoh, aku tadi hanya coba – coba saja... Sekarang, aku akan mulai serius... FULL POWER..!!” teriak Jessie yang mengeluarkan semua kekuatannya.


Setelah menyelidiki lebih lanjut, kami menemukan sebuah skill yang secara khusus diberikan kepada Player dengan Level Max. Full Power, skill ini dapat secara langsung mengaktifkan semua buff yang dimiliki Player tersebut dan mengalikannya hingga mencapai sebesar 2X lipat kekuatan aslinya.


Karena kecepatan yang meningkat sangat tajam serta ditambah sebuah buff dariku, Jessie pun dapat bergerak seolah – oleh sedang berteleportasi, bahkan saking cepatnya dia bisa menciptakan sebuah bayangan. Bayangan itu masih tetap berdiri ditempat Jessie meskipun Jessie sudah bergerak dan perlahan mulai menghilang ketika dia berada tepat diatas mereka.


“bersiap untuk benturan..!!” teriak Gorgonaz.


Dia merasakan hal yang buruk ketika Jessie mengeluarkan skill ini dan tanpa sadar dia tiba – tiba berteriak meskipun Jessie masih terlihat diam ditempat. Mereka yang bertahan pun terkejut dan kebingungan ketika Gorgonaz berteriak.


*BOOOM.... Craack... Suara benturan diikuti oleh suara pecah nya pertahanan mereka.

__ADS_1


Meskpun saat itu mereka langsung bertindak, namun itu sudah sangat terlambat bagi mereka, Jessie sudah berada diatas mereka ketika mereka semua belum menyadarinya.


“serang..!! Serang..!! Mereka tidak akan bisa menahannya lebih lama, yang tidak memiliki skill untuk membantu bertahan lebih baik langsung menyerang nya..!!” teriak Liam sambil menatap Jessie.


Mereka pun dengan cepat langsung mengikuti kata – kata Liam, mereka bersiap menyerang ketika pertahanan mereka mulai hancur. Sementara Jessie terus menekan pertahanan mereka, aku pun perjalanan mulai berjalan mendekat.


“ssepertinya sekarang adalah giliranku... SWORD OF CALAMITY... RELEASE..!! SECOND RELEASE..!! FULL POWER...!!” kata ku sambil terus berjalan dan menatap Jessie.


Aku pun menunggu sampai pertahanan mereka hancur oleh Jessie, kemudian aku akan berganti posisi dengannya. Ketika tepat setelah pelindung itu hancur, aku langsung berpindah tempat dengan Jessie, mereka pun juga langsung menyerang bersamaan ketika kami berpindah tempat.


Puluhan serangan kuat pun mulai dilancarkan kearah ku, aku pun merasa tidak dapat menghindari serangan itu karena aku berada diudara.


“dengan ini dia pasti terkena serangan telak.. Endou, habisi setelah itu” kata Liam saat melihat serangan – serangan temannya.


“serahkan padaku, akan aku hajar perempuan sialan itu...” sahut Endou dengan penuh percaya diri.


“aku juga akan membantu... Ini sangat mudah bagi Assassin sepertiku” sahut Atom sambil mulai bersiap melompat.


“huh..!! Apa yang terjadi dengan serangannya..? Kenapa tidak meledak..?!” tanya Endou yang terkejut saat aku lihat serangan itu terlihat seperti dipotong.


“hmm... Ini gawat, sepertinya kita langsung berhadapan dengan boss nya saat ini...” kata Atom sambil melihat ke tempat ku berdiri tadi yang sekarang Jessie berada disana.


“apa..!! Bagaimana bisa..?!! Apakah mereka bertukar tempat..?!” tanya Endou yang semakin terkejut.


Saat itu, setelah aku memotong serangan mereka, aku pun melihat Endou dan Atom dari sela – sela potonganku. Aku pun langsung menerjang mereka, dengan cepat aku memberikan sebuah serangan kejutan untuk mereka.


Endou pun terkejut ketika melihat kearah ku, tiba – tiba aku sudah berada didepannya dengan senjata yang berada diatas dan bersiap memotong nya. Dia pun langsung menyilangkan senjatanya kedepan untuk menahan seranganku, namun gerakan nya masih terlalu lambat dibandingkan denganku, alhasil dia pun terkena seranganku.


Atom pun tidak tinggal dia ketika melihat Endou aku serang, dia langsung membantunya dengan langsung melancarkan serangan beruntun. Namun sayangnya aku sudah memperkirakan hal itu, aku pun dapat menangkis dan menghindari serangan itu dengan mudah. Kemudian setelah aku mendapatkan sebuah kesempatan, aku pun langsung menghempaskan nya dengan pedangku.

__ADS_1


*BOOOM... Suara Atom yang terjatuh ke tanah.


Dengan raut wajah yang menunjukan penuh dengan rasa sakit, Atom pun menatapku sambil muaki berdiri.


“sialan... Dia begitu kuat, bagaimana ini..?” pikir Atom sambil mengusap bekas sayatan wajahnya.


Aku pun mulai jatuh ketanah, setelah kaki ku menyentuh tanah, aku mulai berjalan mendekat.


“konyol sekali sampai aku sangat waspada dengan kalian, tidak aku sangka kalian akan selemah ini... Hah, kalau begitu mari kita akhiri saja, kebetulan sekali aku juga mempunyai skill khusus yang aku ciptakan sendiri untuk hal ini...” kata ku meremehkan.


Jessie pun langsung menyusul ku, dia berjalan mengikutiku dari samping.


“berterimakasih lah... CRAZY DANCE...!!” teriak ku sambil langsung menyerang.


Karena dampak dari serangan Jessie tadi, formasi mereka pun menjadi berantakan, itu membuatku jauh lebih mudah mengalahkan mereka satu persatu. Saat itu, mereka ingin menyerang balik, namun karena kecepatan kami yang sangat berbeda, membuat mereka tidak bisa berkutik sedikitpun. Dimata mereka, kami seperti hembusan angin, tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan dan didengar.


Jessie pun juga sama, meskipun kecepatannya lebih lambat dibandingkan dengan ku, namun tetap mereka tidak bisa menyamai nya. Akhirnya kami pun berhasil menghabisi anggota – anggota Guild itu perlawanan sama sekali.


“akhirnya... Reuni yang sangat menarik ya...” kata ku sambil menatap kelima petinggi Guild itu.


“kau mengerikan sekali, padahal Lili telah memberikan ku semua informasi tentang mu... Sepertinya kau bisa memanipulasinya ya..” kata Liam dengan tenang.


“yah, sejak awal memang mencurigakan sih... Tapi berkat nya semua rencana ku berjalan lancar” kata ku sambil mulai duduk.


“jadi begitu, kau membuat rencana palsu sebagai penentu rencana asliku ya... Kecerdikanmu membuatku merinding” kata Liam sambil sedikit tersenyum.


“jadi, sebelum kita mengakhiri semua ini... Bagaimana kalau kita duduk dan mengobrol dulu..?” tanya ku sambil tersenyum kepada mereka.


“nostalgia kah..? Baiklah, dengan begini kelima pendiri telah berkumpul bersama lagi... Yah, sesekali melupakan semua yang terjadi tidak buruk juga...” kata Liam sambil ikut duduk.

__ADS_1


Kemudian yang lainnya pun mulai menyusul, kami pun mulai bercerita tentang apa yang kami lakukan setelah lama tidak bertemu. Kami juga mulai mengenang tentang masa lalu kami saat baru saja bertemu. Meskipun mereka tahu kalau Guild nya akan aku hancurkan, mereka pun masih bisa tertawa bersama.


“mungkin, jika kalian tidak mengkhianatiku... Kita pasti sudah berada dipuncak sekarang”


__ADS_2