Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 44 : Black Minotaur


__ADS_3

“akhirnya ini adalah Floor King lantai terakhir...” kata ku sambil memegang pintu itu.


*Kreekk... Suara pintu terbuka.


Saat aku masuk, ruangan itu terlihat gelap seperti biasa, kemudian obor yang berada disepanjang jalan mulai menyala berurutan hingga sampai kesebuah patung yang berdiri diatas arena. Aku mulai melangkah mendekati patung itu, namun selangkah demi selangkah saat aku berjalan, patung monster itu juga ikut retak mengikuti langkah ku.


“ini aneh... Dulu saat aku menaklukkan Dungeon ini, tidak ada kejadian yang seperti ini” pikir ku.


Aku terus mengamati patung itu sambil berjalan mendekat hingga sampai tinggal satu langkah aku mencapai arena itu. Dari jauh aku melihat patung itu terlihat kecil, namun dari dekat aku bisa melihat ukuran asli patung itu. Patung itu terlihat belum selesai dibuat, bentuknya memang tidak beraturan namun aku bisa melihat bagian – bagian tubuhnya, monster ini memiliki tinggi sekitar 10 meter.


Kemudian aku pun mulai melangkah masuk kedalam arena dan patung itu tiba – tiba hancur, saat patung itu hancur debu – debu mulai beterbangan lalu muncul bayangan monster dari balik debu itu. Bentuk nya masih belum jelas namun dia mulai mengaum, debu – debu yang berada disekitarnya mulai menyebar, aku pun menutup mataku saat itu. Saat aku kembali membuka mata ku, tiba – tiba ruangan itu sudah berubah, aku berada disebuah lubang yang sangat besar dimana didalam lubang itu terdapat batu yang tinggi nya sekitar 3 meter dan tanah sedikit berair.


“Grooww” teriak monster itu.


“itu adalah... Black Minotaur... Ini berbeda dari Bos sebelumnya..!!” pikirku terkejut.


Black Minotaur memiliki serangan yang kuat namun lambat, kulit yang keras ditambah armor yng melindunginya membuat pertahanannya berlipat ganda serta memiliki dua senjata. Senjata pertama adalah sebuah Giant Sword dan juga Double Axe. Saat awal pertempuran dia menggunakan senjata pertama untuk menyerang, tidak hanya itu dia juga bisa melemparkan batu yang berada disekitarnya. Ketika HP nya tinggal seperempat dia akan menggunakan senjata keduanya dan daya hancurnya akan meningkat.


Minotaur itu mengambil sebuah batu dan langsung melempar batu itu kearah kami.


“Jessie alihkan perhatian monster itu..!!” teriakku sambil menghindari batu itu.


“dimengerti..!!” sahut Jessie yang juga menghindari batu itu.


Aku pun belari kekanan sedangkan Jessie berlari kearah yang sebaliknya, kami akan menyerang Minotaur itu dari dua arah secara bersamaan.

__ADS_1


“Groooww” teriak Minotaur itu sambil mengambil sebuah batu.


Jessie pun mengalirkan mana nya ke senjatanya, senjata itu pun bercahaya dan menarik perhatian Minotaur itu. Kami pun menambah kecepatan kami melewati celah bebatuan itu. Minotaur itu terus mengamati Jessie lalu dia bersiap untuk melempar batu yang berada ditangannya, Jessie pun sadar dan mengubah arahnya berlari, Jessie mencoba mendekati Minotaur itu. Aku yang melihat hal itu langsung berlari kebelakang Minotaur, namun tiba – tiba Minotaur itu melemparkan batu itu kebelakang, hal itu membuatku terkejut.


“apa..!! Apakah hanya kebetulan..?” Pikirku sambil menghindari batu itu.


Kemudian Minotaur itu menghadap kearah ku dan kembali mengaum.


“kurasa tidak... Jessie tukar rencana..!!” teriakku saat melihat Minotaur itu.


Jessie pun mengangguk dan langsung bersembunyi dibelakang Minotaur itu. Aku pun mengalirkan mana ku kepedang dan menyerang Minotaur itu, namun berhasil ditangkis olehnya.


“SWORD OF CALAMITY... RELEASE..!! BLADE DANCE..!!!” teriakku menyerang Minotaur itu.


Minotaur itu kembali mengaum dan kami mulai memutarinya. Melihat kami menggunakan cara yang sama, akhirnya Minotaur itu mulai menerjang kearah ku.


“LIGHTNING JUDGMENT..!!!” teriakku menyerang Minotaur itu.


Aku ingin membuat Minotaur itu terkena stun, namun malah tidak berefek sama sekali, aku pun mengaktifkan sepatu ku dan menghindari serangan itu, hampir saja aku terkena serangannya.


Jessie mengikuti Minotaur itu dari belakang saat Minotaur itu menerjangku, saat aku melihat Jessie aku juga langsung bergabung dengannya. Kami berdua mulai menggunakan awakening kami, aku menggunakan langsung yang kedua sementara Jessie yang pertama.


Kemudian aku melihat sekeliling, ada banyak batu disekitar Minotaur itu, aku berencana untuk menggunakan batu itu sebagai pijakan untuk menyerang. Akhirnya Minotaur itu berhenti berlari dan aku langsung menyerangnya, Jessie pun tidak ketinggalan, setelah melihat cara ku menyerang dia pun mengikuti caraku.


Kami berdua terus menyerang Minotaur itu dan tidak memberinya kesempatan menyerang balik sedikitpun. HP nya terus berkurang hingga seperempat dan Minotaur itu marah dan menghempaskan kami menggunakan kekuatannya. Kami pun sedikit terdorong kebelakang, Minotaur itu tidak menyia – nyiakan kesempatan, dia membuang pedangnya dan mengambil kapaknya.

__ADS_1


Minotaur itu menyerangku secepat kilat, namun aku beruntung karena pasif dari sepatu ku aktif akhirnya aku bisa menghindari serangan tiba – tiba itu. Jessie pun langsung berinisiatif untuk menyerang saat itu, namun monster itu menyadarinya dan langsung menahan serangan Jessie.


“CHANGE BODY : DRAGON FORM...!! DRAGON ARMOR...!!” teriak Jessie yang menyadari kalau Minotaur itu akan menyerang balik.


Minotaur itu melesat kan serangnya ke tubuh Jessie dan Jessie pun menahan serangan itu. Meskipun pertahanan Jessie meningkat tapi karena perbedaan level dan kekuatan, HP Jessie pun turun sepertiga. Kemudian aku melemparkan potion kearah Jessie, dia pun menangkap dan menggunakan potion itu, HP nya kembali penuh.


Minotaur itu kembali menyerang Jessie, namun dengan cepat aku menyadarinya dan membantu menahan serangan itu. Serangan kedua pun dilesatkan oleh Minotaur itu, namun dengan cepat Jessie muncul dari belakangku dan menggunakan tangan Minotaur yang menekanku untuk menuju langsung ke kepalanya.


“DRAGON SLASH... STREAK..!!” teriak Jessie menyerang kepalanya.


Minotaur itu kehilangan keseimbangannya, namun Minotaur itu berusaha untuk tetap berdiri. Aku pun tidak tinggal diam, aku menyerang kaki Minotaur dengan cepat hingga membuat Minotaur itu berlutut.


“BLADE DANCE..!!” teriakku menyerang tubuh Minotaur itu.


Aku dengan cepat menyerang tubuhnya dan sesekali menyerang tangannya agar tidak bisa menyerang Jessie yang sedang menyerang kepalanya. Perlahan HP Minotaur itu berkurang dan dia tidak dapat bergerak ataupun bertahan sedikitpun hingga akhirnya HP habis dan kami berhasil mengalahkannya.


“pertempurannya.... Telah selesai” kata ku sambil menyarungkan pedangku.


“master maafkan aku... Kecerobohanku tadi membuatmu harus membantuku menahan serang monster itu” kata Jessie sambil menundukkan kepalanya.


“bicara apa kau..? Apakah kau sudah lupa tentang apa yang aku katakan kemarin..? Kau akan melindungiku dan aku juga akan melindungimu, itu adalah salah satu cara kita bekerja sebagai tim” kata ku.


“baik, aku mengerti master” kata Jessie.


“baguslah kalau kau sudah mengerti... Sekarang persiapkan dirimu, pertarungan yang sesungguhnya baru akan dimulai” kata ku.

__ADS_1


__ADS_2