Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 59 : Besieged


__ADS_3

Akhirnya pertandingan pun dimulai, dengan rencana masing – masing, kami bertarung dan saling menghancurkan.


“Jessie kita lakukan seperti yang kemarin” kata ku sambil terus bergerak maju.


“dimengerti” kata Jessie yang berada dibelakangku.


Target yang aku incar terlebih dahulu adalah seorang Player dengan Role Wizard lawan. Aku mempunyai firasat yang agak buruk tentangnya, saat kami melakukan serangan pertama, dia tidak ikut menyerang dan sepertinya dia adalah kartu As milik lawan.


Bersama dengan Jessie yang berada dibelakangku, aku pun melesat menuju Wizard itu. Namun mereka tidak membiarkan aku bergerak dengan bebas, tiba – tiba seorang Tanker menghadangku. Dengan keras aku langsung menyerang nya dan Tanker itu hanya tersenyum. Sementara itu, Jessie yang tadinya berada dibelakangku, disaat ada seorang Tanker yang menghadangku, dia langsung melompat melewati ku, namun dia juga dihadang dengan Assassin lawan.


Kami beradu kekuatan disaat yang bersamaan, saat aku masih berfokus dalam seranag itu tiba – tiba Ricoris sudah berada dibelakangku. Dia menusukku dari belakang, namun secara refleks aku dapat menghindari serangan itu. Kemudian disaat yang bersamaan ketika aku menghindari serangan itu, aku melihat Jessie yang juga akan diserang oleh Lucian dari belakang.


“SPEED BOOST.. ON..!!” kata ku sambil tersenyum.


Ricoris pun terkejut saat melihatku tersenyum, kemudian dia menyadari kalau Lucian penuh dengan celah saat akan menyerang Jessie.


“Lucian..!!” teriak Ricoris sambil melihat kearah Lucian.


Diwaktu yang bersamaan, Ricoris pun melihat sekelebat bayangan yang melintas disampingnya dan menuju Lucian. Disaat Lucian mendengar teriakan Ricoris, dia langsung melihat kearah Ricoris namun bukan Ricoris yang dia lihat, tapi yang dia lihat adalah bayangan dariku.


Aku langsung menendang Lucian agar sedikit menjauh dari Jessie, saat itu juga seorang Assassin musuh pun sedikit terkejut ketika melihat kecepatanku.


“BLADE DANCE..!!” teriakku yang langsung menyerang Lucian.


Ricoris bertindak cepat, dia langsung melompat untuk membantu Lucian, namun gerakan nya tiba – tiba terhenti, tidak hanya Ricoris tapi juga semua anggota Party nya. Ricoris pun melihat kearah Bella, ternyata Bella telah menggunakan Skil nya untuk menghentikan seluruh gerakan Party nya.


Jessie pun melihat sebuah kesempatan, dia langsung menendang Assassin itu dan langsung bergerak menuju Wizard lawan. Aku juga melakukan hal yang sama, aku menggunakan tubuh Lucian sebagai pijakan untuk melompat menuju Wizard lawan.


Sementara Ricoris masih berusaha untuk lepas dari pengaruh Skil milik Bella, dia tidak menyadarinya sama sekali kalau Eririn telah berada didekatnya dan kini Eririn telah siap untuk melesatkan serangan kepadanya. Elina pun juga tidak tinggal diam, dia langsung menyerang Assassin lawan yang masih terhempas diudara akibat tendangan dari Jessie.


Kini sudah tidak ada lagi Player yang dapat menghentikan kami untuk menyerang Wizard lawan, kecuali Wizard itu sendiri. Karena perasaanku tadi, sekarang aku dan Jessie langsung menggunakan combo terbaik kami untuk mengalahkan Wizard lawan.


“Jessie..!! TWIN DEADLY SLASHES..!!” teriak ku sambil memberi kode kepada Jessie.

__ADS_1


Jessie pun hanya mengangguk, dengan cepat kami langsung menyerang Wizard itu dari kedua arah. Kami dengan mudah dapat menyerangnya, HP nya turun dengan sangat deras namun ketika aku melihat wajahnya, aku pun terkejut karena dia tersenyum.


Aku menyadari kalau ada hal yang salah, namun aku tetap terus menyerangnya, semakin sedikit lawan maka akan semakin baik bagi kami. Akhirnya kami berdua dapat mengalahkan Wizard itu, ketika aku melihat kearah musuh yang lain, aku pun kembali dia buat terkejut. Semuanya tersenyum kepadaku, sepertinya mereka telah berhasil menjebakku.


“mengorbankan satu Player untuk menyingkirkan dua Player... Jadi begitu, lumayan... Meskipun ada beberapa hal yang tidak kau duga namun tujuanmu tetaplah berhasil... Selamat” kata ku sambil mengarahkan pedangku kepada mereka.


“hah... Kau memang pintar ya..? Atau bodoh..? Kau menyadarinya ketika tujuanku tercapai” kata Ricoris.


“pintar atau bodoh..? Kalau begitu aku akan bertanya... Apakah kalian saat ini sedang mengepung..? Atau malah terkepung..?” tanya ku dengan tenang.


“pahami posisimu..!! Sialan...!!” teriak Ricoris mulai marah.


“posisi..? Ah level kita sekarang sama” sahut ku.


“tidak mungkin, kemarin level mu masih berada dibawahku..!!” kata Ricoris.


“hee... Benarkah..?” kata ku sambil berpura – pura tidak tahu.


“berhentilah mengejekku..!! Awakening tingkat kedua... RELEASE..!!” teriak Ricoris.


Selanjutnya aku dan Jessie pun segera mengaktifkan awakening tingkat kedua kami. Satu persatu dari lawan pun juga mulai mengaktifkan awakening nya dan Party kami pun juga tidak ketinggalan, kini semuanya menggunakan kekuatan penuhnya.


Pertarungan kami berlanjut, Ricoris beserta teman – temannya langsung menyerang kami berdua, mereka mengabaikan Elina dan yang lainnya meskipun mereka tahu kalau serangan mereka juga mengerikan. Sekarang aku pun terpojok, tidak ada celah untuk kabur disaat mereka sedang berfokus menyerangku.


“hah... Bersiaplah, setelah ini kita mungkin akan mengandalkan serangan fisik” kata ku sambil melihat Jessie.


“aku sudah berlatih dengan master untuk hal ini, jadi aku percaya kepada kemampuanku” sahut Jessie sambil tersenyum menatapku.


“LIGHTNING BULLET...!!” teriak kami berdua.


Kami menggunakan serangan ini untuk mengalihkan perhatian lawan, kemudian saat ada celah kami akan langsung kabur dan kembali berkumpul bersama dengan yang lain. Kini langkah Ricoris dan teman – temannya telah berhenti, mereka sedang menahan seranag dari kami.


“hm...? Jadi begitu” kata ku sambil sedikit tersenyum ketika Elina memberikan sebuah kode kepadaku.

__ADS_1


“Jessie, lompat” kata ku sambil terus menyerang.


“baiklah” sahut Jessie.


Jessie pun mengerti tentang perbedaan kecepatanku dengannya, jadi dia langsung melakukan apa yang aku katakan kepadanya. Jessie mulai melompat sambil terus mempertahankan serangan nya, kemudian aku pun langsung mendorongnya dengan tendanganku, Jessie pun seperti terbang menuju kearah Party kami.


“DOUBLE FIREBALL..!! POWER UP..!! sekali lagi POWER UP..!!” teriak Bella yang menggunakan semua kekuatannya dalam satu serangan ini.


“hei..!! Apa yang kau lakukan..!! Master masih berada disana..!!” teriak Jessie yang mencoba menghentikan serangan Bella.


“apa yang kau khawatirkan..? Sebelumnya dia berhasil menghindar dari seranganku ini, jadi tidak masalah bukan kalau dia menghadapi nya sekali lagi..?” tanya Bella.


Jessie pun langsung terdiam, namun dia juga merasa khawatir. Disaat yang bersamaan aku pun menghentikan seranganku, Ricoris pun mengira kalau mana ku sudah habis dan dia langsung menyerangku.


Aku pun tersenyum ketika Ricoris datang menyerang ku, Ricoris pun menghentikan langkahnya, dia mulai waspada.


“hei ada serangan dari belakang...!! Semuanya bentuk pertahanan...!!” teriak seorang Assassin lawan.


“hmm... Serangan..?” pikir Ricoris saat mendengar teriakan kawannya.


“sial..!! Apakah mereka juga melakukan hal yang sama..? Mengorbankan seorang kawan untuk menghabisi lawan dan kini tidak hanya satu atau dua tapi semuanya.. Cepat gunakan seluruh kekuatan kalian untuk menahannya, aku akan mengurus yang satu ini dulu..!!” teriak Ricoris melihat teman – temannya.


Kemudian aku dan Ricoris pun kembali saling menyerang, namun setelah beberapa saat akhirnya mereka berhasil menahannya.


“hei..!! Kami berhasil menahannya, tapi untuk kali ini mungkin tidak bisa... Mana kami telah habis..!!” teriak seorang Tanker.


“dasar lemah..!! Kenapa kalian...” teriak Ricoris marah.


Aku pun langsung menendang Ricoris menuju serangan itu, Ricoris pun terkejut dan berusaha untuk bertahan.


“sialan kau..!!” teriak Ricoris kepadaku.


Aku pun berpura – pura tidak mendengarnya, kemudian aku pun duduk dan bersantai sambil melihat Ricoris dan teman – temannya menahan serangan itu.

__ADS_1


“baiklah kalau itu mau mu... Lagi pula kau juga akan mati” kata Ricoris menahan amarahnya.


Kemudian pertahanan milik Ricoris dan teman – temannya pun hancur dan serangan itu langsung menuju kearah ku, Ricoris pun tersenyum seakan – akan dia berkata, setidaknya kali ini kita seimbang. Aku pun berdiri dan mulai mengambil ancang – ancang, aku pun menatap tajam serangan itu.


__ADS_2