Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 89 : Busy Day


__ADS_3

Suara alarm serta cakaran dari Nemea membangunkan tidurku. Dengan mata yang masih terlihat mengantuk dan juga badan yang masih lemas, aku pun membasuh muka ku. Kemudian aku pun mulai memasak sarapan. Setelah selesai aku langsung Log In kedalam game.


Seperti biasa, Jessie pun langsung menyambutku ketika aku baru saja masuk, aku pun menjawabnya sambil berjalan menuju sofa.


“master, hari ini kita akan kemana..? Apakah ke Dungeon..?” tanya Jessie kepadaku.


“kau tahu dimana kita bisa mendapatkan Exp dalam waktu singkat secara berurutan...?” tanya ku balik sambil menatap Jessie.


“hmm..? Tunggu, akan aku hitung dulu” jawab Jessie sambil berpikir.


“kau butuh berapa lama..?” tanya ku sambil mulai berdiri.


“untuk menghitung semuanya, kita – kira sekitar 5 menit” jawab Jessie.


“baiklah, sambil menunggu, ayo ikuti aku ke Altar” kata ku sambil mulai berjalan.


Aku pun langsung menuju Altar dengan berjalan kaki sambil menunggu Jessie menyelesaikannya. Sesekali aku melirik Jessie, wajahnya yang imut ketika sedang berpikir membuat ku lupa kalau aku sedang berjalan, saat itu aku bahkan hampir menabrak Player lain jika dia tidak menatapku.


Setelah beberapa saat kami pun akhirnya sampai di Altar, aku pun langsung masuk dan mengambil Awakening tingkat ketiganya. Kemudian aku pun langsung keluar, Jessie pun juga telah selesai menghitung nya. Sesaat aku pun teringat, ini adalah tempat dimana Jessie mendapatkan perasaan nya dan karena itulah dia terlihat seperti seorang Player.


Jessie pun kemudian memberitahuku cara terbaik untuk mendapatkan Exp dalam waktu singkat dan berurutan. Dia bilang kalau tempat nya berada disebelah Utara kota ketiga, kami pun langsung menuju kesana.

__ADS_1


Karena rumahku berada di sebuah Map khusus yang berada dikota kedua, jadi aku memutuskan untuk terus tinggal dikota kedua, namun untuk berjaga – jaga, aku pun telah mengaktifkan portalnya.


Kami telah sampai di pegunungan yang sangat tinggi dan terjal, bahkan aku bisa melihat kumpulan awan dari sini. Kata Jessie ini adalah tempat nya dan musuh kami kali ini adalah sekumpulan Griffin. Kami pun segera mencari mereka, akhirnya setelah beberapa saat mencari, kami pun menemukan mereka yang ternyata berada sebuah gua.


Mereka pun langsung menyerang kami ketika kami baru saja masuk. Mereka sangatlah cepat ketika berada diudara, kami hampir tidak memiliki kesempatan menyerang saat mereka terbang. Namun kecepatan yang tinggi berarti juga stamina yang digunakan juga tinggi.


Kami pun menunggu sampai mereka kelelahan dan ketika mereka turun untuk beristirahat, kami pun langsung menyerang mereka, kami memotong sayap mereka agar mereka tidak bisa terbang lagi. Meskipun memiliki tubuh setengah singa namun kaki depan mereka masihlah seekor burung, kecepatan mereka pun turun drastis.


Dengan cepat, kami pun langsung mengakhiri pertarungan itu. Dari pertarungan itu, levelku naik menjadi level 312, sedangkan Jessie naik menjadi level 291. Hanya kurang sedikit, Jessie pun mencapai level 300 dan dapat mengambil Awakening tingkat ketiga nya.


Kami pun melanjutkan nya lagi, kali ini tempatnya berada dikaki pegunungan itu, disebuah hutan yang bernama Night Forest. Karena tempatnya yang berada dikaki pegunungan, sinar mata pun tidak dapat mencapai nya karena terlahang oleh tinggi nya pegunungan itu.


Dengan kemampuan Jessie, kami dapat dengan mudah mencari dan mengalahkan mereka. Biasanya mereka yang menyerap para Player namun sekarang kami lah yang menyerap mereka. Kami tidak menemui masalah serius ketika melawan mereka, dengan cepat pertempuran pun berakhir.


Kami sempat bertemu dengan beberapa Dryad yang merupakan bentuk lanjutan atau evolusi dari monster pohon ini, Edd. Kemampuan mereka adalah menyerap mana, bahkan skill sihir seperti Fireball tidak akan berpengaruh sedikitpun, dia terlihat seperti sedang menghisap skill itu.


Namun untuk kami yang merupakan seorang Assassin yang kebanyakan menggunakan serangan fisik, Dryad merupakan musuh yang mudah. Tidak butuh waktu yang lama bagi kita untuk menghabisinya.


Kami pun melanjutkannya lagi, namun sebelum itu, aku mengatarkan Jessie untuk mengambil Awakening tingkat ketiganya terlebih dahulu. Aku menandai tempat ini terlebih dahulu lalu langsung kembali menuju kota, setelah selesai kami langsung kembali ke tempat yang telah aku tandai.


Tujuan kami terakhir hari ini adalah sebuah sumur tua yang berada ditengah – tengah hutan itu. Sumur itu terhubung dengan sebuah gua bawah tanah yang sangat gelap jika dilihat dari atas sumur. Untuk mengatasi hal itu, untungnya aku telah membeli potion yang memiliki efek seperti night vision.

__ADS_1


Kami pun melihat kebawah sumur itu dan terlihat ada banyak sekali ular yang menjaga dasar dari sumur itu. Kemudian aku dan Jessie pun langsung melompat masuk, kami menggunakan skill kami untuk memusnahkan ular – ular itu. Serangan kami seperti sebuah petir menyambar masuk kedalam sumur.


Didalam, kami menemukan sebuah pintu yang terhubung dengan lorong yang tampak seperti sebuah reruntuhan. Selama kami menjelajahi lorong itu, kami bertemu dengan puluhan ekor ular. Semakin kami masuk kedalam maka semakin besar ularnya.


Jalan yang berliku dan juga bercabang telah kami lalui. Kemudian sampailah kami ke sebuah pintu yang cukup besar, terdapat ukiran – ukiran kuno disana. 7 ular berkepala wanita melindungi sebuah kotak yang di lilit oleh seekor ular yang juga berkepala wanita namun ukurannya lebih besar dari yang lain.


Menurutku mereka adalah para Gorgon dan yang paling besar adalah bos nya. Tanpa basa – basi lagi kami pun langsung masuk. Aku melihat ada 7 Gorgon yang berbaris mematung membawa sebuah pedang dan menatap pintu kami masuk, dibelakang mereka ada sebuah patung Gorgon yang sangat besar memegang kotak itu.


Jessie langsung mengunakan armornya dan aku langsung menggunakan Second release. Kami berdua pun mengawali serangannya, mereka pun tidak tinggal diam. Setelah kami berada dijarak serang mereka, mereka pun langsung menyerang kami.


Tanpa memberi kesempatan, kami pun terus memojokkan mereka. Cukup lama bagi kami untuk mengakhiri pertempuran dan seperti yang kami duga. Setelah ketujuh Gorgon itu mati, patung itu pun bangkit. Pertarungan nya pun dimulai kembali.


Kemampuan mereka mirip seperti yang ada dimitologi yaitu membekukan atau mengubah menjadi batu, namun Gorgon yang berada digame hanya bisa memperlambat gerakan musuh, jika terlalu lama menatap matanya maka kita akan terkena stun yang durasi nya cukup lama.


Asal kami tidak menatap matanya, maka kemenangan pasti berada dipihak kami. Saat melawannya, kami mencoba dan menciptakan combo baru kami. Alhasil ketika kami mengalahkannya kami mempunyai banyak combo.


Kami menghabiskan banyak waktu ketika melawan nya, akhirnya kami pun mengalahkanya dengan serangan Jessie yang memenggal kepala Gorgon itu sebagai penutup. Meskipun aku tidak tertarik dengan kotak nya, namun karena pengaruh dari Jessie, aku pun membukanya.


Sebuah pakaian dari kulit Gorgon yang mempunyai tingkat SSR. Meskipun mempunyai tingkat tertinggi namun tidak akan berefek banyak jika aku memakainya, dengan kata lain item ampas.


Kami pun langsung kembali setelah itu. Aku memutuskan untuk beristirahat ketika berada dirumah. Seperti tanpa memiliki rasa lelah, Jessie pun melayaniku dengan sangat baik, dia membuatkan ku secangkir teh lalu memijat tubuhku, meskipun aku tidak dapat merasakannya. Diakhir level ku naik menjadi level 323 sedangkan Jessie berlevel 309. Aku mengakhiri hari ini dengan tidur diatas sofa dan Jessie mengakhirnya dengan terus menatapku ketika aku tidur.

__ADS_1


__ADS_2