
Sekarang aku dihadapkan oleh masalah yang sulit, pertama karena kedatangan kakakku dikelas membuat bu Suzue makin marah, kedua sepertinya ada suatu masalah diantara mereka berdua yang tidak aku ketahui. Disaat aku berada didalam ruangan bu Suzue, aku merasakan bahwa diam – diam kakakku mengikuti dan mengawasi kami berdua. Aku tidak ingin masalah ini terus membesar jadi aku harus segera menyelesaikan ini serta pura – pura tidak tahu saja kalau kakak sedang mengawasi.
“jadi seharusnya kau tahu apa yang akan aku katakan Disini kan..?” tanya bu Suzue.
“sejauh ini mungkin iya..” jawabku.
“bagus, kalau begitu.. Ohh..!!” kata bu Suzue tersenyum ketika melihat kakakku sedang mengintip lalu dia mulai menggodaku.
“jadi bagaimana jika kita nanti makan siang bareng..?” tanya bu Suzue sambil melirik kearah kakak.
“sialan wanita ini..!!” pikir kakakku.
“aku menolak” jawabku langsung.
“eh.. Kenapa..?” tanya bu Suzue.
“bu Suzue... Sudahlah aku ingin segera pulang” jawabku.
“jadi begitu... Baiklah tapi jangan nanti belajar, besok mulai ujian... Apakah perlu ibu temani belajar dirumah nanti..?” tanya bu Suzue melirik kearah kakakku lagi.
“tidak terima kasih... Aku pergi dulu” kata ku lalu pergi meninggalkan ruangan, aku tahu kakakku sedang mengintip jadi aku harus pergi cepat jika tidak mungkin kakakku nanti akan membunuhku.
__ADS_1
*brak... Suara pintu saat kakak membukanya dan memasuki ruangan bu Suzue. Aku sudah mengetahui akan jadi seperti ini saat aku meninggalkan ruangan bu Suzue, jadi aku kembali mengintip pembicaraan mereka.
“wah wah bagaikan rasanya ditolak..?” kata kakakku.
“berisik... Jadi sejak kapan kau mulai suka menjadi seorang pengintip..?” tanya bu Suzue balik.
“huh aku tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab pertanyaan mu” jawab kakakku.
“kalau begitu aku juga sama” kata bu Suzue.
“benarkah..? Percakapan antara dua perempuan ini pasti akan berlangsung lama, lebih baik aku langsung pulang saja” pikirku saat mendengar pembicaraan mereka.
“jangan kabur nanti malam” kata bu Suzue.
“sombong sekali kau, akan aku hancurkan kau nanti....” kata bu Suzue.
“ahh ini... Ini mengejutkan sekali, tidak sia – sia aku kembali mendengar pembicaraan mereka... Ini sangat penting... Selain itu aku harus cepat pergi dari sini” pikirku, akupun sangat terkejut saat mendengar hal itu dan bergegas pulang. Saat aku tiba dirumah, aku langsung pergi kedalam kamar kakak, sebelum kakak kembali ada satu hal yang ingin aku pastikan terlebih dahulu yaitu sebuah benda yang sangat aku sayangi. Setelah beberapa saat ketika aku mencari akhirnya ketemu juga, kakakku menyembunyikan didalam koper yang dia tempatkan didalam lemari.
“jadi ini memang benar... Bagaimana ini Ternyata identitas asli DE adalah kakakku... Aku ingat sekarang mengapa saat aku mendengar nama Desert Eagle terasa tidak asing... Dulu saat aku masih kecil, kira – kira ketika aku berumur baru 5 tahun... Tepat saat aku berulang tahun ayahku memberiku hadiah sebuah pistol mainan.. Hubunganku dengan kakakku juga sangat baik, namun beberapa hari sejak itu, dibelakang rumah ada seekor anjing liar masuk dan menyerang kakak, aku pun yang melihat kejadian itu saat anjing itu hampir menggigit kaki kakak secara refleks menembak anjing itu, meskipun hanya sebuah peluru karet dari pistol mainan tapi itu sudah cukup untuk membuat anjing itu lari... Sejak saat itu kakakku mengalami depresi dan akhirnya ibuku membawa kakakku keluar negri... Disaat hari keperginnya aku memberi pistol ku kepada kakakku, aku berkata kepada kakak kalau pistol itu sangat berharga bagiku jadi jika kakak merindukan aku maka pakailah pistol itu... Saat itu aku masih belum tahu nama pistol itu tapi sekarang aku sudah tahu, kakakku mungkin menggunakan nama pistol itu untuk mengenang kejadian beberapa tahun yang lalu... Mungkin karena hal itu perlahan kakakku menjadi berubah seperti sekarang” pikir ku sambil memegang pistol itu.
Setelah itu aku pun merapikan dan menempatkan pistol itu ditempat semula, sekarang sudah saatnya kakakku pulang, aku harus pergi dari sini. Lalu aku kembali kedalam kamarku dan mulai bermain game lagi.
__ADS_1
Dikota kedua tepatnya didalam Colosseum tempat sebelum aku log out.
“huh... Sepertinya duel malam ini memang sangat seru ya...? Sampai - sampai diabuatkan sebuah pengumuman besar – besaran kali ini... Sudah lah lebih baik aku kembali menaikkan leveku” pikirku saat baru masuk.
Hari ini aku mengambil sebuah misi yaitu untuk menghancurkan sebuah sarang lizardman disebuah hutan. Aku mengambil misi ini karena hadiahnya bukan hanya uang dan Exp namun juga disana ada sebuah harta kartun, mungkin aku juga bisa mendapatkan sebuah item yang bagus, ini juga sangat berguna untuk menaikkan levelnya Jessie.
“hmm... Seharusnya tempatnya disekitar sini kan..? Aku sudah berjalan berjam – jam tapi tidak menemukannya... Oh itu dia sepertinya di sedang berjaga dan mungkin dia akan kembali ke sarangnya aku akan mengikutinya” pikirku.
Setelah beberapa menit aku mengikuti monster itu akhirnya aku sampai di sarangnya, disana terlihat ada banyak sekali monsternya tapi semuanya berlevel rendah mungkin item yang aku dapatkan juga level rendah. Lalu aku pun segera menyerang sarang mereka, dengan combo yang baru aku pelajari bersama Jessie aku berhasil mengalahkan semua lizardman disana, sekarang hanya tinggal ruangan ini, ruangan bos dari lizardman.
“Jessie ini adalah ruangan bos jadi keluarkan saja semua kekuatan mu, jangan beri celah” kata ku dan Jessie pun hanya menatapku.
“baiklah kita masuk dan langsung serang..!!” kata ku sambil membuka pintu.
Setelah membuka pintu akupun langsung menyerang bos nya, dia tinggi dan juga besar mungkin kekuatannya melebihi ku namun soal kecepatan aku adalah rajanya. Aku dan Jessie mengeluarkan semua combo yang kami pelajari, sedikit demi sedikit akhirnya kamipun berhasil mengelahkannya. Lalu harta karunnya pun muncul.
“inilah yang aku tunggu – tunggu, baiklah kita buka sekarang” kata ku.
“ah sialan..!! tenyata hanya item tingkat B, sudahlah akan aku jual saja nanti” pikirku.
Aku pun kembali kekota, meskipun aku hnya mendapatkan item tingkat B namun setidaknya sekarang aku sudah level 120 dan Jessie sudah mencapai level 10, perkembangan nya sudah melambat. Disaat perjalanan aku menemukan tempat yang sangat indah, jadi aku memutuskan untuk beristirahat disana dulu.
__ADS_1
“sekarang bagaimana ini...? Setelah aku tahu dia adalah kakakku, aku sekarang merasa canggung... Tidak aku sangka kalau kakakku yang seperti iblis itu ternyata bisa berubah seperti ini ketika sedang bermain game... Sepertinya ada alasan khusus sampai kakak bersikap seperti ini... Haahh sepertinya aku harus berpura – pura tidak mengenalnya lagi” pikirku.
Setelah itu aku melanjutkan lagi perjalananku kembali kekota kedua. Saat ini seharusnya Pertandingannya akan dimulai sekitar 1 jam lagi aku harus melihatnya. Aku juga perlu belajar dari pertandingan pengguna awakening tingkat akhir ini.