
Sebuah pertemuan yang sudah lama dinantikan, pertarungan sampai akhir, hancur atau dihancurkan. Aku dan Liam pun saling menyapa dan bertatapan.
“hei... Bagaimana kalau kita lupakan saja apa yang telah terjadi dan kembali bergabunglah dengan kami, kami sangat membutuhkan Player berbakat seperti mu, dengan begitu menjadi Guild nomor satu bukan lagi mimpi... Bukankah itu hebat..?” tanya Liam sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.
“hah...!! Apa yang kau katakan sialan..!!” teriak Endou marah.
“Diamlah..!! Atom, mohon bantuannya” sahut Liam yang masih menatapku.
“sialan..!! Kalau kau berani maka...” teriak Endou sambil menunjuk kearah Atom.
Atom pun menghiraukan nya dan langsung membungkam mulut Endou.
“jadi bagaimana..?” tanya Liam.
Aku sangat kesal, aku sangat marah ketika setelah sekian lama tidak bertemu mereka malah berkata seperti itu, akan jauh lebih baik jika kita saling merendahkan lalu bertarung sampai mati. Meskipun begitu, aku hanya diam dan menatap Liam dengan sangat tajam.
“oh, aku mengerti... Kami minta maaf...” kata Liam sambil menundukkan kepalanya.
“aku tahu kalau tindakan kami benar – benar kelewatan, tapi tetap saja kami minta maaf... Ini memang memalukan, bukannya semakin kuat, kami malah semakin lemah setelah kehilangan dirimu, aku ingin kita bisa bertarung dan berpetualang seperti dulu lagi... Jadi, aku minta maaf..!!” teriak Liam sambil bersujud didepanku.
Aku pun masih diam, hati ku yang dulu sudah hancur dan aku kini telah memiliki yang baru, yang takkan bisa dihancurkan oleh apapun itu.
“dia dan juga mereka...” pikirku sambil melihat Jessie kemudian melihat kearah tengah – tengah Map.
Liam pun juga terdiam menanti jawaban dariku, dia berharap akan mendapatkan jawaban yang memuaskan dariku.
“kau tahu... Meskipun kau memintaku, aku tetap tidak akan mengubah tujuanku” kata ku sambil menatap kebawah.
“ini memang sangat sulit, tapi apakah kau tidak bisa memikirkannya kembali..? Kau tahu, ini semua adalah hasil dari ideologi si idiot ini...” jelas Liam sambil kembali berdiri dan menunjuk Endou.
“yang berarti, penyebab semua ini adalah dia... Jika kami menendang nya dari Guild, apakah ku mau kembali bergabung dengan kami..? Bersama, kita meraih puncak...” lanjut Liam yang kini sedang berjalan mendekat kearahku.
Aku pun mengabaikannya dan kembali berbaring disamping Jessie, disaat yang bersamaan, Jessie pun mengambil senjatanya lalu melompat kedepan untuk menghentikan Liam yang sedang menuju kearah ku.
__ADS_1
“apakah ini berarti kau menolaknya..?” tanya Liam sambil menghentikan langkahnya.
Aku pun mulai memejamkan mataku dan terus mengabaikannya, Jessie pun terus berjalan kearahnya.
“baiklah, aku mengerti... Memang berat bagi kami, namun kami tidak akan membiarkan Guild yang telah lama kami bangun hancur begitu saja” kata Liam.
Saat melihat Jessie, Liam pun merasakan hawa yang sangat berbahaya terpancar dari tubuh Jessie, sambil terus menatapnya, Liam pun melompat kebelakang. Namun tiba – tiba Jessie lenyap dari pandangannya, dia pun kebingungan dan langsung berlari menuju teman – temannya, alangkah terkejut nya dia ketika melihat kearah teman – temannya, ternyata Jessie sudah menghadang jalannya.
“cih, Player dengan Level Max memang sangat mengerikan...” kata Liam sambil menghentikan langkahnya.
Teman – temannya pun langsung berlari untuk membantu Liam, mereka langsung mengeluarkan senjata mereka dan langsung menuju Jessie. Jessie pun tidak menyia – nyiakan kesempatan, dia mengubah senjatanya menjadi kapak dan langsung menerjang Liam.
Meskipun kecepatan serangan Jessie melambat, namun karena Statistik nya yang lebih dari kebanyakan Player, kecepatan seperti itu saja tetaplah sangat cepat bagi Liam. Liam pun berusaha untuk menghindari setiap serangan Jessie, namun karena terlalu cepat, Liam pun terkena serangan Jessie.
Teman – temannya langsung bertindak, Endou, Claire, serta Atom langsung menyerang Jessie, sedangkan Gorgonaz melindungi Liam yang sedang terluka. Semua anggota Guild itu juga tidak tinggal diam, mereka langsung mengepung kami.
Jessie pun mengubah senjatanya menjadi sebuah tombak, kecepatan nya bertambah, sambil mencari kesempatan untuk mundur, Jessie pun terus menyerang. Meskipun sedikit terdesak, Jessie pun berhasil menciptakan sebuah kesempatan untuk mundur.
“lalu dimana teman – temannya..? Sedari tadi aku tidak melihat mereka sama sekali...” tanya Claire sambil terus melihat ke sekeliling.
“bukankah sudah jelas...? Mereka akan muncul ketika lekuatan kita sudah habis” jawab Liam sambil sedikit tersenyum.
“kalau begitu, itu memang gawat... Kita akhiri saja mereka dalam satu serangan...” kata Claire sambil menatap kami.
“semuanya, Serang..!!!” teriak Liam sambil ikut menyerang.
Mereka yang tadi nya mengepung kami pun kini langsung menyerang kami. Berawal dari Assassin lalu Warrior dan dibantu oleh Archer dan Wizard, mereka menerjang kami. Mereka mengeluarkan berbagai skill dan anak panah.
“DRAGON FORM : DRAGON ARMOR..!!” teriak Jessie menggunakan armor khususnya.
Kemudian Jessie pun mengambil ancang – ancang disampingku, dia terlihat sedang menekan semua kekuatannya untuk melepas sebuah serangan yang sangat kuat.
“10%... 50%... 100%... 150%... 200%... 300%... Pergilah ke neraka, ULTIMATE SKILL : FINAL SLASH..!!” teriak Jessie sambil menyerang memutar.
__ADS_1
Serangan itu membentuk sebauh lingkaran yang semakin meluas dan terlihat seperti melahap semua skill dan anak panah. Semua Player yang tadinya menyerang langsung terhempas menjauh.
“inikah kekuatan dari Player Level Max...? Sungguh mengerikan” kata Liam yang sedang berlindung dibelakang Gorgonaz.
Aku pun mulai bangun dan berdiri disamping Jessie.
“cih, sialan... Sepertinya pertarungan yang sesungguhnya baru saja dimulai...” sahut Atom.
Atom pun yang sedari tadi diam, kini dia pun mulai bersuara setelah melihatku mulai bangun. Mereka dengan cepat langsung memperbaiki formasi, mereka menjadi sangat waspada setelah melihatku.
“Apakah kalian pernah berpikir apa yang akan terjadi ketika kecepatan kalian tidak bisa diukur oleh System..?” tanya ku sambil menatap mereka.
“apa..? Tidak dapat diukur oleh System katamu..” kata Endou terkejut.
“kalau begitu, akan aku beritahu kalian diawal... Kalian akan melihat sebuah dunia yang berwarna gelap dan bergaris biru yang membentuk sekitarnya, aku memberinya nama Blue Room... Didalam ruangan itu kalian bisa melihat dengan jelas semua Player yang ada disekitar mu, meskipun mereka bersembunyi...” jelasku.
“apa – apaan itu..?” tanya Liam terheran – heran.
“kalian bisa melihat musuh kalian menyerang, meskipun mereka sangat cepat kau masih bisa melihat nya... Dan ketika kau mulai bergerak walaupun hanya melangkah saja, musuh mu akan terlihat melambat, aku menamai kemampuan ini sebagai Accelerator... Dan hebat nya, ini juga bisa digunakan sebagai Buff untuk temanmu” lanjutku sambil tersenyum menyeringai.
Mereka pun semakin terkejut, tatapan mereka kosong, situasi menjadi hening, beberapa dari mereka bahkan sampai menjatuhkan senjatanya.
“dengar semuanya..!! Berkumpul dan buat pertahanan, kita tunjukkan kalau kita itu yang terhebat..!!” teriak Claire memecah keheningan disana.
Mereka pun langsung tersadar dan kembali membentuk sebuah pertahanan. Saat itu, dibantu dengan Liam, Claire pun memberikan semangat kepada anggota – anggota Guild nya, akhirnya mereka pun kembali percaya diri seperti semula.
“sudah selesai..? Kalau begitu, bersiaplah untuk keduanya... ACCELERATION... BOOST..!!” kata ku dengan tatapan mengintimidasi.
Kemudian aku memberi buff kepada Jessie, statistik nya pun meningkat tajam. Jessie pun mulai melangkah kedepan dan seperti yang aku katakan tadi, saat dia bergerak semuanya terlihat melambat.
Dengan penuh percaya diri, mereka pun membentuk barisan pertahanan dan terus waspada menatap Jessie. Sedangkan Jessie, dia hanya berjalan pelan namun terlihat cepat, ketenangan nya membuat musuhnya sedikit takut.
“sekarang, ronde kedua... Dimulai..!!”
__ADS_1