Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 10 : New Problems


__ADS_3

Dia datang menghampiriku.


“apakah kau baik – baik saja..?” tanya wanita itu.


“Siapa kau..? Kenapa kau membantuku...?” tanyaku balik.


“oh aku.. Namaku adalah Desert Eagle, panggil saja DE” kata dia.


“Desert Eagle namamu seperti sebuah pistol... Apakah kau seorang maniak pistol...?” tanyaku.


“aku memang menyukai sebuah pistol tapi bukan berarti aku adalah seorang maniak... Memang ya kenapa kau bertanya seperti itu..?” kata DE.


“ah... Kebetulan sekali aku sangat mengenal seseorang yang seperti itu... ” kata ku.


“ahh... Apakah dia langsung mengetahui identitasku yang sebenarnya..?” pikir DE.


“... Hmm siapa ya..? Aku lupa... Tapi yang pasti dia adalah iblis diantara para iblis... ” kata ku.


“syukurlah dia masih belum mengetahui identitasku... Tapi iblis diantara para iblis apa – apaan itu..? Sepertinya aku harus mengajarinya sopan santun kepada seorang wanita lagi” pikir DE.


“ah aku ingat dia adalah kakakku... Namanya Katsuda Akiko, apakah kau mengenalnya..?” tanya ku.


“Gawat... Hampir saja untunglah dia tidak mengenaliku” pikir DE.


“ah tidak aku tidak mengenalinya” kata DE.


“oh begitu ya... Baiklah untuk hari ini aku berterimakasih kepadamu, jika kau perlu bantuan carilah aku... Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa” kata ku.


“Tunggu duluuu...!!” teriak DE sambil memegang lenganku.


“apa lagi bukankah aku sudah berteriak asih kepadamu atau jangan – jangan... Baru saja berpisah kau sudah menemukan masalah” kata ku.


“bukan itu maksudku... Bukankah tidak sopan jika kau baru bertemu tiba – tiba langsung pergi, lagi pula aku juga sudah menyelamatkanmu” kata DE.


“jadi kau ingin aku melakukan apa..?” tanyaku.


“itu... Emmm... Apakah kau punya waktu..? Aku ingin... “ kata DE.


“Uhhuukkk” teriakku, tiba – tiba seperti ada seseorang yang memukul perutku rasanya sangat sakit.


“jalan – jalan bersamamu... Ehhh ada apa denganmu..?” tanya DE yang baru saja sadar.


“tidak apa – apa... Ngomong – ngomong tadi kau ingin apa...? Aku tidak mendengarmu, apakah bisa diundur dulu...? Sepertinya ada orang penting yang ingin bertemu denganku” tanya ku.


“ahh baiklah” kata DE.


“kalau begitu aku pergi dulu” kata ku sebelum log out dan saat aku melihat DE dia tersenyum kepadaku.


“sialan..!! Siapa yang berani mengganggu kami berdua...? Apakah dia adalah ayah...!! Akan aku bunuh dia..!!! Sial..!!” teriak DE yang masih didalam arena.


“apakah kau yakin ingin minta tanda tangannya...? Kelihatannya dia marah” kata penonton 1.


“ya... Sepertinya akan aku tunda dulu” kata penonton 2.


Beberapa menit sebelum aku dipukul... Didepan rumahku.

__ADS_1


Kriiiiing.... Kriiiiing.... Kriiing (bunyi bel)


“tunggu sebentar aku datang” ayahku berjalan dan membuka pintunya.


*kreek


”siapa?” kata ayahku.


“permisi apakah ini rumahnya Katsuda Hideo...?” kata seorang wanita.


“hmm... Siapa dia...? Kenapa dia mencari anakku..? Setahuku dari dulu anakku hobinya berantem terus... Jangan – jangan... “ pikir ayahku.


“permisi...” kata wanita itu lagi.


“ohh.. Kau mencari anakku ya... Masuklah jangan sungkan sungkan” kata ayahku.


“baiklah” kata wanita itu.


“silahkan duduk dan tunggu sebentar” kata ayahku.


“akhirnya setelah sekian lama, anakku akhirnya mempunyai seorang pacar..” pikir ayahku.


Beberapa saat kemudian.


“maaf menunggu lama” kata ayahku.


“ah tidak..” kata wanita itu.


“ini kunci kamar anakku, ruangannya ada dilantai dua paling ujung, mungkin dia sekarang sedang main game” kata ayahku.


“akhirnya aku sekarang menjadi seorang kakek... Aku harus memberitahu mama nih” kata ayahku.


Wanita itupun pergi menuju kamarku.


“bocah ini...!! Ternyata bolos sekolah hanya karena main game terus..!! Bangun...!!” teriak wanita itu sambil memukul perutku.


“uhukk..” teriakku.


“bangun idiot waktunya sekolah..!!” kata wanita itu.


“sialan berani – beraninya kau mengganggu apakah... Eh kau siapa...?” tanyaku sambil berdiri diatas kasurku.


“kau...!! Kau sudah melupakan gurumu sendiri hah...!!” kata wanita itu.


“guru...? Aku tidak ingat kalau aku mempunyai guru sepertimu” kata ku.


“sudah jelas bukan... Karena aku adalah guru baru yang menjadi wali kelasmu” kata wanita itu.


“ohh begitu ya... Kalau begitu, ya sudah lah... Ibu bisa keruang tamu dan berbicara kepada ayahku, aku mau balik main game” kata ku kembali tidur.


“Kaauuu...!!!” teriak wanita itu sambil memegang kepalaku, karena ukuran kasurku besar jadi wanita itu naik keatas kasur.


Lalu tiba – tiba pintu kamarku terbuka.


“anakku... Oh..!! Sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat, maafkan aku.. Akan aku taruh obatnya disini, selamat bersenang senang” kata ayahku sambil meletakkan obatnya dilantai lalu menutup pintunya.

__ADS_1


“Tunggu ayah/paman kau salah paham..!!” teriak kami berdua.


Karena tadi aku mandi dulu sebelum bermain game aku hanya memakai celana pendek, dan juga karena posisi yang terlihat sekarang, mungkin ayahku langsung salah paham. Lalu wanita itu keluar dan mengejar ayahku, akupun juga langsung ganti pakaian dan menyusul. Sekarang situasi ya menjadi sedikit berubah mungkin wanita itu sudah menjelaskan kepada ayah.


“jadi sebenarnya ini adalah gurumu..? Tanya ayah kepadaku.


“sepertinya begitu” jawabku.


“maaf namaku adalah Hasegawa Suzue panggil saja bu Suzue,aku merupakan seorang guru baru yang kebetulan menjadi wali kelas Hideo” kata bu Suzue.


“lalu ada masalah apa.?” Tanya ayahku.


“sebenarnya aku juga tidak.. “ kata ku.


“biarkan saya yang menjelaskan” kata bu Suzue memotong kata ku.


“Hideo memangnya sudah berapa minggu kau tidak masuk sekolah..?” tanya bu Suzue.


“ah... Mungkin 1 – 2 mingguan” kata ku.


“5 minggu...!! Apa yang kau lakukan hingga tidak masuk selama itu” kata bu Suzue.


“bukankah ibu juga sudah tahu... Aku hanya masuk saat ada ujian atau hal penting saja” jelasku.


“hei..!! Apa kau pikir sekolah ini adalah milik kakekmu...? Jika sekolah ini adalah milikmu aku tidak akan protes lagi...!! Jangan seenaknya saja...!!” kata bu Suzue.


“wanita ini main lama makin ngotot saja” pikirku.


“ayah aku tidak tahan... Beli saja sekolahan itu” kata ku.


“ah untuk masalah itu mungkin ayah tidak bisa membantumu.. “ bisik ayah.


“kenapa..?” tanyaku balas membisik.


“kau tahu kakakmu sudah pulang hari ini..?” bisik ayah.


“apa..!! Wanita iblis itu sudah pulang” kata ku kaget.


“suara mu jangan keras – keras” sahut ayahku.


“baiklah... Aku mengerti alasanmu ayah” bisikku.


“bagaimana ini..? Ah aku punya ide” pikirku.


“ayah sebenarnya.....” bisik ku kepada ayah.


“begitu ya... Ternyata seperti itu... Baiklah untuk permintaanmu akan aku bicarakan dengan mamamu” kata ayah.


“berjuanglah” kata ku.


“aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan ini.. Tapi besok mau tidak mau kau harus pergi ke sekolah” kata bu Suzue.


“baiklah sampai ketemu besok bu Suzue” kata ku sambil melambaikan tangan.


Setelah itu bu Suzue langsung pamit, namun saat baru saja pergi dia dihadang oleh seseorang.

__ADS_1


“ohh ternyata kau ya... Apa kau tahu kau merusak rencanaku hari ini..!! Biar aku peringatan kau satu hal, jangan berani kau menggodanya dia adalah milikku..!!” kata orang itu.


__ADS_2