Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 45 : Hydra


__ADS_3

Beberapa menit sejak aku mengalahkan Floor King lantai terakhir, tiba – tiba Fiola datang dan memberiku sebuah pemberitahuan dan pilihan.


“apakah anda ingin melawan Dungeon King....? Yes/No” kata Fiola.


“tentu saja aku pilih Yes” kata ku.


“pilihan Player telah dikonfirmasi, mohon untuk menunggu beberapa saat lagi...” kata Fiola.


“apa kau gugup..?” tanya ku kepada Jessie.


“jika bersama dengan master aku tidak akan pernah gugup” jawab Jessie.


“begitu ya” sahut ku.


“Player akan segera diteleportasi dalam waktu 10 detik... Memulai hitung mundur 10... 9... 8...” kata Fiola.


“akhirnya aku bisa berhadapan dengan Hydra... Ini tidak akan mudah” pikir ku.


“3... 2... 1... Berjuanglah...!! Kalian pasti bisa...!!” kata Fiola memberi semangat.


Hydra digame ini sama seperti yang ada didalam mitologi, dia memiliki 9 kepala dan apabila salah satu kepalanya dipotong maka akan tumbuh dua kepala. Meskipun HP Hydra ini akan berkurang sangat banyak jika kita memotong kepalanya, namun semakin banyak kepala yang dimiliki maka akan semakin besar kekuatan serangannya.


Hydra didalam game memiliki sebuah inti yang jika dihancurkan maka Hydra tersebut akan mati, namun inti itu akan muncul disaat HP Hydra tinggal 10 persen. Meskipun HP Hydra habis tapi jika intinya belum hancur maka Hydra tersebut tidak akan mati. Lokasi pertempurannya juga disamakan dengan yang ada didalam mitologi yaitu disebuah rawa.

__ADS_1


Hydra dapat menyembuhkan racun dan memiliki 5 elemen. Hydra memiliki tubuh yang besar melebihi Black Minotaur yang aku lawan tadi, kulitnya tidak terlalu keras bahkan termasuk lunak namun pertahanannya tetap kuat. Yang paling merepotkan adalah inti Hydra ini selalu berpindah setiap saat.


Cara yang paling aman untuk menyerang nya adalah dengan menusuk, karena Hydra ini melindungi tubuhnya dengan kepala jadi jika kita menebasnya maka ada kemungkinan kalau kita akan memotong kepalanya.


Kini aku telah berada diatas sebuah menara yang terbuat dari batu yang berada ditengah – tengah rawa, menara ini tidak terlalu tinggi namun cukup luas sebagai tempat bertarung. Aku pun melihat sekeliling dari dalam menara itu, banyak pohon – pohon besar yang menutupi rawa dan diantara pepohonan itu ada beberapa yang bergerak.


Aku pun mengambil sebuah tombak didalam inventory ku dan melempar tombak itu kearah pepohonan yang bergerak itu. Tiba – tiba terdengar suara auman yang sangat keras diikuti pohon – pohon yang beterbangan disekitar tempat yang terkena tombak ku.


Perlahan muncul satu persatu kepala Hydra dari tempat itu, dia sangat tinggi melebihi tinggi dari menara tempatku berpijak. Hydra itu melihat kearah ku dan perlahan mulai mendekat, langkah kakinya terdengar sangat keras dan setelah aku lihat baik – baik ada sebuah tombak yang menancap dimata salah satu kepalanya.


Hydra itu mulai menyerang menggunakan Elemen tanah, dia membuat sebuah batu yang sangat besar kemudian melempar batu itu kepada kami yang berada didalam menara.


“hei – hei serius nih...!! Jessie menunduk..!!” teriakku sambil menundukkan kepalaku dan Jessie.


Serangan itu membuat atap menara itu hancur, puing – puing besar atap menara itu pun berserakan, debu – debu menghalangi penglihatanku.


“Jessie kau tidak apa..?” tanya ku sambil membantu Jessie bangun.


“aku baik – baik saja master” kata Jessie.


Tiba – tiba saat aku melihat kearah depan, salah satu kepala Hydra itu sudah berada didepan kami sedangkan kepala yang lainnya masih tertutup debu itu, aku dan Jessie pun sangat terkejut saat itu tatapannya sangatlah menakutkan.


Kemudian muncul 8 sinar dari balik debu itu, kepala Hydra yang menatap kami mulai menembuskan nafasnya dan membuat debu – debu disekitarnya menghilang. Ternyata 8 sinar yang aku lihat tadi adalah sebuah serangan dari kepala Hydra lainnya, dia bersiap menyemburkan serangan api.

__ADS_1


“gawat..!! Ini sangat gawat..!!” pikirku terkejut.


Aku pun dengan cepat segera menggendong Jessie lalu mengaktifkan sepatuku kemudian langsung berlari menjauh. Hydra itu mulai menyemburkan api, dengan cepat mereka mulai melebarkan serangannya. Kecepatanku sedikit berkurang karena aku juga menggendong Jessie dan serangan itu tepat berada dibelakangku.


Kemudian dengan sepenuh tenaga aku melompat dan Jessie pun seakan sudah tahu apa yang harus dia lakukan, dia mengubah senjatanya menjadi tombak lalu melemparkan kearah mata Hydra yang tadi sudah terkena serangan tombakku. Hydra itu mengaum dan terlihat kesakitan, serangannya pun juga berhenti.


Jessie pun berdiri diatas badanku lalu dia melompat, dengan cepat aku langsung menendang kakinya untuk menambah kecepatannya. Jessie langsung meluncur menuju kearah senjatanya, disaat yang sama aku pun terjatuh kedalam lautan api yang disebabkan oleh serangan Hydra itu.


HP ku perlahan mulai berkurang, aku pun langsung mengaktifkan awakening kedua ku, dari tubuhku muncul kilatan – kilatan petir, mataku bersinar dari balik api itu. Aku menggunakan kecepatan penuhku untuk mendekati badan Hydra itu, saat aku berlari petir yang meyelimutiku masih tertinggal didalam lautan api itu.


Aku berlari kebawah dari menara itu, menggunakan pohon – pohon yang ada disekitarnya sebagai pijakan dan perlahan menuju badan Hydra itu. Saat itu juga Jessie mencabut senjatanya lalu mulai menusuk – nusuk kepala Hydra itu, dia berhasil memancing perhatian kepala Hydra lainnya.


Mereka mulai menyerang Jessie dengan semburan api, namun dengan cepat Jessie merubah Ras nya dan menggunakan Dragon Armornya, tidak cukup sampai disitu Jessie juga menggunakan Awakening tingkat pertamanya lalu menghindari serangan Hydra itu dan menuju badannya.


Setiap serangan kepala mereka mengenai kepala mereka yang lainnya. Aku yang melihat hal itu langsung mencabik – cabik tubuh Hydra itu menggunakan kemampuan Blade Dance ku, Jessie pun juga ikut menyerangnya, dia terus menusuk tubuh Hydra itu.


HP Hydra itu berkurang drastis, kemudian Hydra itu menyemburkan nafas racun kearah tubuhnya dan kami pun segera menjauh dari tubuhnya. Racun yang sangat pekat menutupi tubuhnya, pohon – pohon yang berada disampingnya pun mulai layu dan akhirnya mati, air rawanya pun juga ikut teracuni. Melihat hal itu kami pun segera naik keatas pohon.


Kami sudah tidak memiliki kesempatan menyerang dari jarak dekat, akhirnya kami mengambil sebuah Skil jarak jauh yaitu Special Lighning bullet. Seperti nama nya Skil ini menggunakan sebuah peluru petir yang memiliki jumlah yang sangat banyak, setiap peluru hanya memberikan damage yang sedikit namun jika peluru yang dilesatkan banyak maka damage yang dihasilkan juga banyak.


Aku dan Jessie mulai memutari Hydra itu dan mulai menyerangnya dengan Skil baru kami. Melompat dari pohon ke pohon, merentangkan kedua tangan saat menggunakan Skil karena Skil ini muncul dari tangan kami sambil memutari Hydra itu, kami terlihat seperti pemain sirkus.


Kami melakukan serang itu selama beberapa menit, setiap mana kami habis kami langsung menggunakan potion. Perlahan HP Hydra itu berkurang hingga potion kami tinggal satu, disaat yang sama Inti Hydra itu telah muncul.

__ADS_1


Aku dan Jessie kembali berkumpul dan mulai merencanakan cara untuk menghancurkan inti tersebut. Lawan yang berada ditengah – tengah racun, hanya tersisa satu potion untuk masing – masing, serta Skil yang tidak cukup kuat untuk menghancurkan inti Hydra itu, cara apa yang harus kami lakukan.


__ADS_2