
Hari ini adalah hari terakhir sebelum Event dimulai. Seharusnya dia sudah menyelidiki tentangku. Mungkin sebentar lagi dia akan menelponku, aku kemarin meninggalkan catatan yang berisi namaku juga nomor telponku.
Ting-ting-ting (suara ponsel).
"Nomor tidak dikenal..? Siapa ini..? mungkinkah dia.?" Pikirku.
“hallo... Siapa..?” Kataku.
“ini aku ketua Guild SRF” jawabnya.
“ohh orang itu ya..!! Jadi bagaimana..? Apakah kau sudah tahu aku yang sebenarnya..?” tanyaku.
“untuk masalah itu kita bicarakan secara langsung saja, aku akan kirimkan lokasinya” katanya.
“Oke” jawabku.
Setelah itu aku langsung pergi ketempat yang sudah dia tentukan. Sebuah toko kue, yah pilihan favorit seorang gadis memang disini, aku juga merasa uangku akan tersedot habis disini. Saat aku masuk, didalam toko itu ada banyak gadis, mungkin mereka akan pergi kencan. Aku melihat sekeliling tapi aku merasa kalau dia belum datang.
Aku mencoba menghubunginya dan benar saja dia bahkan baru saja berangkat dari rumah. Setidaknya jika kamu yang menentukan tempatnya jangan buat orang lain menunggu, lagi pula ini adalah toko kue, aku datang sendirian ke toko kue dan aku merasa tatapan orang – orang yang seolah – olah telah menginjak harga diriku. Tapi aku harus tahan, benar bersikaplah seperti biasanya diriku. Tarik nafas dalam – dalam dan hembuskan, tenangkan pikiran dan tersenyum lalu pergi memesan.
“permisi aku ingin memesan ini” Kataku sambil mencoba tersenyum.
“sudah berapa bulan aku tidak tersenyum, mungkin terakhir kali aku tersenyum adalah saat bersama sahabatku dulu, rasanya sangat aneh” Pikirku.
“baiklah... apakah anda hanya datang sendiri..?” tanya pelayan itu.
“apa maksud dari pertanyaan itu..?” tanyaku dalam hati.
“tidak, aku sedang menunggu seseorang” jawabku.
“oh begitu ya... Kalau begitu mohon tunggu sebentar” kata pelayan itu.
10 menit kemudian datanglah seorang gadis, apakah itu dia..? dia terlihat mencari seseorang, mungkin itu benar dia. Sekarang dia melihatku dan berjalan menuju kearahku. Tanpa berkata apapun dia duduk didepanku. Suasana terlihat canggung aku dan dia sama – sama diam, mungkin aku harus bertanya terlebih dulu.
“ehem... Apakah kau itu adalah.. “ tanyaku namun dia langsung memotong.
“sebelum bertanya siapa aku perkenalkan dulu dirimu..!! Meskipun aku sudah tahu indentitasmu” sahutnya.
“jika kau sudah tahu aku kenapa kau tidak memperkenalkan dirimu dulu..? Jadi begini ya rencanamu..?” Pikirku.
“baiklah namaku Katsuda Hideo, akun pertamaku bernama Silver Raven dan karena suatu masalah aku menghapus... Tidak tepatnya aku membekukannya sekarang aku membuat akun kedua bernama White. Langsung ke intinya saja aku menginginkan armormu, apa yang bisa aku lakukan untuk mendapatkannya..?” tanyaku.
“hmm apakah kamu tidak mau mengetahui namaku..? “ tanya dia.
__ADS_1
“peduli amat yang aku inginkan adalah armormu” jawabku.
“hahahah.. Menarik baiklah, namaku adalah Elina senang bertemu denganmu” kata Elina.
“ya... Langsung intinya saja” Kataku mempersingkat.
“baiklah aku sudah menyelidiki tentangmu tapi bisakah kau menceritakan tentang Silver Raven..?” tanya Elina.
“ya sudahlah... Hmm mulai dari mana ya..? Baiklah kau pasti tahu aku adalah salah satu dari lima pendiri Guild, bla bla bla bla bla bla (10 menit kemudian) dan begitulah yang terjadi” jelasku.
“hmm jadi begitu... Kamu bilang kepadaku kalau kamu menginginkan armorku kan..? Aku akan memberikannya dengan 2 syarat” kata Elina.
“jangan buang – buang waktu katakan saja” Kataku.
“baiklah yang pertama mumpung kita disini-“ kata elina dan langsung aku potong.
“pelayan!!” panggilku.
“baik... Apakah anda mau nambah..?” tanya pelayan itu.
“bukan aku tapi dia, beri semua yang dia inginkan aku akan membayar semuanya” kataku.
“eh benarkah!!! Kalau begitu aku pesan semua jenis kue yang ada disini” kata Elina penuh semangat.
“hehe akan aku habiskan uangmu hari ini..!!” pikir Elina sambil menatapku.
20 menit kemudian.
“haah enaknya semua kue nya enak” kata Elina.
“kenapa dia masih setenang ini..? “ pikir Elina.
“ohh benarkah..? Apakah kamu ingin makan lagi..?” tanya ku.
“apa sudah sebanyak ini dia masih menyuruku menambah” pikir Elina.
“kamu sendiri yang ngomong” kata Elina.
“oh ternyata uangku sudah menipis... Tunggu subentar ya” Kataku.
“mampus rencanaku berhasil” pikir Elina.
“halo ayah..! (ada apa..?) aku sekarang sedang makan bersama temanku (lalu..?) uangku habis (oh begitu ya... Ngomong – ngomong cewek atau cowok..? ) cewek (apakah kalian hanya berdua..?) ya.. (BAGUUSS sekarang panggil manajer tempat itu..!!!) hmm... Baiklah” setelah menyerahkan HP ku ke manajer aku kembali duduk.
“sedang apa kamu tadi..? “ tanya Elina.
__ADS_1
“ah tadi aku sedang berbicara dengan ayahku” jawabku.
“tuan muda ini HP tuan muda” kata manajer toko.
“tuan muda..? ngomong – ngomong anda berbicara apa dengan ayahku..?“ tanya ku.
“ah bukan apa – apa ayahmu membeli toko ini dan aku menyetujuinya” jawab manajer toko.
“APA..??” Aku dan Elina berteriak bersamaan.
“Me.. Me.. Membeli toko..?” kata Elina terkejut.
“dasar ayah apa yang sebenarnya dia pikirkan..? Hmm hei ada apa..? ” Kataku.
“ah tidak apa – apa, aku hanya baru ingat kalau aku ada janji dengan eririn” kata Elina.
“oh gadis yang kemarin ya..!! Baiklah selanjutnya katakan syarat yang kedua..?” tanya ku.
“Be... Benar juga syarat keduanya adalah akun Silver Raven, tadi kamu bilang kalaukalau kamu membekukan akun Silver Raven kan, menurutku dari pada begitu lebih baik berikan kepadaku, aku akan merawatnya, maksudku kau tahu aku adalah penggemar Silver Raven” kata Elina.
“iya iya aku tahu, kenapa kau tidak terus terang saja penggemarku..!! “ kataku.
“mimpi..!! Aku mengagumi Silver Raven bukan dirimu lagi pula kalian itu berbeda” kata Elina.
“ah aku tidak bisa mengelak, dan untuk akun Silver Raven aku telah membekukannya selama satu bulan jadi hubungi aku setelah satu bulan” kata ku.
“baiklah, kalau begitu aku pamit dulu” kata Elina.
“hati – hati dijalan, oh apa kau ingin aku antar..?” tanya ku.
“tidak perlu, terimakasih” jawab Elina.
“sama – sama, sampai jumpa” kata ku.
“dasar Eririn, berani – berani ya dia tidak memberitahuku informasi penting seperti ini, awas saja akan ku beri pelajaran kau” kata Elina.
Disaat yang bersamaan di toko kue.
“Sialan berakting menjadi orang baik sangatlah memuaskan.!! ” Kataku.
“anu tuan muda...?” panggil manajer toko.
“HUH... APA?” kata ku mengintimidasi.
“ah tidak” kata manajer toko itu.
__ADS_1
“menyeramkan, apa – apaan auranya tadi!!” pikir manajer toko itu.
Hari ini aku kembali login kedalam game, mengambil armor dari Elina lalu menaikkan levelku. Hari ini semua rencanaku telah berhasil, sekarang aku sudah level 53 ini lebih baik dari yang telah direncanakan. Akhirnya besok Eventnya dimulai.