
Pagi telah datang, sinar matahari masuk kedalam kamar dan membangunkan ku. Aku pun melihat jam yang ada dimeja samping ranjang itu, sekarang sudah pukul 06:00 pagi.
“hoaam.... Masih ada banyak waktu sebelum sekolahnya dimulai... Tapi untuk sekarang..” pikirku sambil melihat Elina.
“hehehe... Jangan menggodaku seperti itu... Kau pikir benda ini akan membuatku senang” kata Elina mengigau.
Secara tidak sadar Elina telah memeluk tanganku, saat aku melihatnya aku mencoba untuk tetap bersikap tenang.
“hei..!! ini sudah pagi bangunlah..!!” kata ku membangunkan nya.
“hmm..? Sudah pagi ya..? Selamat pagi... ” tanya Elina sambil mengucek matanya.
“oh selamat pagi... Dan cepat bangublah sampai kapan kau akan terus memeluk tanganku..?” tanya ku dengan wajah datar.
“apa yang kau katakan... Ahhhh... Dasar mesum..!! Kenapa kau melewati batasnya..?!!” teriak Elina sambil melepas pelukan nya.
“akhirnya... Aku mau mandi dulu, dari semalam aku belum mandi dan juga sebaiknya kau lihat baik – baik siapa yang melewati batasnya..” kata ku sambil berjalan menuju kamar mandi.
“ah...!! Tidaaakkk..!!” teriak Elina sambil melihat posisi dimana dia tidur sekarang.
*ting... Ting...ting... Suara handphone ku.
“mungkin itu ibu” pikir Elina sambil mengambil handphone ku.
Aku meletakkan handphone ku diatas meja disamping jam dan karena saat ini aku sedang mandi jadi aku tidak bisa mendengar kalau ada panggilan masuk. Sedangkan Elina yang mengetahui hal itu, dia langsung mengambil handphone ku, dia mengira kalau yang berbunyi itu adalah handphone miliknya.
“hallo ibu, ada apa..?” tanya Elina.
“hah..? Ibu..?” kata ibuku.
“hmm..? Kenapa suaranya berbeda..?!!” pikir Elina sambil melihat handphone nya.
“apakah ini adalah Elina..?” tanya ibuku.
“Tidaaakkk...!! Aku salah sangka lagi...!! Aku kira yang berbunyi tadi adalah milikku..!!” pikir Elina yang terkejut.
“hallo..? Kau masih ada disana..?” tanya ibuku.
“ah ya, maaf tante... Jadi ada apa..?” tanya Elina balik.
“kenapa kau memanggilku tante..? Panggil aku ibu seperti yang tadi...” kata ibuku.
“ah... Hahaha... Aku tadi hanya...” kata Elina yang berusaha untuk menjelaskan.
“jangan bilang kalau itu tadi hanya salah paham, tetap panggil saja aku ibu... Jadi dimana suami mu itu..?” tanya ibuku menggoda.
__ADS_1
“ap-apa yang anda tanyakan..?!!” kata Elina terkejut.
“ah... Kau masih malu – malu ya... Baiklah, ibu hanya mau memberitahu kalian, kalau hari ini sekolah kalian akan di liburkan, jadi kalian bisa langsung pergi kencan...” jelas ibuku.
“Tunggu tante... Maksud ku ibu...” kata Elina.
“akhirnya mungkin tahun depan kita bisa menggendong cucu kita... Ah aku lupa” kata ibuku yang sepertinya sedang berbicara dengan orang lain.
*Tut... Tut.. Tut.. Dan panggilan telah diakhiri.
Aku pun keluar dari kamar mandi, aku telah selesai mandi.
“apa yang kau lakukan dengan handphone ku..?” tanya ku ketika aku melihat Elina yang masih memegang handphone ku.
“kau salah paham...!!” teriak Elina marah.
“kenapa kau marah..?” tanya ku.
“Aku tidak marah..!!” teriak Elina lagi.
“baiklah, sekarang kau bisa mandi setelah itu kita pulang dan berangkat ke sekolah” kata ku.
“hari ini sekolahnya di liburkan, kata ibumu” sahut Elina sambil bangun dari tempat tidur.
“oke” sahut Elina sambil berjalan menuju kamar mandi.
Beberapa puluh menit kemudian, akhirnya Elina telah selesai mandi dan kami pun mulai bersiap – siap untuk pergi meninggalkan hotel dan berkencan.
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah sebuah mall yang ada dipusat kota. Kami berbelanja beberapa baju dan juga beberapa barang lainnya. Aku tidak terlalu suka keramaian jadi kami hanya berbelanja sebentar.
Kemudian tujuan kami selanjutnya adalah taman bermain, jaraknya cukup dekat dari tempat kami berbelanja tadi. Kami pun sedikit terkejut ketika kami telah masuk kedalam, ibuku bilang kalau hari ini sekolahnya diliburkan, tapi aku tidak dapat melihat ada anak – anak seusai kami disini, disini masih sangat sepi namun aku menyukainya.
Kami pun mulai bersenang – senang, pertama kami bermain Rollercoaster, Elina sangat ketakutan saat bermain ini, bahkan ketika dia turun, lututnya tidak henti – hentinya bergetar. Selanjutnya kami memilih untuk bermain Bumper Car, sangat menyenangkan saat bermain wahana yang ini, kami bisa bebas mengendarai mobil kami.
Kemudian wahana yang kami pilih adalah komidi putar, sebenarnya Elina lah yang memilihnya, dia memaksaku untuk ikut naik, namun setelah pembicaraan yang panjang akhirnya dia menyerah dan naik sendirian, meski begitu dia terlihat sangat senang.
Dan wahana terakhir yang kami naiki adalah kincir ria, wahana tertinggi ditaman bermain ini. Kami bisa melihat seluruh wahana yang ada ditaman bermain ini dari sini.
“untuk hari ini... Terima kasih ya...” kata Elina sambil tersenyum menatapku.
“ya, aku juga” sahut ku sambil membalas senyumannya.
“meskipun kau berkata seperti itu, namun kegelisahan dihatiku masih tetap ada” pikirku.
Akhirnya kami pun turun dari wahana itu, dan berjalan keluar dari taman bermain itu.
__ADS_1
“hei... Sebelum kita keluar, bagaimana kalau kita berfoto dulu..? Untuk kenang – kenangan hari ini” kata Elina.
“oke” sahut ku.
Kami pun berfoto bersama, senyuman indah darinya menghiasi foto itu. Setelah itu kami pun memutuskan untuk langsung pulang, aku mengantarkannya sampai dirumah.
“sekali lagi terima kasih ya...” kata Elina saat kami telah sampai didepan rumahnya.
“hah... Aku sampai bosan menjawabnya, terima kasih kembali... Ngomong – ngomong bagaimana Eventnya..?” tanya ku.
“emm.. Meskipun berat, kami berhasil lolos” kata Elina sambil memalingkan wajahnya.
“baiklah, akan aku bantu kalian, aku tidak menerima sebuah penolakan... Sampai jumpa nanti” kata ku sambil menyalakan motorku.
“hem... Itu terserah padamu” sahut Elina.
Sebelum pergi aku pun tersenyum kepadanya, aku pun bergegas menuju rumah. Setelah beberapa saat berlalu akhirnya aku telah sampai dirumah.
“aku pulang...” kata ku sambil membuka pintu.
“oh kau sudah pulang ya... Jadi bagaimana rasanya..?” tanya ibuku menggodaku.
“hmm..? Aku sudah tahu rencanamu... Atau bisa aku katakan rencana kalian berdua, dimulai saat bu Haruna datang kerumah sampai alasan sekolahnya diliburkan, hanya untuk kami berdua” kata ku sambil menutup pintunya.
“oh jadi kau sudah menyadarinya ya” sahut ibuku.
“tentu saja, tapi akan aku beritahu... Semalam kami tidak melakukan hal – hal yang kalian bayangkan, kami tidak melakukan apapun” kata ku sambil berjalan menuju kamarku.
“hah..? Padahal aku berharap banyak kepadamu” sahut ibuku yang mengikutiku.
“sayang sekali, harapanmu terlalu besar untuk aku lakukan” kata ku sambil masuk kedalam kamar.
Sampai didalam kamar, aku pun langsung berbaring diatas kasurku, aku sangat lelah.
“padahal aku ingin segera makan saat sampai dirumah... Tapi biarlah, lebih baik aku segera Log In saja...” pikirku sambil melihat peralatan game itu.
Aku pun segera mengambil peralatan itu, kemudian aku mulai memasangkannya dan masuk kedalam game.
“selamat datang kembali master...” kata Jessie menyambutku.
“ya... Kita pergi Jessie, ada sesuatu yang harus kita selesaikan” kata ku sambil berjalan meninggalkan rumah.
“dimengerti” sahut Jessie sambil berjalan mengikutiku.
“kali ini akan segera aku selesaikan tugas yang telah aku terima dulu, setelah itu aku akan fokus pada tujuan awalku, aku harus menghancurkannya”
__ADS_1