Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 47 : Lili's Challenge


__ADS_3

“ada yang datang... Siapa mereka..? Ah... Pikiranku masih sedikit kacau” pikirku saat sedang berbaring dilantai.


Satu persatu suara langkah kaki itu mulai menghilang, beberapa saat kemudian suaranya tidak terdengar lagi. Tiba – tiba suara langkah itu kembali lagi, sekarang suaranya lebih cepat serta lebih keras dari sebelumnya, mereka seperti sedang berlari kearah ku.


“hei kau tidak apa – apa..?!! Buka matamu... Hei..!!” kata seseorang yang kini sedang menepuk pipiku.


“siapa kau..? Hentikan itu” kata ku sambil menepis tangannya, mata ku masih terpejam saat itu.


“syukurlah kau tidak apa – apa... Kukira penyakitmu kambuh dan kau tidak bisa menggerakkan badanmu untuk Log Out” kata orang itu.


“hah... Aku cuma sedikit kelelahan, aku hanya ingin berbaring sebentar” kata ku sambil membuka mata ku dan melihat orang itu.


“yo... Kita bertemu lagi” kata Viston.


“oh ternyata Player yang tadi ya... Kau cepat juga sampai disini” kata ku sambil bangun dan duduk disitu.


“ya... Dan nama Player yang tadi adalah Viston...” sahut Viston.


“hoo... Kau membawa banyak Player ya...” kata ku sambil melihat sekumpulan Player yang berada dibelakang Viston.


“tentu saja, meskipun setengahnya adalah Player yang baru mencapai level 100...” kata Viston.


“Bos nya sangatlah kuat loh” kata ku.


“tenang saja, aku tahu pertarunganmu tadi sangat hebat, kau bahkan hampir mengalahkannya... Jadi bagaimana kalau kita coba sekali lagi, kali ini kita bekerja sama” kata Viston dengan bangga.


“tidak... Tidak akan pernah bisa melawannya lagi” sahut ku.


“yah, jangan mudah putus asa seperti itu... Dengan bantuan kami dan kemampuanmu, aku yakin kita pasti akan menang dengan mudah” kata Viston yang terus membujukku.


“Tunggu dulu... Kita..? Maksudmu aku dan kamu..?” tanya ku.


“memangnya siapa lagi..? Kau akan mencobanya sekali lagi kan..?” tanya Viston.


“tidak... Tidak... Tadi aku sudah bilang kan..? Aku tidak akan pernah bisa melawannya lagi... Tidak jika aku menggunakan akun ini” jelasku.


“apa maksudmu..? Kau masih belum menaklukkan Dungeon ini kan..?” tanya Viston kebingungan.


“aku sudah melakukannya” jawabku dengan cepat.


“huh..? Apa..!! Kau sudah menaklukkan Dungeon ini..!!” teriak Viston kaget.

__ADS_1


Semua Player yang ada disitu pun kaget dan mulai berbisik, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas namun sepertinya mereka tidak percaya kalau aku telah berhasil menaklukkan Dungeon ini.


“Mustahil..!!! Aku tidak percaya..!!” teriak salah satu Player yang berada di kerumunan itu.


“hmm..? Lalu..?” tanya ku sambil melihat kearah kerumunan itu.


Seorang Player mulai maju dan berjalan mendekat, ternyata itu adalah Lili, seorang anggota Party milik Viston.


“kau tadi berkata kalau kau sudah menaklukkan Dungeon ini kan..? Jangan bohong..!!” teriak Lili.


“hei tenang lah Lili... Jangan berkata seperti itu” kata Viston yang mencoba menenangkan Lili.


“Diam..!! Aku telah melihatnya sendiri... Serangan terakhir dari wanita payah itu telah meleset, inti Hydra itu tidak hancur dan kepalanya yang tadi telah terpotong sudah beregenerasi, kemudian kau berteriak dengan sangat keras, Hydra itu pun juga membalas... Aku yakin kalian tadi juga melihatnya kan..?” kata Lili sambil memprovokasi Player yang lain.


Semua Player pun terpengaruh dan mulai berteriak kalau mereka tidak percaya dan menyuruhku untuk mengakui kebohonganku.


“Jadi sekarang bagaimana cara mu untuk menjelaskan hal ini..?” tanya Lili kepadaku.


“Player ini...!! Dari awal sudah tahu kalau dia membenciku... Namun sebenarnya sebesar apa dia membenciku..? Ini adalah salah satu alasanku kenapa aku tidak ingin menjadi orang yang populer” pikirku sambil menarik nafas panjang.


“kalau kau tidak percaya coba kau periksa namaku dibatu emas depan Dungeon... Semua Player yang telah menaklukkan Dungeon ini, namanya pasti terukir disana” jawabku dengan mudah.


“baiklah kalau itu mau mu... Kalian semua jaga dia dan jangan biarkan dia kabur” kata Lili dengan sombong dan kemudian langsung pergi.


Aku telah memberitahu namaku namun Lili sudah telanjur pergi, kemudian semua Player yang mendengar namaku terkejut dan terus memandangki. Mereka pun kembali berbisik, mereka mulai membicarakanku.


“kau... Apakah kau benar – benar Player itu..?” tanya Viston.


“Player itu yang mana..? Aku tidak paham apa maksudmu..?” tanya ku balik.


“pemenang Event kota pertama dulu dan Event yang baru saja berakhir dikota kedua” kata Viston.


“oh benar, itu aku... Memangnya kenapa..?” tanya ku.


“hah... Hah... Hahaha... Aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan seorang Player yang bisa disandingkan dengan keenam Player Legenda didalam sini” kata Viston senang.


“selama ini aku bermain tapi baru kali ini aku mendengar yang namanya keenam Player Legenda” kata ku.


“eh benarkah...!! Sebenarnya dari keenam Player itu aku hanya tahu satu orang saja, aku tahu namanya namun aku tidak tahu seperti apa wajahnya... Ngomong – ngomong apakah kau membawa pedangmu..? Bolehkah aku menyentuhnya..?” tanya Viston.


“hah.. Oh.. Baiklah” kata ku sambil menyerahkan pedangku.

__ADS_1


“akhirnya aku bisa melihat dan menyentuh pedang ini... Ternyata seperti ini rasanya memegang pedang dari seorang legenda... Pedang SOC, pedang yang telah dimodifikasi oleh sang penempa yang terkenal akhir – akhir ini, Flint Hammer” kata Viston dengan bangga.


“jadi ini adalah alasan kenapa Bubble begitu baik saat itu” pikirku.


Tiba – tiba semua Player langsung mendekat dan mulai berebut untuk memegang senjataku. Kemudian aku melihat ada sebuah cahaya teleportasi, Lili telah selesai melihat batu Emas itu, dia pun menatapku dengan tajam.


“aku lupa... Siapa namamu..?” tanya Lili.


“aku tadi sudah mengatakannya, tapi kau sudah pergi duluan... ” jawabku.


“Lili biar aku perkenalkan, dia adalah seseorang yang kau kagum dan setiap hari kau selalu berbicara tentangnya” sahut Viston.


“apa..!! Jangan bilang...” kata Lili terkejut.


“benar dia adalah White, salah satu Player yang bisa disandingkan dengan 6 Player Legenda” sambung Viston.


“tapi... Tapi bukankah dia adalah pemain solo... Lalu kenapa dia tadi bersama dengan wanita payah ini” kata Lili.


“yah, mungkin saja dia mempunyai alasannya sendiri... Kau juga sama kan..? Kau dulu ingin bermain solo seperti dia kan..? Tapi kenapa saat aku megajakmu kedalam Party ku kau langsung menerimanya..?” tanya Viston.


“ugh.. Baiklah aku mengakuinya, tapi aku tidak paham kenapa Player yang aku kagumi bersama dengan wanita payah itu..!!” teriak Lili sambil menunjuk kearah Jessie.


“aku dadu tadi terus diam saat kau mengatakan kalau Jessie adalah wanita yang payah, tapi sekarang tidak lagi...” kata ku marah.


“maafkan aku jika itu membuatmu marah, tapi Player yang hebat harus bersama dengan Player yang hebat lainnya... Kita telah ditakdirkan bersama..!!” teriak Lili dengan bangga.


“kalau begitu buktikanlah... Jessie dapat bertahan melawan Hydra itu meskipun perbedaan kekuatan mereka berbeda sangat jauh, jika kau lebih baik darinya kau dapat bergabung denganku... Tidak, akulah yang akan bergabung bersama mu” kata ku sambil menatap tajam kearah Lili.


“hei Lili, sudah aku bilang tenanglah” kata Viston kembali menenangkan Lili.


“Diam..!! Aku sudah tenang sekarang... Baiklah aku terima tantanganmu dan dengan disaksikan oleh semua Player yang ada disini, akan aku tunjukkan kemampuanku” kata Lili sambil tersenyum.


Aku pun berdiri dan menarik pedangku, kemudian aku berjalan menuju kearah Jessie yang masih bersedih, aku menepuk pundaknya.


“master maafkan aku...” kata Jessie sambil menangis dan menatapku.


“tenanglah... Kerja bagus untuk hari ini, aku tidak akan marah kepada mu, sekarang aku kita kembali... Menuju rumah” kata ku sembari menenangkan Jessie.


Jessie pun hanya menunduk, lalu aku menarik tangannya dan kemudian langsung menggendongnya.


“akan aku ingat nama serta wajahmu” kata ku kepada Lili.

__ADS_1


Kemudian aku langsung pergi meninggalkan mereka. Jessie pun memelukku dengan erat dari belakang dan terus menangis sambil meminta maaf.


__ADS_2