
Didalam sebuah Colosseum khusus yang sengaja dibuat untuk Event kali ini, kedua Party telah memasuki arena. Suara hiruk pikuk penonton yang memenuhi Colosseum mulai menggema. Aku pun datang dan duduk dikursi penonton, diantara banyaknya penonton itu aku menunggu Elina memainkan perannya.
“kalian berdua” panggil Elina.
“kami..?” tanya salah satu Player yang sebelumnya saling bertatapan.
“ya, sekarang waktunya untuk ganti Player, kalian bisa beristirahat dan melihat kami bertarung nanti” kata Elina sambil terus menatap Party musuh.
“apa maksudmu..? Bukankah mereka berdua adalah Player cadangannya...? Sekarang kita sudah tidak memiliki Player cadangan lagi...?” sahut Bella.
“aku sudah mendapatkannya” jawab Elina singkat.
“apakah mereka kuat..?” tanya Bella.
“ya, lebih kuat darimu” jawab Elina dengan penuh percaya diri.
“hah... Baiklah, aku percaya pada mu... Kalian berdua, kalian bisa beristirahat hari ini” kata Bella sambil melihat kearah kedua Player itu.
Kedua Player itu pun langsung pergi meninggalkan arena, meskipun Bella sedikit ragu, namun karena Bella adalah teman masa kecil Elina, dia pun percaya apa yang dikatakannya.
“hei..!! Apa yang kalian lakukan...?! Jangan remehkan kami..!! lawan kami dengan kekuatan penuh kalian atau kalian akan kalah dengan mudah...!!!” teriak salah satu anggota Party musuh yang melihat kedua Player milik Elina meninggalkan arena.
“tenang saja...!! Lebih baik kalian lah yang bersiap...!! Atau kalianlah yang akan kalah dengan mudah...!!” teriak Bella memprovokasi musuh.
“apa katamu...!!!” teriak salah satu musuh.
“tenang lah” kata temannya sambil memegang pundaknya.
Kemudian salah satu Player musuh pun maju kedepan, dia melihat – lihat ke sekeliling seperti sedang mencari seseorang.
“hei..!! Apakah salah satu dari anggota kalian ada yang bernama White...?! Dia bilang dia akan mengikuti Event ini, jadi aku ingin mengalahkannya” teriak Ricoris sambil melihat Bella.
“sebelumnya memang benar, tapi sekarang dia telah...!!” teriak Bella.
“benar...” sahut Elina memotong kata – kata Bella.
“huh..? Sepertinya aku tadi salah dengar...” kata Bella yang terkejut.
“dia adalah anggota Party kami” kata Elina sambil melihat Ricoris.
“oh benarkah...!! Lalu dimana dia..?” tanya Ricoris yang kembali melihat sekeliling.
“mencariku..?” tanya ku yang tiba – tiba berada dibelakang Ricoris.
__ADS_1
“uwah...!! Kau..!! Sialan kau..!!” teriak Ricoris yang terkejut, dia pun langsung menyerangku.
Dia menyerangku dengan salah satu tombaknya, serangan beruntun diarahkan kepadaku, namun dengan mudah aku dapat menghindarinya.
“kau...!! Berani – beraninya kau datang kesini...!!” teriak Bella yang marah.
“hmm..? Sepertinya pemanasannya sudah cukup” kata ku sambil berjalan menuju kearah Elina serta menghindari serangan beruntun dari Ricoris.
“dasar kau... Sialan...!!” teriak Ricoris marah, dia menyerangku dengan kedua tombaknya saat ini.
“idiot... Dasar Player idiot...” kata ku sambil melihat Ricoris.
Aku pun menghentikan langkahku dan berdiri tegak, aku membiarkan serangan Ricoris mengenaiku. Ricoris tambah marah, dia pun mempercepat serangannya sementara aku hanya tetap berdiri dan tidak menghindarinya, aku menatapnya dengan tatapan penuh rasa kasihan.
Kemudian semua penonton pun tiba – tiba langsung tertawa ketika aku menatap Ricoris. Ricoris pun kebingungan, dia tidak mengerti kenapa semua orang tertawa, lalu dia pun melihatku yang sedang menatap dengan rasa penuh kasihan, dia tambah marah dan langsung menyerangku dengan kekuatan penuhnya.
“idiot” kata ku.
“apa matamu..!!” teriak Ricoris tambah marah.
“ah aku paham, kau bukanlah Player idiot tapi Player idiot yang bodoh... Karena kesalahanku aku minta maaf” kata ku sambil membungkukkan badan.
“sialan..!! Kau adalah orang pertama yang membuatku semarah ini...!!” teriak Ricoris sambil kembali menyerangku.
“apa maksudmu..?! Tunggu kenapa HP mu tidak berkurang...!! Padahal aku sudah menyerangmu sedari tadi...!! Ah aku tahu kau pasti mengayunkan cheat, kau adalah seorang cheater..!!” teriakku Ricoris sambil menunjukku.
Mendengar kata – kata Ricoris, semua penonton yang ada disana pun tertawa, bahkan Bella yang tadi sedang marahpun sekarang juga ikut tertawa. Kemudian aku pun menjelaskannya kepada Ricoris, didalam arena meskipun kau menyerang lawanmu dengan Skil terkuat, tapi jika pertandingannya belum dimulai maka semua damage yang dihasilkan diabaikan.
“... Begitu saja kau tidak tahu... Hehe” kata ku sambil tertawa kecil.
Saat itu Ricoris terlihat masih ingin menyerangku, namun dia berusaha untuk menahannya. Kemudian Ricoris pun berjalan menuju kearah kawannya, dia sangat marah namun juga malu.
“kalian urus saja wanita – wanita itu... Dia adalah mangsa ku” kata Ricoris kepada temannya sambil melirik kearahku.
Aku pun berjalan menuju kearah Jessie yang sedari tadi berada dibelakang Elina. Aku melihat wajah mereka satu persatu, Eririn yang masih ketakutan saat melihatku, Bella yang tetap saja marah serta Elina dan Jessie yang tersenyum kepadaku.
“baiklah pertandingan hari ini akan segera dimulai..!! Semua Player bersiap...!!” kata Fiola dengan penuh semangat.
Kami semua mulai memegang senjata kami, sambil mengambil ancang – ancang dan saling menatap. Disaat seperti ini, kami akan saling mengintimidasi, dengan wajah serius dan tatapan yang mengerikan, kemudian muncul lah sebuah kalimat dari mulut kami.
“MULAI HITUNG MUNDURNYA...!!!” teriak kami semua.
“5... 4... 3... 2... 1... START..!!” teriak Fiola bersama dengan para penonton.
__ADS_1
Dengan cepat kami mulai saling mendekat, semua orang sudah memiliki tugasnya masing – masing, kerja sama kelompok sangat menentukan kemenangan pertandingan ini.
“ENCHANT ARROW : FIVE SHOTS...!!” teriak Elina yang berada dibelakang.
“CHANGE BODY : DRAGON FORM..!! DRAGON ARMOR..!!” teriak Jessie sambil berlari kedepan.
“ELECTRIC SHOCK..!!” teriak Bella dari belakang.
“STEEL BODY...!!” teriak Eririn menerjang.
“oh ternyata dia adalah seorang Warrior ya...” pikirku sambil melihat Eririn.
“ini akan menyenangkan... SWORD OF CALAMITY... RELEASE..!!” teriakku sambil menyerang dengan kecepatan penuh.
“semuanya jangan menahan diri...!! Hancurkan mereka..!! BEHEMOTH LANCE..!!!” teriak Ricoris sambil menghadangku.
“aku adalah Player yang tercepat...!! LIGHTNING SPEED..!!” teriak seorang Assassin musuh.
“aku Tanker terbaik...!! GREAT WALL..!!” teriak seorang Tanker musuh yang langsung bergerak ke garis depan.
“WIND SLASH...” kata Lucian dengan nada datar.
Biasanya didalam sebuah pertandingan Party War, serangan pertama digunakan untuk mengukur serangan lawan. Setelah mengetahui kekuatan lawan, kami akan kembali kedalam formasi untuk bertukar lawan jika kekuatannya jauh melebihi batas yang bisa dilawan.
Serangan kami semua pun saling berbenturan, ledakan besar pun terjadi, namun yang memenangkan seranag ini adalah kami. Dengan cepat kami pun langsung mundur dan membentuk sebuah formasi, lawan pun juga melakukan hal yang sama.
Mereka memiliki pertahanan yang kuat, meskipun kami memenangkan serangan pertama namun HP mereka tidak turun sedikitpun. Meskipun memiliki pertahanan yang lemah, namun untuk masalah kekuatan serangan, kami adalah yang terbaik. Kami memutuskan untuk tidak berganti lawan, kami masih bisa mengatasinya.
“setelah ini bagaimana..?” tanya Elina sambil melirikku.
“apa maksudmu..?” tanya ku balik.
“apa yang harus kami lakukan..? Kau punya rencana kan..?” tanya Elina.
“rencana ya...? Menurutku yang lebih baik adalah menyerang dari pada diserang...!!” kata ku sambil berlari menyerang, Jessie pun langsung mengikutiku.
“hei tunggu...!!” teriak Elina.
“dasar si bodoh itu...!! Apakah ini akan baik – baik saja..?” tanya Bella sambil melirik Elina.
“meskipun aku tidak yakin, tapi sepertinya dia mempunyai sebuah rencana... Dari pada mengkhawatirkannya lebih baik kita selesaikan tugas kita” jawab Elina sambil melihatku menyerang.
“baiklah” sahut Bella sambil ikut melihatku.
__ADS_1