
Aku sangat kebingungan saat itu aku mencoba berbagai cara untuk mengalahkannya, namun semua cara yang aku gunakan sangatlah tidak efisien.
“Awakening tingkat pertama... RELEASE...!!” teriakku.
Kemudian aku pun langsung menyerang monster itu kembali, namun sebelum itu aku telah memberikan Jessie 4 buah tombak yang aku simpan didalam Inventory ku. Aku menyuruh Jessie untuk melemparkan tombak itu saat aku memberinya perintah nanti, itu karena kecepatan menyerangku dengan Jessie sangatlah berbeda jauh.
Aku pun melemparkan pedangku yang sebelah kanan kearah monster itu, karena pedangku dan sarung tanganku saling terhubung lewat sebuah benang jadi aku bisa mengontrolnya pedangku bahkan saat diudara. Setelah itu aku langsung berlari dibelakang pedang itu dan melihat reaksi dari monster itu.
“Groooww” teriak monster.
Monster itu menggunakan oerisainya untuk menahan pedangku dan seperti yang aku rencanakan, aku menyuruh Jessie untuk langsung menyerang ke kepala monster itu.
*Cling...
Suara tombak itu mengenai pelindung kepala monster itu, tombak itu pun terpental keatas. Aku pun langsung menarik pedangku yang aku lemparkan lalu menggigitnya, disaat yang bersamaan aku melompat dan mengambil tombak yang terpental tadi, aku pun langsung menusuk kepala monster itu dengan tombak yang aku pegang.
*Cling... Suara tombak itu mengenai pelindung kepala monster itu lagi.
“sangat keras..!!” pikirku.
Meski begitu damage yang aku berikan kepada monster itu hanyalah sedikit. Kemudian aku menancapkan tombak itu dan Jessie mulai melemparkan tombak lainnya kearah monster itu.
*Cling...
Tombak itu mengenai tubuh monster itu dan kembali terpental, dengan cepat aku mengambil tombak yang terpental itu dan menyerang monster itu dari belakang. Jessie pun melempar tombaknya lagi, namun kali ini monster itu menyadarinya dan mengarahkan perisai nya kearah tombak, dengan cepat aku menancapkan lagi tombak itu dan langsung menyerang monster itu dari belakang.
“BLADE DANCE..!!” teriakku menyerang monster itu.
Sedikit demi sedikit HP monster itu mulai turun lagi. Tombak yang dilemparkan Jessie mengenai perisai monster itu, aku mengulangi hal yang sama.
“Groooww..!!” teriakku monster itu marah.
Jessie langsung melemparkan tombak terakhirnya, namun monster itu berhasil menghindarinya dan tombak itu langsung menancap ketanah.
“oh... Kau bisa menghindarinya ya... Tapi posisi mu sekarang sudah tepat..!!” pikirku.
Aku pun langsung menyerang monster itu bertubi – tubi dengan menggunakan tombak itu sebagai pijakan. Kemudian Bella dan juga Elina yang sudah selesai membereskan monster yang kami temui tadi sekarang sudah berada didalam reruntuhan itu dan kini mereka sedang melihatku bertarung.
__ADS_1
“eeh... Cara bertarung yang aneh” kata Bella.
“memang benar itu aneh... Tapi dia cerdik” kata Elina.
“cerdik..?” tanya Bella kebingungan.
“dia menggunakan tombak itu sebagai pijakan untuk memperpendek jarak serangnya... Dengan kecepatan yang dimiliki Hide... Ah maksud ku White membuat monster itu hanya bisa bertahan” jelas Elina.
“Begitu ya... Jadi damage yang dihasilkan bergantung pada Stamina yang dimiliki White kan..?” tanya Bella.
“benar sekali... Lalu lihatlah NP... Maksudku Jessie sekarang sedang bersiap untuk menyerang, ketika White nanti kelelahan maka Jessie akan langsung menyerang monster itu dan dalam waktu yang sesingkat itu, White akan menggunakan potion dan kembali menyerang” jelas Elina.
“kau dari tadi kenapa..? Ada yang salah denganmu hari ini...” tanya Bella menatap Elina.
“ah tidak apa – apa, mungkin hanya perasaanmu saja” jawab Elina sambil memalingkan wajahnya.
“tapi kalau begitu, maka pertarungan ini sudah terlihat hasilnya kan..? Jadi tujuan kita ikut kesini tidak hanya membunuh monster tadi kan..?” tanya Bella.
“tentu saja, kita ikut kesini juga untuk membunuh monster yang akan datang nanti... Jadi persiapkan dirimu, aku akan membantu White agar cepat selesai” kata Elina sambil mengarahkan busurnya dari atas.
“oke..” kata Bella.
“masih belum juga ya..? Kenapa lama sekali..? Jika terus begini Jessie pasti akan kalah... Perbedaan kekuatannya sangat besar” pikirku.
“Hideo sekarang...!!” teriak Elina.
“si bodoh ini...” pikirku.
“LIGHTNING JUDGMENT...!!!” teriakku sambil menyerang monster itu.
Monster itu pun terkena stun dari serangan ku, kemudian Jessie dan aku langsung menjauh dari monster itu.
“ENCHANT ARROW : STAR OF DESTRUCTION...!!” teriak Elina sambil melepaskan panahnya.
Kekuatan yang dikumpulkan dipanah itu membuat panah itu bercahaya, awalnya hanya terlihat seperti anak panah kecil yang bersinar, namun semakin lama semakin besar sampai menuju target yang telah ditentukan. Saat anak panah itu melesat, terlihat seperti ada bintang – bintang yang mengikuti anak panah itu.
*BOOOM...
__ADS_1
Serang itu tepat mengenai tubuh monster itu, ledakan yang dihasilkan pun sangatlah besar, reruntuhan disana pun sampai bersinar terang dari luar, monster itu pun kini sudah musnah.
“hah... Ini melelahkan, Jessie minum ini” kata ku sambil memberikan sebuah potion untuk Jessie.
“bagaimana..?” tanya Elina.
“pertama jangan panggil aku dengan nama asliku saat berada didalam game, kedua seranagmu itu sangat bagus, dan yang ketiga biarkan aku sendiri yang menghabisi mayat hidup ini...” jawabku sambil menunjuk sekumpulan pasukan Skeleton.
“bukankah lebih cepat kalau kita hadapi bersama..?” tanya Elina.
“aku ingin mencoba kekuatan baru ku” kata ku sambil berjalan menuju sekumpulan pasukan Skeleton itu.
“heh... Begitu ya... Yah tidak masalah” kata Elina.
“awakening tingkat kedua... RELEASE...!!!” teriakku.
Tiba – tiba dari tubuhku muncul aura biru dan diselimuti oleh petir, jantungku berdetak sangat kencang, kekuatanku meluap – luap, aku merasa sangat hebat saat ini. Aku pun tersenyum kecil sambil melihat para pasukan Skeleton itu, aku melompat – lompat sedikit kemudian aku langsung pergi menyerang.
“dia menghilang...!! Kecepatannya tidak masuk akan untuk Player selevel dia ini...” pikir Elina terkejut.
Dengan singkat aku membersihkan pasukan Skeleton itu, dan tiba – tiba Bella datang.
“hei kalian... Yang didalam sudah selesaikan..? Bantulah aku diluar, aku sudah menyerang mereka dengan sepenuh kekuatanku tapi masih ada beberapa yang masih bertahan” kata Bella.
“oke... Serahkan padaku, kau istirahat saja dengan Elina dan juga Jessie” kata ku sambil berlari keluar.
“oke...” kata Bella sambil melambaikan tangannya.
“dia memang suka bertarung ya...” kata Elina.
“benarkah..? Oh iya tadi aku mendengar sesuatu seperti Heiyoo atau Hieyoo... Apa itu..?” tanya Bella sambil melihat Elina.
“eh...padahal akh tadi berkata hiyaaa... Seperti itu” jawab Elina memalingkan wajahnya.
“Bukan Heiyo atau Hieyo..?” tanya Bella dengan wajah serius.
“sudah aku bilang kan” jawab Elina gugup.
__ADS_1
Akhirnya pertempuran itu pun selesai, kami segera membagi Drop Item yang kami dapatkan, aku hanya mengambil milik monster Lone Walker Emperor saja dan yang lainnya aku berikan kepada Elina dan Bella. Karena Exp sudah dibagi secara otomatis dan merata seperti yang telah disetujui saat membentuk party ini, level kami naik dengan cepat. Level ku dan Bella kini adalah level 210, level Elina hanya naik 1 level saja yaitu level 344, dan yang paling mengejutkan adalah Jessie, sekarang dia sudah mencapai level 105. Ini wajar saja, menghadapi monster yang levelnya jauh berada diatas mu juga dalam jumlah yang banyak, jika levelnya hanya naik sedikit maka itulah yang tidak wajar. Kami pun kembali menuju kota dan hari pun berakhir.