Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 54 : Hate Me


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana kami akan membantu guild milik Elina, Event Party War akan segera dimulai. Seperti biasa, Jessie selalu menyambutku saat aku Log In kedalam game, selama ini aku selalu penasaran, apa saja yang dilakukan oleh Jessie selama aku tidak ada. Dia selalu tepat waktu dalam menyambutku, atau dia memang bisa mengetahui kapan aku akan Log In, tapi zat aku bertanya dia menjawab kalau dia hanya pergi jalan – jalan dan bersenang – senang.


“master ini sudah waktunya...” kata Jessie.


“oh oke... Kita berangkat sekarang... Oh aku baru ingat, apa yang kau dapatkan kemarin saat membuka bolanya..?” tanya ku sambil berjalan keluar.


“aku dapat sebuah cincin... Memangnya kenapa..?” kata Jessie sambil memperlihatkan cincin nya.


“sebuah cincin ya...” kata ku sambil melihat cincin itu.


“kalau master menyukainya maka ambil saja” kata Jessie sambil memberikan cincin itu dan tersenyum kepadaku.


“kalau begitu aku akan memberi mu ini...” kata ku sambil memasang sesuatu dirambut Jessie.


“apa ini master..?” tanya Jessie sambil memegang benda yang aku pasang dirambutnya.


“yah, aku tidak terlalu mengerti nama benda ini, tapi bagaimana menyebutnya ya... Aksesoris rambut, mungkin” kata ku.


“bagitu ya, terima kasih master...” kata Jessie sangat bahagia.


“seharusnya aku yang berterima kasih, tidak mungkin aku memakainya jadi aku menukarnya dengan milikmu” jelasku sambil memasang cincin itu.


“ini lebih baik dari pada aksesoris itu” pikir ku sambil melihat cincin itu yang sudah terpasang ditangan ku.


“master apakah aku terlihat cantik saat memakai ini..?” tanya Jessie menatapku.


“ah, sepertinya kita hampir sampai” sahutku sambil berpura – pura tidak mendengarnya.


“hum... Master jahat sekali...”


Eventnya akan dimulai pada pukul 3 sore, 1 jam sebelum itu kami harus segera berkumpul dulu, tempatnya masih tetap seperti yang kemarin, yaitu diguild milik Elina.


“ah kalian sudah datang, kali ini tepat waktu...” kata Bella saat aku baru saja masuk kedalam.


“hmm...? Sepertinya dia masih marah... Padahal tadi saat disekolah aku sudah menjelaskannya, ya sudahlah” pikir ku saat melihat Elina.


“hei.. Berhentilah menatap My sister seperti itu...” sahut Bella.


“apakah ada peraturannya..? Apakah aku melanggar nya..?” tanya ku.


“memang tidak ada, tapi aku sedikit kesal saat aku melihatmu menatapnya seperti itu” jawab Bella.


“kalau begitu jangan melihatku” kata ku dengan wajah tidak peduli.

__ADS_1


“cih... Laki – laki macam apa kau ini...” kata Bella dengan pelan sambil memalingkan wajahnya.


Aku pun tidak menanggapinya, kemudian aku berjalan menuju kursi yang digunakan untuk rapat dulu. Jessie pun mengikutiku dari belakang, namun tiba – tiba tangannya ditarik oleh Elina.


“hmm..? Masih sama ya...” pikirku saat melihat keatas, banyak anggota Guild yang melihatku.


Kemudian Eririn dan Bella pun mulai duduk, aku baru sadar kalau Elina dan Jessie tidak ada disana. Aku pun melihat – lihat ke sekeliling, namun aku tidak bisa menemukan mereka berdua.


“kalian tahu kemana mereka pergi..?” tanya ku sambil melihat Bella dan Eririn.


Bella pun hnya memalingkan pandangannya, dia terlihat masih marah sedangkan Eririn, dia terlihat kebingungan saat aku menatapnya.


“ah... Eh... Emm... Mungkin diatap” kata Eririn gemetar.


“hah... Apa yang mereka lakukan kali ini..?” pikirku sambil berdiri dan menuju atap.


Disaat yang sama, ketika Elina membawa Jessie keatas.


“kemana kau akan membawaku..?” tanya Jessie sambil melihat kearah Elina.


“kesini..!!” kata Elina sambil membuka pintu diatap guild.


“ada apa..?” tanya Jessie.


“sebenarnya kau itu siapa...? Atau lebih tepatnya kau ini apa..?” tanya Elina.


“ada apa..? Kau pikir aku percaya..? Dulu Hideo bilang kalau kau adalah sebuah NPC dan sekarang kau berkata kalau kau adalah saudara jauh darinya... Jangan bercanda..!!” teriak Elina.


Jessie pun hanya diam, dia tahu masternya akan menyadari kalau mereka berdua tidak ada disana dan akan pergi mencari mereka.


“master cepatlah kemari...” pikir Jessie.


“hei..!! Kenapa kau tetap saja diam..? Jawab aku..!! Apa mau mu sebenarnya..? Katakan..!!” teriak Elina sambil memegang baju Jessie.


“apa jangan – jangan kau cemburu..?” sahut ku tiba – tiba.


“master / Hideo...!!” teriak mereka sambil melihatku.


“untung saja aku cepat menyadarinya dan datang kesini... Jika tidak, mungkin akan ada pertarungan sia – sia antara mereka berdua, padahal sebentar lagi kita akan segera bertarung bersama...” pikirku sambil melihat kelangit. Elina pun melepas Jessie, kemudian Jessie pun berlari kearahku dan bersembunyi dibelakangku, dia kebingungan.


“jelaskan kepadaku yang sebenarnya...!!” kata Elina marah.


“aku tidak paham...” kata ku sambil terus melihat kelangit.

__ADS_1


“apa maksudmu..?” tanya Elina.


“aku bertanya kepadamu, Elina... Kenapa kau menyukaiku...?” tanya ku sambil melihat Elina.


“tentu saja karena kau adalah tunanganku” jawab Elina.


“jadi, jika aku bukanlah tunanganmu apakah kau akan tetap mencintaiku..?” tanya ku.


“mungkin saja...” kata Elina.


“hah... Kalau begitu aku akan membicarakan hal ini kepada ibu ku... Jujur saja aku juga tidak menyukai tapi bukan berarti aku membencimu... Hanya saja kita akhiri saja hubungan kita ini, aku tidak ingin seperti ini terus” jelasku sambil kembali menatap langit.


“kau serius berkata seperti itu..? Kenyataannya sekarang kau adalah tunanganku dan kini aku menyukaimu...!! Tidakkah kau mengerti perasaanku..!!” teriak Elina.


“perasaan..? Pernahkah kau ditinggalkan temanmu..?” tanya ku.


“semua orang pasti pernah” jawab Elina.


“bagaimana perasaanmu..?” tanya ku lagi.


“itu... Menyakitkan, tapi meskipun begitu aku akan mencarinya kembali” kata Elina dengan serius.


“kalau begitu, bersiaplah kali ini bukanlah temanmu yang akan meninggalkanmu, tapi orang yang kau cintai... Aku sudah lama merasakannya, mungkin sebentar lagi kau tidak akan bisa berbicara seperti ini lagi denganku, tidak hanya dirimu saja tapi mungkin semua orang...” kata ku.


“apa tidak mengerti apa maksudmu..?” tanya Elina.


“hampa adalah rasa yang paling menyakitkan, aku tidak mau kau merasakan hal itu, jadi lebih baik kau mulai membenciku mulai dari sekarang...” jawabku.


“jangan bercanda..!! Jangan bercanda... Kenapa malah seperti ini...? Hatiku hancur...” kata Elina sedih.


“Hei kenapa kalian lama sekali...?” tanya Bella yang menyusul kami diatap.


Kemudian Bella pun melihat Elina menangis, Bella pun terkejut, ekspresinya marah, dia memandangku dengan tatapan tajam. Aku pun menatapnya, aku hanya diam, ekspresiku datar namun perasaanku sedih, Jessie pun memegang tanganku dengan erat, dia sangat ketakutan.


“kau adalah laki – laki terburuk yang pernah aku temui” kata Bella sambil berlari menuju Elina.


Bella pun memeluk Elina dengan erat, dia berusaha untuk menenangkannya, sedangkan aku hanya berdiri terpaku disana, aku pun kembali menatap langit.


“pergilah kami tidak lagi membutuhkan bantuanmu... Kami akan mencari pengganti mu, meskipun keadaannya seperti ini, tapi menurutku lebih baik seperti ini dari pada mendapatkan bantuan dari orang seperti mu..!!” kata Bella sangat marah.


Aku pun menghela nafas panjang, hembuskan angin menerpa diriku, aku merasa bersalah namun akan lebih menyakitkan bagiku kalau hal itu akan benar – benar terjadi.


“jadi lebih baik kalau aku menjadi seseorang yang sangat buruk...” pikirku.

__ADS_1


Kemudian aku pun menatap Bella dan Elina, aku membuatkan tekadku dan berkata.


“kau benar, aku adalah laki – laki yang sangat buruk, mungkin yang paling buruk... Karena itulah... Bencilah aku... Aku akan merasa senang kalau kalian membenciku... Kita pergi Jessie...” kata ku sambil meninggalkan mereka.


__ADS_2