Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 34 : The Legend of the Princess and the Dragon


__ADS_3

Dahulu kala ada sebuah kerajaan yang sangat indah, kuat dan dihormati oleh banyak kerajaan lain, kerajaan itu adalah kerajaan Acean. Raja dari kerajaan itu adalah seorang yang paling dihormati oleh rakyatnya, dia begitu baik hati dan gagah dimana pun dia berada. Dia pun disebut – sebut sebagai raja yang paling hebat dari semua raja, seorang raja yang sempurna. Bertahun – tahun menjadi raja, dia tidak pernah sekali pun mengenal yang namanya cinta, dia pun bahkan tidak percaya adanya cinta sejati hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang putri dari kerajaan Varecan. Untuk pertama kalinya dia menjadi gugup, jantungnya berdetak sangat kencang bahkan lebih kencang dari pada saat dia bertarung dan hampir mati. Raja itu bertanya – tanya kepada para petinggi kerajaan.


“apakah yang aku alami ini adalah karena sebuah penyakit atau kutukan..?”


Para petinggi kerajaan itu saling menatap satu sama lain dan salah satu dari mereka menjawab


“benar... Itu adalah penyakit sekaligus sebuah kutukan”

__ADS_1


Sang raja pun terkejut dan sangat ketakutan saat mendengar jawaban para petinggi, raja pun bertanya lagi.


“jika ini adalah penyakit bagaimana cara menyembuhkannya..? Lalu jika ini adalah kutukan bagaimana cara mengangkatnya..?”


Para petinggi menjawab


“yang mulia, ini adalah sebuah penyakit yang dinamakan cinta, hati anda akan terasa gelisah saat tidak bersamanya namun saat berada didekatnya anda akan merasa nyaman... Ini juga disebut sebuah kutukan karena jika yang mulia tidak bisa menggapaimya maka yang mulia bisa saja mati dan satu satunya cara untuk mengangkat kutukan ini adalah... Miliki dia, nikahi dan sayangi dia”

__ADS_1


Beberapa bulan pun berlalu sang ratu pun hamil, kabar ini mulai tersebar diseluruh kerajaan, semuanya merasa gembira dan mulai mengadakan pesta, alam pun seakan – akan juga ikut berbahagia, selama masa mengandungnya tidak ada sebuah bencana pun yang melanda kerajaan itu, cuacanya selalu cerah dan hangat. Kini saat nya sang ratu melahirkan, cuacanya kini mulai berubah, dimasa persalinannya yang sangat menyakitkan tetesan air mulai jatuh dari langit, alampun ikut berbagi rasa sakitnya. Kemudian cahaya pun keluar dari balik awan, menyinari istana tempat sang ratu melahirkan, semua orang pun menganggap ini adalah sebuah keajaiban, sang dewi telah turun dari dari surga untuk memberkati anak sang ratu. Seorang anak perempuan akhirnya terlahir, dia bahkan sudah memancarkan auranya sejak baru lahir, aura dari seorang yang diberkati oleh dewi. Sebagai peringatan kelahiran putri nya, raja pun mengadakan pesta yang sangat besar, sang raja juga menanam sebuah pohon disebuah taman pribadinya didalam istana.


5 tahun berlalu, tiap hari didalan istana itu diwarnai dengan canda tawa. Tingkah lakunya yang imut membuat semua orang bahagia, semua mencintai putri itu. Suatu hari saat sang putri sedang bermain didalam taman pribadi raja, dia melihat ada sebuah pohon yang sangat indah. Raja pun memberitahunya pohon apa itu dan mengapa pohon itu ditanam disitu, raja itu juga menceritakan kisah cintanya. Sang putri sangat menyukai cerita raja, dan dia berkata bahwa kalau suatu hari nanti dia akan bertemu dengan cintanya disebuah tempat yang sangat indah seperti disurga, raja pun mendukungnya sambil tertawa. Putri itu pun marah dan berlari kearah pohon, ketika dia ingin bersembunyi dibalik pohon dia menemukan sebuah benda. Dia bertanya kepada sang raja mengenai benda yang dia dapatkan, raja pun menjelaskan kalau benda yang dibawa sang putri adalah sebuah telur naga, akhirnya sang putri pun memutuskan untuk merawatnya, namun sang raja sempat tidak memperbolehkannya tetapi dia menyerah. Satu bulan telah berlalu telur itu pun menetas, bayi naga mungil pun muncul dari dalam telur itu, sang putri sangat senang, dia terus merawat dan mengajak naga itu bermain setiap hari.


Bertahun – tahun berlalu sang putri kini sudah dewasa, wajahnya cantik melebihi ibunya, dia mewarisi ilmu pengetahuan milik ayahnya, sebuah keluarga yang sangat harmonis dan penuh kebahagiaan. Bayi naga itu pun kini sudah menjadi seekor naga yang sebenarnya, sisiknya berwarna putih, memiliki tubuh yang besar dan terlihat gagah. Sekarang sudah waktunya bagi sang putri untuk mencari calon pasangan hidupnya, semua pangeran dari berbagai kerajaan datang untuk melamar, namun tidak ada satupun yang diterima. Sang putri sudah menjelaskan kepada ayahnya kalau dia masih ingin mendapatkan cintanya seperti yang dikatakan saat kecil, karena sang raja sangat menyayangi sang putri, akhirnya sang raja menyetujui putrinya. Sang raja pun meminta maaf kepada semua pangeran yang telah datang untuk melamar putrinya, namun salah satu pangeran tetap bersikeras untuk melamar dan berakhir diusir dari kerajaan. Pangeran itu sangat marah, dia menghasut semua pangeran yang datang kekerajaan itu saat para pangeran pulang. Dia membuat sebuah cerita yang membuat sang putri terlihat jahat, dia juga menyebarkan sebuah berita yang dia dengar dijalan saat didalam kerajaan, dia berkata kalau sang putri merawat seekor naga untuk menakuti rakyatnya. Semua pangeran yang mendengar hal itupun dengan bodohnya mempercayai cerita itu, mereka mulai mendeklarasikan perang kepada kerajaan itu, sebuah kerajaan melawan puluhan kerajaan dimulai.


Perang pun terjadi selama bertahun – tahun sudah beberapa kali sang pangeran jahat mencoba bernegosiasi namun ditolak, akhirnya sang pangeran jahat mengumpulkan banyak penyihir diseluruh benua untuk mengutuk kerajaan itu. Kepala raja akan tertancap ditombak dan diatas sungai merah, sang ratu akan bermandian api dan sang putri akan menua dimulai dari rambutnya, wajahnya hancur dan tubuhnya akan merasakan rasa sakit dari ribuan prajurit yang mati saat pertempuran ini, dan kerajaannya akan menghilang dari catatan sejarah.

__ADS_1


Akhirnya kutukan pun terjadi secara berurutan, pertama sang raja telah mati dan disusul oleh sang ratu, kini saat nya sang putri namun saat rambutnya mulai memutih naga yang dirawat sang putri menggunakan kekuatannya untuk melawan kutukan itu. Karena tidak ada yang tahu cara untuk mengangkat kutukan itu, naga itu pun membekukan sang putri disebuah kristal dan kutukan itu pun berhenti. Sang dewi pun turun dan berkata, Untuk melenyapkan kutukan ini sang naga harus melakukan sebuah pengorbanan makhluk kuno. Kemudian sang naga berpikir untuk mengorbankan hidupnya, sang putri telah merawatnya sejak kecil sekarang adalah saatnya balas budi. Dia menempatkan kristal itu disebuah pohon tempat sang putri menemukan sang naga saat masih menjadi telur.


Ratusan tahun telah berlalu kini sang naga sudah menjadi seekor naga kuno. Selama ini naga itu telah membunuh ribuan orang yang ingin menghancurkan kristal itu, setiap hari selama itu juga sang naga menangis, hingga tetesan air matanya menciptakan sebuah telaga. Kini sudah saatnya untuk sang putri bangun, sang naga mengorbankan hidupnya dan akhirnya sang putri terbebas dari kutukan, sang naga akhirnya mati. Meskipun telah terbebas namun rambut sang putri tetaplah memutih. Sang putri melihat naga itu dan mulai menangis, naga itu berusaha tetap hidup untuk mengorbankan hidupnya kepada sang putri didalam kepalanya dia terus berkata “ini masih belum saatnya aku mati, aku masih mempunyai tujuan dan aku tidak akan pernah mati sebelum tujuanku tercapai”, meskipun naga itu adalah sebuah hewan, namun hewan juga memiliki sebuah tujuan. Sang putri pun mencium naga itu, lalu naga itu mulai bersinar dan menghilang, perlahan muncul sisik naga ditubuh sang putri namun sang putri hanya tersenyum. Sekarang sang putri memutuskan untuk tetap berada didalam kerajaannya yang telah hancur, dia akan tetap disana meskipun harus menunggu ribuan tahun sampai akhirnya ada seseorang yang mengajaknya melihat sebuah surga dan menjadi cinta sejatinya.


__ADS_2