Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 76 : Misinterpreted


__ADS_3

“Akiko kenapa kau disini..?” tanya White.


“eh..? Bukannya kau adalah kakak..?” tanya ku kebingungan.


“hah... Apa maksudmu...? Cepat kembalilah dan rawat Hideo, rapatnya sudah selesaikan..?” tanya White.


“akulah yang seharusnya bertanya, apa yang kau maksud itu..? Jangan bercanda kakak..” kata ku sambil menatapnya.


“kakak...? Siapa yang kau sebut kakak..?” tanya White.


“eh... Dari tadi aku memang tahu kalau yang memainkan aku Hideo adalah orang lain, tapi siapa dia..?” pikir Elina sambil menatap White.


“ma-master... Siapa wanita ini..?” tanya Jessie kepada White.


“wanita...? Oh iya, aku baru ingat... Kalau aku sekarang memakai karakter wanita milik kakak” pikir ku sambil melihat penampilan ku.


“dia... Dia adalah kakak ku” jawab White.


“aku tidak mengerti..” sahut Jessie.


“yah, kau tahu kan... Sebenarnya aku mempunyai seorang kakak perempuan, dan dia juga bermain game ini...” jelas White dengan wajah kebingungan.


“dan dia adalah kakak mu..?” tanya Jessie sambil menunjuk kearahku.


“ya, dia adalah orangnya” sahut White sambil menatapku.


“setelah semua yang terjadi selama ini kau masih berkata seperti itu ya...” pikir Elina yang terheran – heran.


“kakak... Cepat keluar aku ingin segera bermain menggunakan akun ku...” sahut ku.


“kalau kau ingin bermain pakai saja akun mu itu, aku malas keluar... Ah, tapi untuk sekarang tolong jaga Hideo dulu...” kata White.


“sudah aku bilangkan, apa maksudmu itu..?!! Aku adalah Hideo, aku sudah sadar sekarang jadi cepatlah keluar...” sahut ku.


“aku tahu kalau kau sangat menyayangi adikmu itu, namun tidak perlu sejauh ini kan..?” tanya White.


“lalu kenapa kau tidak memastikan nya sendiri kalau aku sudah sadar..?” tanya ku.


“hei...!!” panggil Jessie sambil berjalan kearahku.


“oh Jessie, kenapa..? Aku sedang sibuk kali ini” sahut ku sambil menatap Jessie yang terus berjalan kearahku.


“aku akan memberitahu mu sesuatu..” kata Jessie sambil memegang pundakku.


“apa itu...? Katakan saja” sahut ku sambil menatap Jessie.


“jangan pernah coba – coba mengaku sebagai master ku sialan..!!” kata Jessie mengintimidasi.


Saat itu Jessie sangatlah marah, dia menatapku dengan sangat tajam, aku bahkan bisa merasakan aura membunuhnya. Kepribadian nya berubah, dia berbanding terbalik dengan Jessie yang aku kenal dulu, entah mengapa dia terlihat sangat kejam dan menakutkan.


“tatapan itu..” kata ku dengan badan yang bergetar.


“apa...?! Kau sudah mengerti kan..? Aku tidak peduli, apakah kau adalah kakak dari master ku atau yang lainnya... Namun satu hal yang tidak boleh kau lakukan, yaitu mencoba menjadi master ku...!!” kata Jessie yang masih menatapku dengan tajam.

__ADS_1


“heh... Hahaha...!!” suara ku tertawa.


“kenapa kau malah tertawa..? Apakah ada yang lucu dari kata – kata ku sebelumnya...?!” tanya Jessie sambil menahan amarahnya.


Aku pun sedikit tersenyum saat mendengar pertanyaan nya dan Jessie pun hanya kebingungan ketika melihatku tersenyum. Kemudian dengan cepat aku menarik tangannya dan membawanya kedalam sebuah gang.


“hei... Kau mau membawaku kemana..? Lepaskan aku, jika tidak maka aku akan memotong tanganmu..!!” kata Jessie marah.


*Baamm.... Suara pukulan ku, aku pun memukul tembok dan menyudutkan Jessie disana.


“tatapan mu yang sebelumnya...” kata ku.


“kenapa..? Kau tidak menerimanya...? Kau ingin bertarung denganku..? Dengar meskipun level kita berbeda sangat jauh, tapi aku tidak akan pernah takut karena...” sahut Jessie.


“aku selalu mendukung mu...” sahut ku memotong.


“hah..? Aku tidak butuh dukungan mu..!!” teriak Jessie yang semakin marah.


“... Aku akan melindungimu dan kau akan melindungiku, dengan begitu kita akan menjadi yang terkuat...” lanjutku.


“eh..!! Kata – kata itu...” kata Jessie terkejut.


“apakah kau menyadari sesuatu..?” tanya ku sambil menatapnya.


“jangan – jangan kau adalah...” kata Jessie dengan badan yang mulai bergetar.


“ya, aku kembali...” sahut ku.


“ma-master... Maaf” kata Jessie sambil melihat kebawah.


“seharusnya aku tidak melakukan hal itu...” jawab Jessie.


“tatapan mu tadi... Aku menyukainya” kata ku.


“eh...” kata Jessie terkejut.


“aku lebih menyukai dirimu waktu itu dari pada diri mu yang cengeng dulu” lanjutku.


“ma-master... Huwaaa...” kata Jessie yang mulai menangis.


“hentikan itu bodoh... Bukan berarti aku membenci diri mu yang dulu, tapi bukankah sekarang kau sudah terlihat lebih berani..?” tanya ku sambil memeluknya.


“aku bingung...” sahut Jessie.


“kenapa..?” tanya ku.


“apakah aku harus senang atau sedih..? Sebenarnya aku tidak mau master melihat diriku seperti yang tadi...” jawab Jessie.


“aku juga bingung” sahut ku.


“master juga bingung, kenapa..?” tanya Jessie.


“aku tidak tahu harus menjawabnya apa... Tapi, lihatlah aku sekarang, aku kembali... Yah, meskipun aku tidak menyangka kalau kau akan berubah padahal ini masih beberapa waktu sejak aku terakhir kali bermain” jawab ku.

__ADS_1


“beberapa waktu..? Apakah 3 hari sesingkat itu bagi master..?” tanya Jessie sambil menatapku.


“hah..? 3 hari..?” tanya ku.


“aku sudah menunggu master selama 3 hari penuh... Apakah master mengerti apa yang aku rasakan selama itu..?” tanya Jessie marah.


“jadi begitu... Maaf, aku kira aku hanya pingsan beberapa jam saja” jawab ku.


“kau membuatku khawatir... Aku rindu” kata Jessie.


“hah... Itu merepotkan” sahut ku.


“tapi aku tidak menyangka kalau master akan memakai akun orang lain... Terlebih menggunakan karakter wanita..” kata Jessie.


“hentikan itu... Aku merasa sangat malu sekarang” kata ku sambil menahan malu.


“hehehe... Aku bisa membayangkan wajahmu yang malu” sahut Jessie.


“kau sedang mengejekku ya... Dasar” kata ku sambil mencubit pipi nya.


“master... Ini sakit..” kata Jessie.


“tapi ini tidak sesakit.... Guhuukkk..!!” kata ku sambil tersenyum namun tiba – tiba aku merasakan ada seseorang yang memukul ku.


“master..!! Ada apa..? Kalau masih sakit lebih baik segera beristirahatlah... Aku sudah puas bisa bertemu denganmu walau hanya sesaat saja, jangan khawatirkan aku” kata Jessie sambil membantuku.


“tidak apa – apa, ini adalah sebauh panggilan ke dunia nyata... Ngomong – ngomong, karena sekarang kau menjadi lebih berani, maka sepertinya aku harus melatihmu lebih keras” kata ku didekat telinganya.


“umm... Master, kau jahat” kata Jessie sambil memejamkan mata nya menahan geli.


“baiklah kalau begitu katakan saja pada kakakku untuk segera Log Out” kata ku sambil mencari tombol Log Out.


“baiklah” sahut Jessie sambil tersenyum kepadaku.


Kemudian aku pun langsung keluar dari game. Aku sedikit terkejut saat aku baru saja melepas perangkat itu, didepan ku kini ada ibuku dan ayahku yang sedang molotot kearahku.


“aku sudah baik – baik saja... Ha.. Ha.. Ha” kata ku sambil memalingkan wajahku.


“lalu..?” tanya ayahku.


“... Aku melihat kakak sedang bermain menggunakan akun ku jadi...” jawab ku.


“kau menggunakan akun kakak mu untuk memintanya keluar..?” tanya ayahku.


“yah, begitulah” jawab ku.


“tapi sepertinya kau salah sangka...” sahut ayahku.


“hah..? Apanya..?” tanya ku kebingungan.


Kemudian ibuku melepas ikatan rambutnya, kini rambutnya terurai kebawah. Ibuku dan kakakku memang sangat mirip, namun jika diperhatikan lebih dekat maka akan terlihat perbedaannya. Ibuku memiliki sebuah tahi lalat disamping matanya sebelah kanan sedang kan kakakku tidak mempunyai nya.


Mereka berdua sama – sama memiliki rambut yang berwarna hitam, panjang dan lurus kebawah. Hanya saja ibuku lebih suka mengikat rambutnya sedangkan kakakku sebaliknya. Karena kakakku tadi sedang menggantikan ibuku, maka dia mengikat rambutnya agar terlihat seperti ibuku sedangkan ibuku selalu menguraikan rambutnya ketika dia akan tidur.

__ADS_1


“sekarang bagaimana kalau kau menjelaskannya lebih dulu...” kata kakak ku.


“ah, yah...” kata ku sambil tersenyum terpaksa.


__ADS_2