Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 74 : The Traitor


__ADS_3

Setelah aku mengetahui kalau kakakku sedang bermain menggunakan perangkat, aku pun memutuskan untuk menemui nya lewat game menggunakan perangkatnya. Sekarang aku sudah berada didalam game, aku sedikit terkejut ketika aku baru saja masuk, aku muncul disebuah ruangan yang cukup luas, banyak senjata dan juga armor terpajang disana.


Kemudian aku memutuskan untuk melihat – lihat sebentar, banyak senjata yang tidak aku ketahui disana, mungkin saja kakakku yang membuatnya desain nya sendiri. Setelah cukup lama aku melihat, peringkat terkecil disini adalah peringkat A sedangkan yang paling tinggi adalah peringkat SSR. Aku ingin mengambil item tingkat SSR itu namun karena tidak cocok dengan Role ku, aku pun mengabaikannya.


Aku pun kembali berjalan mencari pintu keluar, karena tempatnya cukup luas jadi aku memerlukan sedikit waktu untuk menemukannya. Saat aku sedang berjalan menuju pintu itu, aku pun sadar kalau aku telah melewati sebuah kaca yang sangat besar, aku pun langsung kembali untuk melihat penampilan ku saat ini, dan saat itulah aku sangat terkejut.


“hmm.. Gadiis, wajah cantik, rambut hitam panjang, cukup tinggi, tubuh proporsional, dan penampilan menggoda, ini terlihat seperti biasanya, namun.... Apa – apaan dengan telinga dan ekor kucing ini...!!” teriakku terkejut.


“kalau orang lain mungkin aku tidak peduli tapi ini adalah kakakku... Selama ini aku bahkan tidak pernah melihat dia menyentuh seekor kucing ataupun hewan lainnya, namun aku baru tahu kalau dia menyukai kucing... Bukannya aku tidak menyukai atau yang lainnya, tapi sepertinya ini cukup imut...” kata ku sambil melihat baik – baik penampilanku.


“mau bermain bersama kakak..?” kata ku sambil berpose seksi didepan kaca.


“sudah aku duga ini sangat tidak cocok... – 1000 poin, selanjutnya...” pikirku.


“ggrrrrr... Kenapa kau terus melihatku...?! Mau aku bunuh..?!!” kata ku dengan wajah mengintimidasi.


“hmm... Ini lebih cocok... +100 poin... Baiklah kita hentikan sampai disini, hmm..” pikirku, tiba – tiba aku teringat Jessie.


“ma-master...” kata ku sambil menirukan ekspresi Jessie saat meminta sesuatu.


“imutnyaaaaa...!!! Ini sempurna..!! Aku bahkan sampai dibuat merinding dengan ekspresi ku sendiri” pikirku.


“baiklah, cukup sampai disini... Ah, yang terakhir itu +1000 poin..” kata ku sambil menuju pintu keluar.


Aku pun langsung keluar dari rumah itu, dari luar rumah itu terlihat kecil namun berbeda saat sudah didalam, itu juga terlihat biasa saja. Aku pun langsung berjalan menuju rumahku, sebenarnya aku mau menggunakan teleportasi namun saat aku melihat kedalam Map, ternyata kakakku belum pernah kedaerah sekitar rumahku, dia hanya memasang ditempat – tempat yang sangat penting saja.


Disaat yang sama, didalam rumahku.


“master syukurlah kau baik – baik saja...” kata Jessie sambil terus memeluk White. (karena gw bingung mau nyebut orang yang pakek akun Hideo siapa, jadi gw sebut White aja)


“hei... Bagaimana kalau kau lepaskan dulu pelukanmu itu..?” tanya White.


“sebentar lagi... Aku masih rindu...” jawab Jessie.


“hah... Baiklah, hanya sebentar ya...” kata White.


“bagaimana keadaanmu sekarang..?” tanya Elina.


“ah yah, aku sangat baik hari ini... Beberapa hari lagi mungkin aku sudah sembuh sepenuhnya” jawab White sambil menatap Elina dan sedikit tersenyum.

__ADS_1


“bagitu ya... Syukurlah” kata Elina.


“ya, syukurlah...” sahut White.


“lalu bagaimana keadaan master..?” tanya Jessie pelan.


“hah..? Kau mengatakan sesuatu..?” tanya White sambil menatap Jessie.


“ah tidak, mungkin master salah dengar...” sahut Jessie.


“benar juga ya... Hahaha” kata White sambil berpura – pura tertawa.


“jadi hari ini kita akan pergi kemana master..?” tanya Jessie.


“bagaimana kalau kita jalan - jalan hari ini..?” tanya White balik.


“hmm...? Master, kau tidak seperti biasanya ya... Aku baru tahu kalau master suka jalan – jalan, apakah kepalamu baik – baik saja..?” tanya Jessie.


“sudah aku bilang baik – baik saja kan..? Mungkin karena aku sudah 3 hari berada dirumah sakit, meskipun rasanya hanya sedang tertidur beberapa jam saja sih... Tapi aku merasa bosan” jawab White.


“ah..!! Bagaimana kalau kita berangkat sekarang..?” sahut Elina.


“sudah – sudah, ayo kita berangkat saja sekarang...” kata White.


“gawat... Jika diamati dari kata – katanya tadi, sepertinya Jessie juga sudah sadar...” pikir Elina sambil terus melihat Jessie.


“ada apa..?” tanya Jessie yang sadar kalau dirinya sedang diawasi oleh Elina.


“tidak apa – apa... Kau ternyata sangat menyukai master mu ya...” kata Elina sambil memalingkan wajahnya.


“tentu saja, ngomong – ngomong dimana wanita itu..?” tanya Jessie sambil melihat ke sekeliling.


“Lili maksudmu..? Saat kau sedang asik – asiknya memeluk Hideo, dia berkata “aku ada urusan sebentar, tolong beritahu yang lainnya jika mereka mencariku” begitulah” jawab Elina.


“jadi begitu, baiklah kita berangkat sekarang...” kata Jessie yang tiba – tiba bersemangat.


“ya..!!” sahut Elina dan White bersamaan.


Disisi lain, aku pun sekarang sudah berada didalam kota, kurang beberapa menit lagi untuk sampai dirumah ku.

__ADS_1


“mungkin ini hanya perasaanku saja, namun entah mengapa banyak Player ketika aku lewat mereka selalu menatapku dengan pandangan mesum... Kalian serius menatapku seperti itu..? Aku laki – laki loh...” pikirku sambil melirik kearah Player itu.


“hei kakak cantik yang disana...!! Bagaimana kalau kita bermain – main sebentar...?” tanya seorang Player yang mencoba menggodaku.


“hei..!! Ternyata serius ya...?!!” pikirku sambil mempercepat langkahku.


“tunggu nona... Kenapa kau terburu – buru..? Mari kita bermain – main sebentar saja” kata Player itu.


“jadi seperti ini rasanya menjadi seorang gadis yang sedang digoda...” pikirku.


“hei.. Jawab dulu” kata Player itu sambil menghadang jalanku.


“dengar ya... Sekarang ini aku akan...” kata ku sambil melihat wajah Player itu.


Aku pun baru menyadarinya, wajah seseorang yang aku benci, seseorang yang aku sebut sebagai teman. Aku pun terdiam sebentar, Player itu pun kebingungan saat itu, dia mendekatkan wajahnya.


“kau baik – baik saja..?” tanya Player itu.


Aku pun teringat saat aku dulu dikhianati oleh mereka, dan Player ini adalah Player yang berduel dengan ku waktu itu, namanya adalah Endou.


“akan...” kata ku sambil tersenyum kecil.


“heeeiii..” panggil Endou.


“akan... Membunuh mu..” kata ku pelan sambil menyerang Endou dengan tendanganku.


Endou pun terkejut, namun dia berhasil menghindari serangan ku, dia melompat kebelakang. Aku pun mengangkat senjata kakakku kedepan, tangan kiriku memegang sarung katana nya sedangkan tangan kanan ku memegang pedangnya. Bersamaan ketika aku menarik pedangnya, aku pun langsung berlari menyerang Endou.


“kau agresif sekali nona...” kata Endou yang masih menggoda.


Aku sengaja mengayunkan pedangku dari samping dan Endou pun dengan mudah menghindarinya, dia pun kembali melompat. Aku sudah memperkirakan hal ini jadi aku menambahkan kecepatan ku dan langsung memegang kaki Endou.


“apa..!!” kata Endou yang terkejut.


“mau kemana kau...?” tanya ku mengintimidasi.


Kemudian aku menarik kaki Endou kebawah dan langsung menebasnya. Aku pun berhasil menebasnya, dia pun langsung menjauh dan mengeluarkan senjatanya.


“BLADE DANCE..!!”

__ADS_1


Tepat saat Endou mengeluarkan senjatanya saat masih berada diudara, tiba – tiba ada seseorang pun menyerangnya. Aku terkejut saat melihat orang itu, orang itu adalah....


__ADS_2