Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 62 : She is a Girl


__ADS_3

“biarkan aku membantumu..” kata gadis itu.


“ah itu tidak perlu... Aku akan mencarinya sendiri” kata ku.


“jangan dipikirkan, lagi pula aku sedang senggang hari ini” sahutnya sambil menatapku.


“senggang..? Bukannya kau tadi terlihat seperti sedang menunggu seseorang..?” tanya ku.


“yah, mungkin saja dia tidak datang” jawabnya.


“dia..? Pacarmu..?” tanya ku.


“hah..!! Tentu saja bukan... Dia adalah orang yang paling licik didunia, dia selalu menjebakku dan membodohi ku...” jawabnya.


“itu salahmu karena selalu termakan jebakan ku dan sepertinya kau benar – benar bodoh..” pikirku sambil melihatnya.


“jadi siapa dia..?” tanyaku.


“nama karakter nya White, namun nama aslinya aku tidak tahu... Kalau saja dia datang hari ini, aku akan menghajarnya...!! Akan aku pukul wajahnya sampai hancur..!!” teriak gadis itu.


“ini tidak bagus... Orang – orang disekitar mulai melihat kami... Hentikan, jangan tatap aku seperti itu” kata ku sambil melihat orang – orang.


“dia pasti seorang cheater... Dia menggunakan cheat agar bisa menghindari seorang itu...!!” sambungnya lagi.


“jadi apa alasan kalian bertemu...?” tanya ku.


“hah... Aku kalah taruhan dan taruhannya adalah akun masing – masing...” jawab gadis itu dengan nada serius.


“hmm..? Kau kenapa..?” tanya ku.


“tidak apa – apa, ngomong – ngomong dari mana kau tahu kalau aku adalah Ricoris..?” tanya gadis itu.


“ah yah... Kau tahu kan...” kata ku sambil berusaha mencari sebuah alasan yang tepat.


“aku...? Aku tidak tahu” sahut gadis itu.


“bukan itu maksudku...” kata ku sambil menatapnya.


“hahaha... Kau lucu sekali” kata gadis itu saat melihatku.


“ah... Aku mempunyai seorang teman, dia adalah penggemarmu... Setiap kai kau bertarung dia selalu datang melihatmu, mungkin karena terlalu mengagumi mu dia mulai menyelidiki identitas aslimu lalu dia memberitahuku ketika dia berhasil menemukan indentitas aslimu..” kata ku dengan penuh percaya diri.


“mau bagaimana lagi, menjadi orang yang populer itu sangatlah berat... Dan namamu..?” sahut gadis itu.


“namaku Hide... Panggil saja Hide..” jawabku.


“hampir saja..!!” pikirku.


“Hide ya... Namaku adalah Amari Isumi panggil saja Isumi.. Salam kenal, semoga kita bisa akrab” kata gadis itu.


“ya, salam kenal” sahut ku.


“oh iya, tunggu sebentar” kata Isumi yang tiba – tiba berlari menuju kedalam sebuah toko baju.

__ADS_1


“ah, ya...” sahut ku.


“ini kesempatanku... Aku harus pergi..!!” pikirku.


Setelah aku merasa situasinya sudah aman untuk pergi, dengan cepat aku langsung berlari meninggalkan tempat itu. Namun sebelum aku pergi, aku memberitahu seseorang yang kebetulan sedang berjualan disana. Beberapa menit pun berlalu dan kini Isumi pun keluar dari toko baju.


“hmm..? Dimana dia..?” kata Isumi sambil melihat ke sekeliling.


“hei... Apakah kau tadi melihat laki – laki yang ada disini..?” tanya Isumi kepada pedagang itu.


“ya, katanya tadi kalau ada seorang gadis yang mencarinya, dia menyuruhku untuk memberitahunya kalau dia sudah pulang duluan” jawab pedagang itu.


“hah.. Padahal aku sedang ganti baju tadi...” kata Isumi kecewa.


“hei... Jangan bilang kalau kau adalah gadis yang dia maksud...” kata pedagang itu yang terkejut dengan kata – kata Isumi.


“memangnya kenapa..?” tanya Isumi.


“bohong..!! Kau tidak terlihat seperti seorang gadis...!!” kata pedagang itu.


“aku hanya berpakaian seperti pria dan menggunakan sedikit Make Up..!!” sahut Isumi marah.


“menggunakan sedikit Make Up katamu...!! Kau... Kau gadis yang menyeramkan..!!” sahut pedagang itu kembali.


“dia menjadi laki – laki..!!” teriakku dalam hati saat melihat Isumi dari kejauhan.


Kemudian dengan kecepatan secepat kilat, aku pun berlari menjauh, semakin jauh dan semakin jauh. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah taksi lalu bergegas pulang dan saat sampai dirumah aku langsung Log In kedalam game.


“selamat datang kembali master...” kata Jessie menyambutku.


“ternyata kau memang selalu menyambutnya ya..” kata Bella sambil menatap Jessie.


“tentu saja” jawab Jessie singkat.


“Jessie ayo berangkat” kata ku sambil berjalan menuju pintu keluar.


“kalian mau kemana..?” tanya Elina.


“ke Dungeon... Aku ingin melupakan suatu hal yang baru saja aku ketahui hari ini” jawab ku.


“aku ikut..!!” sahut Lili.


“aku menolak” kata ku.


“hoo.. Sepertinya menarik” sahut Bella.


“memangnya apa yang terjadi..?” tanya Elina sambil menatapku.


Aku pun menghentikan langkahku ketika sampai didepan pintu, kemudian aku menatap Elina dengan wajah serius.


“Ricoris... Dia adalah seorang perempuan..!!” kata ku sambil membuka pintu, namun mataku masih menatap Elina.


“eh... Apa...!!!” teriak semua orang.

__ADS_1


“bagiamana bisa...?!” tanya Elina.


“itu tidak mungkin...!! Jangan bercanda..!!” teriak Bella.


*kreek... Suara pintu tertutup.


“ah... Dia pergi..!!” kata Lili.


“kejar dia..!!” sahut Bella sambil berlari menuju pintu.


“tunggu aku” kata Elina mengejar Bella.


“aku tidak ikut” kata Eririn yang sedang duduk disofa.


“apa yang kau katakan, ayo pergi..!!” teriak Lili sambil menarik tangan Eririn.


Aku dan Jessie pun langsung menggunakan teleportasi menuju kedalam Dungeon. Hari ini aku ingin menyusul Jessie, dia sudah mencapai level 10 sedangkan aku baru mencapai level 3. Meskipun Jessie bisa langsung berteleportasi ke lantai 10 namun aku hanya bisa mencapai level 3, karena aku belum mengaktifkan batu teleportasi dilantai yang lebih tinggi dari itu.


“hah... Baiklah, kita lakukan seperti di Dungeon dikota pertama” kata ku sambil menatap pintu masuk ke level 4.


“dimengerti” sahut Jessie.


“oh iya, bagaimana cara mu melawan Floor King setiap lantai sendirian..?” tanya ku sambil berlari masuk kedalam.


“aku hanya melawannya seperti biasa” jawab Jessie yang mengikutiku dari belakang.


“biasa..? Apakah sekarang Floor King menjadi lemah..?” tanya ku.


“yah, mungkin saja mereka yang terlalu lemah atau aku yang terlalu kuat... Hehe” jawab Jessie sombong.


“bagitu ya... Sepertinya kau sekarang sudah menjadi kuat” kata ku.


“hehe... Berarti waktunya untuk mendapat hadiah lagi” kata Jessie senang.


“ya, hadiahnya adalah berlatih sampai kau tidak dapat bergerak lagi” kata ku sambil menatap tajam kearah Jessie.


“Master...” kata Jessie sambil melihatku.


“Groooww” teriak seekor monster yang menghadang Jessie.


“kenapa kau muncul disaat – saat seperti ini..!! Jangan ganggu kami..!!” teriak Jessie dalam hati sambil menyerang monster itu dengan kekuatan penuhnya.


*BOOOM suara serangan Jessie.


“hoo... Sepertinya dia benar - benar menjadi kuat... Untuk menyerang monster lemah seperti ini, dia tidak menggunakan kekuatan penuhnya kan..?” pikirku saat melihat serangan Jessie.


“baiklah, master kita lanjutkan lagi” kata Jessie mendekati ku.


“ternyata serangan biasa mu sekuat ini ya” kata ku sambil kembali berlari.


“eh... Ah yah, seperti itulah” kata Jessie yang masih bingung dengan kata – kata ku.


“kalau begitu aku nanti tidak perlu menahan diri lagi” kata ku.

__ADS_1


“tentu saja” sahut Jessie.


Dengan cepat kami pun mulai melakukan pembersihan, semua monster yang kami temui disepanjang jalan dilantai 4 langsung kami bunuh. Tidak ada masalah apapun dalam menaklukkan lantai 4 ini, bahkan Floor King saja dapat kami bunuh dengan sangat mudah. Tujuan kami hari ini adalah untuk membersihkan semua monster sampai dilantai 10 dan kemudian adalah untuk menaklukkan Dungeon ini.


__ADS_2