Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 31 : School Life (2)


__ADS_3

Sehari setelah kejadian mimpi yang misterius itu, sekarang hari – hari ku sudah kembali seperti biasanya. Aku berangkat ke sekolah dengan ditemani oleh beberapa pengawal dan juga seseorang yang sangat aku kenal, orang itu adalah kakakku. Entah apa yang membuatnya seperti ini, namun tepat saat aku pulang dari pemakaman beberapa hari ini yang lalu, kini sifatnya berubah. Kakakku yang aku kenal sangat kejam melebihi para iblis, sekarang tiba – tiba menjadi sangat baik, bukannya aku tidak senang tapi jika seseorang tiba – tiba berubah pastinya ada alasan dibaliknya, itulah yang aku pikirkan. Sekarang bahkan kakakku sedang menyuapiku ku makan didalam mobil.


“baiklah adikku yang imut, buka mulut mu... Ahhhh..” kata kakak sambil menyuapiku.


“aku...? Imut..? Dia masih menganggapku anak kecil ya... Lagi pula imut bagiku adalah kata – kata yang terlarang... Aku menyegelnya” pikirku sambil makan.


Sebenarnya aku bukan menyegelnya, namun aku berusaha untuk tidak menyebutkannya didepan umum, mana ada kekuatan menyegel didunia ini. Bukan tanpa sebab aku melakukan ini, saat aku ingat kata imut aku juga teringat kenanganku dulu dangan sahabatku.


“hei... Lihat itu, tidak aku sangka baju itu imut juga... Wow, lihat gadis itu memakai telinga kucing, imut kan...? Lihat lagi itu imut... Imut... Imut... Imut... Imuuut...” kata ku.


“hei... Dari tadi setiap hal yang kau temui kau selalu berkata imut ya... Apakah kau tidak tahu...?” tanya nya.


“kenapa kau tidak menjelaskan tentang pertanyaanmu itu dulu...? Setidaknya tambahkan beberapa deskripsi didalam pertanyaamu itu, jangan membuatnya menjadi ambigu...” kata ku.


“ah... Eh.. Emm.. Masuk akan juga, jadi langsung aku jelaskan saja... Laki – laki itu tidak boleh berkata imut...!!” kata nya.


“hah..? Kenapa...?! Tidak peraturan yang mengatakan laki – laki tidak boleh mengatakan kata imut... Lagi pula kau tadi juga berkata imut kan..?” kata ku.


“tentu saja ada bodoh..!! Peraturan itu diciptakan oleh organisasi laki – laki seluruh dunia... Padahal itu adalah organisasi yang sudah ada sejak dulu, kau tahu kan...?” kata nya.


“jadi begitu... Meskipun aku tidak paham organisasi apa itu, tapi aku paham garis besarnya...” kata ku.


Begitulah yang aku ingat, dulu aku sangat mempercayai peraturan ini, namun setelah aku mencari asal usul organisasi itu ternyata ada dak ada yang namanya organisasi laki – laki seluruh dunia, aku telah ditipu. Berkali – kali aku melihat, ada banyak laki – laki yang mengatakan imut kepada ceweknya dan itu pun tanpa ragu – ragu, perlukan aku mencobanya.


“kak..” panggilku.


“oh... Ada apa adikku yang manis..?” tanya kakakku.


“tadi imut sekarang manis... Sepertinya tidak perlu...” pikirku.


“apakah kau benar – benar kakakku..?” tanya ku.

__ADS_1


“wah wah.. Hati kakakmu sakit sekali saat mendengarnya” kata kakakku sambil tersenyum.


“Meskipun kakak terlihat tersenyum namun tetap saja raut mukanya terlihat marah... Hmm itu sudah pasti kakakku” pikirku.


Setelah suasana menjadi canggung, tidak ada hal lain lagi yang kami bicarakan sampai aku turun dari mobil.


“adikku... Hubungi aku saat kau pulang sekolah nanti, aku akan menjemputmu” kata kakak.


“oke” jawab ku singkat.


“kalau begitu aku berangkat dulu...” kata kakakku.


“oke... Hati – hati dijalan...” kata ku sambil melambaikan tanganku.


“oke...” kata kakak sambil membalas lambaian tanganku.


.... Beberapa saat kemudian.


“... Kakak... Kau akan berangkat kapan...?” tanya ku.


“sekitar 2 menit dan kami berdua masih melambaikan tangan... Kenapa dia ini...!! Mobilnya bahkan dimatikan..!! Katanya mau berangkat... Tunggu dulu, dia hanya berkata berangkat... Jangan – jangan” Pikirku.


Aku pun membalikkan badan dan mulai masuk kedalam sekolah, aku merasa canggung. Aku kota dia akan pergi kesuatu tempat, mungkin tempat itu adalah disini maksudku disekolah ini.


“dia bahkan masih melambaikan tangannya kepadaku didalam mobil...!! Kakak apa yang sedang kau rencanakan..?” Pikirku.


Kini aku telah sampai didalam kelas, dengar – dengar akan ada seorang murid pindahan yang akan masuk ke kelas ini. Katanya dia berasal dari luar negeri, memiliki rambut berwarna pirang dan panjang, memiliki tubuh yang proporsional serta memiliki wajah yang imut. Hari ini entah sudah beberapa kami aku berurusan dengan kata imut, untuk seorang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain sepertiku, ini membuatku sedikit tertarik.


“... Baiklah silakan masuk dan perkenalkan dirimu...” kata bu Suzue.


Kemudian seseorang membuka pintunya, dia berjalan kedalam kelas.

__ADS_1


“perkenalkan namaku adalah Isabella Robertson... Hobi ku adalah bermain game... Salam kenal semuanya” kata Bella.


Semua murid pun tiba – tiba berteriak senang , terutama adalah murid laki – laki.


“apa – apaan mereka ini..? Apakah murid pindahan memang sepopuler ini...? Dulu saat mereka menganggapku murid pindahan kenapa aku tidak populer...? Isabella Robertson, bukan kah dia adalah seorang Player...? Memang benar yang dikatakan orang – orang, tubuhnya proporsional tapi... Tapi kenapa dia terus menunduk bahkan saat baru masuk kedalam kelas..!? Aku jadi tidak bisa melihat wajahnya...” pikirku.


“se.. Sekali lagi... Ma..mari kita ber..berteman...” kata Bella sambil mengangkat wajahnya.


Semua muridpun terdiam, diantara mereka ada yang menangis dan bahkan ada yang hidungnya mimisan, aku pun bingung melihat reaksi mereka.


“hmm..? Apa yang terjadi pada semuanya..? Apakah itu yang dinamakan imut..? Aku lihat dia sama saja seperti perempuan pada umumnya...” pikirku.


Kemudian dia pun mencari tempat duduk dan entah mengapa bu Suzue menyuruhnya duduk disebelahku.


“oh iya.. Ini adalah hasil ujian kalian” kata bu Suzue sambil membagikan kertas hasil ujian.


Kami semua langsung melihat hasil ujian kami dan aku percaya pada kemampuanku.


“Selamat untuk Katsuda Hideo... Dia mendapat peringkat pertama dikelas ini dan seluruh sekolah..” kata bu Suzue.


“Sudah aku duga... Aku bahkan sampai takut pada bakatku sendiri...” pikirku.


Aku pun membuka perlahan nilai hasil ujianku, dan aku pun sangat terkejut.


“ahh... 100... 98... 100... 95... 89...? Apa...!!! Satu nilai ku berada dibawah 90..!!” pikirku sangat terkejut.


Lalu tiba – tiba aku seperti melihat wajah kakakku dibelakang ku, aku teringat bagaimana dia membantuku belajar, tepatnya memaksaku. Dia menggunakan sebuah pistol dan mengarahkannya ke kepalaku, dia bilang jika aku mengalihkan pandanganku dari buku maka pistol itu yang kan berbicara. Bahkan ketika dia memberiku sebuah tes khusus, dia menggunakan bom waktu sebagai batas waktu ujian itu. Ini adalah urusan hidup dan mati ku, sudah pasti aku juga belajar sebelum tes dimulai, bayangkan saja belajar dengan pistol dikepala dan saat tes menggunakan bom waktu, jika aku tidak bisa menyelesaikan tes itu bom waktu itu pasti akan meledak, dan jika aku tidak lulus tes maka aku harus mengulanginya sekali lagi. Siapapun pasti akan takut dan tidak fokus pada tes nya.


“hmm... Anu.. Apakah kau baik – baik saja..?” tanya Bella disamping ku.


“jangan bicara kepadaku saat ini... Anggap saja aku hantu, aku tidak ada...” jawabku ketakutan.

__ADS_1


“apakah dia benar baik – baik saja..?” pikir Bella.


Pelajaran pun dimulai, aku bahkan tidak bisa tenang selama pelajaran itu. Pikiranku selalu terbayang akan kekejaman kakakku, aku terlihat sangat depresi sampai pelajaran itu selesai. Dan ketika pelajaran itu selesai maka penderitaanku akan dimulai.


__ADS_2