Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 83 : Five Pillars


__ADS_3

Disebuah ruangan khusus Administrator.


“luar biasa..!! Bila aku berada disana, kira – kira tatapan macam apa yang akan dia tunjukkan kepadaku ya..?” teriak Gama bersemangat.


“itu benar, kau terlihat seperti seorang masokis” sahut laki – laki misterius.


“aku bukan masokis..!! Aku hanya terlalu bersemangat...!!” sahut Gama.


“baik – baik aku paham... Dia berhasil menembus nya tapi kenapa dia merasakan sakit setelah itu..? Kejadian sewaktu diturnamen juga sangat misterius” kata laki – laki itu dengan nada datar.


“kau benar... Aku telah memeriksa sistem nya namun tidak ada hal yang aneh... Peretas macam apa itu..?” tanya Gama sambil berpikir keras.


“entahlah, tapi kalau dia bisa meretas sampai disini pastinya dia lebih dari kata ahli” sahut laki – laki itu.


“baiklah, kalau begitu hari ini kita begadang lagi..!! Bersemangatlah...!!” teriak Gama penuh semangat.


“lagi..!! Aku belum tidur selama 3 hari dan sekarang aku sudah mencapai batas ku dan kau ingin aku melakukannya lagi..!! Tidak akan..!!” teriak laki – laki itu.


“lalu, bagaimana dengan yang satunya..?” tanya Gama.


“entahlah, aku belum memeriksa nya hari ini... Tapi mungkin sebentar lagi mereka akan segera bertemu... Dua burung” jawab laki – laki itu.


“jadi tinggal menunggu waktu ya... Untuk menggunakan teman kecilku ini” kata Gama sambil memegang sebuah pistol namun berbentuk aneh.


Disaat yang sama, aku menunggu Jessie yang masih belum sadar. Saat itu aku mencoba berbagai cara untuk membangunkan nya, namun hasilnya tetap sama. Aku pun juga memeriksa status nya dan tidak ada hal yang aneh pada statusnya.


Sambil menunggu Jessie bangun, aku pun memutuskan untuk melihat – lihat pemberitahuan tentang Event yang akan diadakan nantinya. Event Heaven’s Castle yang merupakan Event paling ditunggu – tunggu oleh para Player, mereka telah mengkonfirmasi kalau Event ini akan dimulai 2 minggu lagi.


Ini adalah satu satunya Event skala besar yang dapat diikuti oleh semua guild, Event ini diadakan setiap 3 bulan sekali. Jumlah anggota Guild yang dapat diikut sertakan minimal adalah 20 yang Player dan maksimal adalah 30 Player. Saat ini guild Elina mempunyai kurang lebih sekitar 40 Player, namun kebanyakan dari mereka adalah Player baru.


Dalam Event ini semua guild yang berpartisipasi akan langsung ditempatkan pada satu Map sekaligus. Tidak ada aturan khusus dalam Event ini, kita hanya harus mengalahkan guild – guild yang mengikuti Event. Kita akan terus bertarung sampai tersisa satu guild dan guild yang bertahan sampai akhir akan menjadi pemenangnya.


Seperti namanya, sang pemenang akan mendapatkan hadiah berupa kastil yang dapat mereka gunakan sampai Event selanjutnya. Kastil ini mempunyai banyak sekali fitur pendukung, dan mereka yang telah memenangkan Event akan langsung disponsori oleh pihak pengembang, mereka akan menjadi terkenal dalam waktu yang singkat.


“hah... Pemenang sebelumnya adalah Guild yang bernama Flixer... Mempunyai sekitar 200 anggota dan kebanyakan dari mereka adalah Player profesional, bahkan syarat minimal untuk bergabung dengan mereka adalah berlevel minimal 300 atau mempunyai setidaknya 1 buah item tingkat SSR... Tentu saja mereka yang menjadi pemenangnya...” pikirku sambil menghela nafas panjang.


Aku pun kembali melihat detail pertandingan di Event sebelumnya. Peringkat pertama adalah Flixer, kedua adalah Rainbow dan yang ketiga adalah The Other Side.


“pffftt... Hahaha...!! Ini sangatlah lucu... Hahaha... Aku tidak bisa berhenti tertawa, air mata ku sampai ikut menetes..!! Hahaha..!!” kata ku sambil tertawa terbahak – bahak.


Aku terkejut saat melihat data peringkat pada Event sebelumnya, ternyata guild ku dulu, Five Pillars tidak termasuk dalam tiga besar. Padahal dulu nya ketika aku masih berada diguild itu, kami bisa mencapai 3 besar meskipun belum pernah menjadi pemenangnya.


“baiklah, kita lihat berapa peringkat nya... Bwahahaha...!! Aku bisa mati karena ini..!! Hahaha..!!” teriakku sambil tertawa dan memukul – mukul meja.

__ADS_1


“master ada apa..?” tanya Jessie yang baru saja sadar.


“Hahaha... Lihat, mereka mendapat peringkat kedelapan loh, ini membuatku tidak bisa berhenti tertawa... Hahaha..!!” jawabku.


“begitu ya, aku tidak paham tapi... Hahaha..!!” sahut Jessie yang ikut – ikutan tertawa.


“Hahaha... Sangat lucu bukan...? Haha... Ha..?” kata ku sambil menghentikan tawaku lalu melihat Jessie.


“Hahaha...” suara Jessie yang masih tertawa.


“kau sudah sadar ya..!!” teriakku terkejut.


“ah... Ya, baru saja” jawab Jessie.


“kenapa kau ikut tertawa..?! Memangnya kau mengerti..?!” tanya ku.


“tidak, tapi jika master sampai tertawa seperti itu, pastinya itu sangatlah lucu... Jadi aku ikut tertawa saja...” jawab Jessie sambil tersenyum menatapku.


“bagaimana keadaanmu..? Apakah kau mengingat sesuatu..?” tanya ku.


“aku baik – baik saja, tetapi seingatku aku sedang berbicara kepada master dan tiba – tiba semuanya menghilang... Tahu – tahu aku sudah begini” jawab Jessie.


“begitu ya, baiklah... Tunjukkan dirimu yang asli, ini perintah” kata ku dengan nada serius.


“akses ditolak... Permintaan gagal... Terjadi kesalahan... Kesadaran dikembalikan...” kata Jessie dengan nada datar.


“cih, sialan...” pikirku.


“ah... Apa yang terjadi tadi..?” tanya Jessie kebingungan.


“tidak ada... Baiklah, akan aku beritahu kenapa aku tertawa tadi... Kau pasti juga akan tertawa setelah mendengarkan ceritaku...” kata ku sambil tersenyum menatap Jessie.


“baiklah” sahut Jessie sambil menatapku balik.


Saat itu aku mulai menceritakan tentang diriku yang dulu, dimulai ketika aku baru saja membeli perangkat game ini.


Disuatu tempat yang gelap disebuah ruangan pertemuan didalam guild Five Pillars. Endou sang Warrior, Atom sang Assassin, Liam sang Archer, Claire sang Wizard dan yang terakhir Gorgonaz sang Warrior (pengganti Silver Raven) mereka semua sedang menggelar rapat yang membahas rencana untuk Event yang akan datang.


“omong kosong..!! Kita tidak membutuhkan seorang Tanker..!!” teriak Endou sambil memukul meja.


“tapi inilah kenyataannya... Berkat ideologi mu itu, sekarang kekuatan kita terus berkurang... Perlahan anggota kita juga mulai keluar” sahut Claire.


“dia benar...” kata Liam mendukung Claire.

__ADS_1


“benar apa nya...!! Tanker memang memiliki pertahanan yang kuat namun serangannya sangatlah lemah, jadi untuk mengatasi hal itu...” jelas Endou.


“kau membuat Role Warrior semi Tank...” potong Liam.


“kau... Kau benar, dengan begitu kita bisa mengatasi kekurangannya” kata Endou.


“tapi kita tidak harus mengkhianatinya kan..?” tanya Claire.


“dia pastinya akan balas dendam... Kalian lihatlah ini” kata Liam sambil menunjukan sebuah foto dan informasi tentang ku.


“ini... Bukannya ini adalah Player yang sedang dibicarakan orang – orang..?” tanya Claire saat melihat foto itu.


“benar... Menurut informasi dari nya... Ini adalah akun kedua dari Silver Raven dan tujuannya sudah jelas bukan..?” tanya Liam.


“Role Assassin... Kelihatannya menarik” kata Atom sambil membaca informasi itu.


“jangan meremehkan dia... Fakta nya dia berhasil melawan bos yang muncul dikota pertama kemarin” sahut Liam.


“begitu ya... Aku menjadi semakin tertarik untuk melawannya, ngomong – ngomong dari mana kau mendapatkan informasi sampai sedetail ini..?” tanya Atom.


“hah... Dia pastinya belum menyadarinya kalau salah satu orangku telah menyusup disampingnya” jawab Liam.


“balas dendam ya...? Padahal dulu dia adalah orang yang penting untuk kita” keluh Claire.


“memangnya kenapa..?! Jangan bilang kalian takut... Entah itu Silver Raven ataupun White, aku akan mengalahkannya..!!” teriak Endou.


“kau terlalu percaya diri ya... Dulu saat kau melawannya saja kau harus menggunakan seluruh kekuatanmu, jika dia juga melakukan hal yang sama maka kau mungkin tidak bisa mengalahkannya, lagipula baru – baru ini kau telah dikalahkan bukan..?” tanya Liam.


“itu hanya secuil dari kekuatan penuhku dan juga saat itu aku memang sengaja, aku bukanlah orang yang seburuk itu sampai harus memukul seorang wanita” sahut Endou.


“aku benar – benar tidak mengerti standar buruk mu itu seperti apa.. Tapi semoga saja saudara mu ini tidak melakukan kesalahan yang sama” kata Liam sambil berjalan meninggalkan ruangan.


“kalau begitu aku juga, masih ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan” kata Atom yang juga ikut meninggalkan ruangan.


“ingatlah ini dan jangan kecewakan kami..!! Sampai jumpa” kata Claire mengikuti.


“kalian sialan..!!” kata Endou sambil menahan emosi nya.


“apakah ini benar – benar baik – baik saja..? Maksudku seharusnya kita tidak perlu melakukannya sejauh itu” kata Gorgonaz.


“apa katamu..!! Diam dan lakukan saja apa yang aku katakan...!! Ide ku tidak akan pernah salah” kata Endou.


“baiklah” sahut Gorgonaz.

__ADS_1


2 minggu sebelum Eventnya dimulai. Aku telah mengorbankan banyak waktu demi untuk membalaskan dendam ku. Meskipun begitu, seseorang telah menyusup dan diam – diam mencari informasi tentangku, tapi siapakah dia..?


__ADS_2