Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 30 : Mysterious Dream


__ADS_3

“gelap... Disini sangat gelap... Aku tidak bisa melihat apapun lagi... Aku dimana...? Aku tidak menjadi buta kan..? Aku masih bisa melihat kan..?” kata ku.


Aku tidak ingat kenapa aku bisa berada disana, tetapi yang aku tahu disana tidak ada cahaya sama sekali.


“seseorang... Apakah ada seseorang disini....!!” teriakku.


Aku mencoba berteriak, awalnya suara ku terdengar keras dan menggema, kemudian lenyap seketika.


“seseorang...!! Jawab aku...!!” teriakku.


Aku mengulanginya sekali lagi, tapi kini bahkan aku tidak bisa mendengar suara ku lagi, aku merasa hanya mulutku saja yang bergerak, namun tidak ada suara yang keluar.


“apakah ini adalah kutukan..?” Pikirku.


Aku sempat berpikir ini adalah sebuah kutukan. Kalau ini benar – benar sebuah kutukan, maka ini adalah kutukan yang kejam, Tidak dapat melihat, mendengarkan dan bahkan aku tidak bisa berbicara, hanya ada kegelapan dan juga kesunyian. Tiba – tiba air mata ku mulai mengalir, semangat ku menghilang, aku putus asa sekarang.


“ Aku tidak mengerti kenapa aku bisa begini, memangnya sejak kapan aku begini, aku bukanlah orang yang suka mencampuri urusan orang lain dan aku juga tidak peduli dengan mereka, apakah mereka akan mati atau pun hidup aku itu bukan urusanku, meski mereka sedang dalam masalah aku tidak diharuskan membantunya kan...? Tapi kenapa malah seperti ini...? Hatiku terasa sangat berat dan sakit...” pikirku.

__ADS_1


Tiba – tiba tubuhku bergerak dan melayang, namun aku tidak bisa mengontrolnya, aku seperti sedang dikendalikan. Didalam gelap, perlahan aku bisa melihat ada seseorang didepanku meskipun agak jauh. Semakin lama aku perhatikan, orang itu semakin mirip denganku, aku pun mulai percaya kalau itu adalah tubuhku, yang berarti aku tadi bergerak tanpa tubuh.


“badanku tembus pandang...? Ada apa ini...? Apakah sekarang ini aku adalah sebuah roh atau sebuah hantu yang bergentayangan..?” Pikirku.


Setidaknya itulah yang aku pikirkan, kini aku melihat tubuhku dari samping, dia menghadap ke kanan. Dia tersenyum namun perlahan senyumnya berubah seakan dia telah melupakan senyuman itu. Lalu dibelakangnya muncul lagi seseorang, dia mirip sekali dengan karakter yang aku pakai, White. Perlahan diriku yang asli mulai tersenyum kembali.


“apakah mereka berdua adalah perwujudan dari perasaanku selama ini...?” Pikirku kebungungan.


Lalu dibawah mereka berdua muncul sebuah lingkaran yang membawa mereka melayang dan tiba – tiba kegelapan yang berada disekitar kami menghilang. Aku melihatnya, pertama adalah sebuah gurun pasir yang sangat luas, kemudian turun hujan disana, ini membawa sebuah kehangatan. Waktupun terasa berjalan sangat cepat dan padang pasir itu berubah. Dipandang pasir itu mulai tumbuh rerumputan, tercipta lah padang rumput yang sangat luas, disekitar ya mulai tumbuh pepohonan, hawa sejuk membawa kenyamanan disana. kemudian waktu seperti dipercepat kembali. Kini bunga – bunga mulai tumbuh disana dan jadilah padang bunga yang sangat indah seperti sedang berada disurga, keindahan pun terlahir disana. Waktu pun kembali berjalan dan kini padang bunga itu kembali menjadi padang rumput dan hewan – hewan pun mulai muncul disana, sebuah kehidupan kecil mulai terbentuk.


“pemandangan yang sangat indah... Tapi apa maksudnya..?” Pikirku.


“hmm... Mereka berdua tersenyum...” kata ku dalam hati saat melihat mereka berdua.


Aku kembali melihat sekeliling ku, disebuah pohon ada sekumpulan semut yang sedang bertarung melawan seekor burung. Meskipun dalam segi ukuran semut itu kalah telak dibandingkan dengan burung, namun karena usaha dan kerja keras para semut, akhirnya burung itu pergi terbang. Kemudian aku kembali melihat kedua tubuhku. Ekspresi mereka berubah, aku pun melihat sekeliling ku lagi, Padang rumput subur yang indah dan damai itu sekarang menjadi lautan api. Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas namun ada sebuah bayangan yang menyerupai manusia yang sedang berperang. Mereka sangatlah banyak, ketika salah satu dari pihak itu kalah tiba – tiba muncul sebuah bayangan yang sangat besar menyerupai seekor naga. Ditengah tengah ratusan bayangan pasukan itu, ada satu bayangan yang mempunyai aura berwarna merah. Dia bertarung melawan naga itu sendirian dan akhirnya dia berhasil mengalahkannya.


“cerita yang tragis... Sebuah tempat yang bersejarah itu kini hancur dalam satu hari... “ pikir ku.

__ADS_1


Tiba – tiba ruangan itu kembali gelap, kedua tubuh itu turun dan tetap saling membelakangi. Kemudian ekspresi mereka kembali tersenyum lalu berubah menjadi sedih, muncul sebuah jalan putih didepan White dan kini ekspresi mereka tersenyum namun mata mereka mulai berkaca – kaca, tersenyum dalam tangisan. Tubuh White mulai berjalan meninggalkan tubuhku yang asli, perlahan wajah tubuh asli ku mulai pucat seperti orang mati dn menghilang didalam kegelapan. Lalu terdengar suara burung dari belakangku, aku pun melihat kebelakang.


“itu... Suara burung...?” Pikirku kebingungan.


Burung itu terbang kesana kemari didalam kegelapan seperti sedang terjebak didalam sangka kegelapan, dia terbang tanpa tujuan. Namun muncul lagi sebuah burung, nasibnya juga sama seperti ada sebuah dinding besar yang memisahkan mereka berdua. Tubuh mereka mulai bersinar, yng satu berwarna biru sedangkan yang satunya lagi berwarna merah, entah mengapa kini keduanya bisa saling bertemu dan bersama terbang melewati kegelapan itu.


“hah... Apa – apaan ini...?” Pikirku sambil menutup mata ku.


Diakhir kedua burung itu pun.... Mati.


Aku membuka mata ku, semuanya terlihat sangat silau.


“kau masih belum mau bangun..?” tanya kakakku.


“ahh.. Kepalaku terasa sakit” kata ku pelan.


“kalau begitu kembalilah tidur, aku akan memberitahu kepala sekolah hari ini kau tidak bisa masuk sekolah karena sakit” kata kakakku.

__ADS_1


“baiklah, aku akan kembali tidur...” kata ku.


Kakakku pun keluar dari kamarku, dan aku kembali bangun, aku hanya pura – pura sakit dan tidur. Di kepalaku masih teringat mimpi itu, aku pun segera menghidupkan komputerku dan mencari apa arti dari mimpi ku tadi, namun aku tidak bisa menemukannya. Aku pun mencoba memecahkannya sendiri, aku mencatat semua kejadian didalam mimpi itu tadi, tapi aku lupa beberapa kejadian didalam mimpi itu, mimpi tersebut terasa sangat lama dan banyak, tidak seperti mimpi pada umumnya, mimpi kali ini seperti sebuah pesan. Dari semua kejadian didalam mimpi itu, yang paling aku ingat adalah kejadian dua burung itu, kepalaku terasa pusing saat mencoba untuk memecahkannya. Akhirnya aku menyerah untuk memikirkannya, aku mencatat semua yang aku ingat dan meletakkan bukunya diatas meja dekat komputerku. Aku pun kembali tidur dan berharap ada sebuah petunjuk lagi tentang mimpiku sebelumnya. Mungkin mimpi yang aku alami itu bukan sekedar mimpi biasa, namun sebuah pesan dari dewa kepadaku.


__ADS_2