
Aku terus bercerita tentang masa lalu kami disana, itu merupakan awal dari kisah kami. Tidak terasa matahari sudah berada diatas kepala, namun entah mengapa aku masih ingin disana.
“hah... Kenangan yang indah bukan..? Kalau bisa aku ingin mengulanginya kembali...” kata ku.
Dilain sisi, Elina masih berusaha mencariku.
“hmm... Kalau aku tidak salah lihat, tadi dia berjalan kesini... Tapi dimana ya...? Suasanaya semakin seram” kata Elina yang sedang mencariku.
“ahh... Itu dia..!! Sedang apa dia disitu..? Sepertinya dia sedang bercerita... Menarik aku akan mendengarkannya” kata Elina dalam hati.
Akhirnya Elina pun menemukanku dan dia juga mendengarkan beberapa bagian saat aku bercerita tentang masa kecil ku. Namun tidak hanya Elina saja yang mengikutiku, ternyata bu Suzue juga mengikutiku tapi berbeda dengan Elina yang mengikutiku secara langsung, bu Suzue menggunakan sebuah drone kecil yang terbang agak tinggi hingga aku tidak dapat menyadarinya.
“hah... Itu kisah yang sangat hebat... Andai saja kakakmu dan aku begitu mungkin kami tidak perlu terus bersaing untuk menjadi yang terhebat...” kata bu Suzue.
Disaat yang sama namun dalam jarak yang jauh, kakakku juga mengikutiku. Bersama dengan asisten nya, dia memperhatikanku sejak aku keluar dari rumah.
“bagaimana keadaannya..?” tanya kakakku.
“disekitar sini tidak ada orang, tidak ada yang mengetahui keberadaan kita” jawab asisten itu.
“bagus, beritahu aku kalau ada orang nanti” kata kakakku.
“baiklah, tapi kenapa anda menggunakan sebuah sniper untuk mengawasi adik anda..? Maksudku disini kan ada teropong kenapa memilih sniper..?” tanya asisten itu.
“jangan banyak omong... Aku lebih nyaman kalau memakai sniper, kamu pakai saja teropongnya” jawab kakakku.
“baiklah” kata asisten itu.
“hmm... Drone milik siapa itu..? Beraninya dia mengikuti adikku, aku harus menembak nya... Cari tahu lokasi pemilik drone itu” kata kakakku.
“aku sudah menemukannya, dia adalah seorang cewek, posisinya arah jam 2” kata asisten itu.
“bagus kau cepat seperti biasanya... Hmm itu bukankah Suzue...? Kenapa dia mengikuti adikku..? Aku tahu dari dulu dia selalu ingin menang dariku, dia tidak benar – benar menyukai adikku kan..?” tanya kakakku.
“jika dia mengikutinya sampai kesini, bisa jadi dia benar – benar menyukai adik anda, dia akan menjadi lawan yang sangat berat, tapi jangan khawatir bentuk tubuh anda lebih hebat darinya, meski hanya sedikit... ” kata asisten itu.
“kau benar... Akan aku naik kan gaji mu bulan ini, meski hanya sedikit” kata kakakku.
“ah... Bentuk tubuh anda jauh lebih hebat dari cewek itu... Tuan muda pasti akan sangat menyukainya” kata asisten itu.
“keputusanku tidak berubah... Eh ternyata ada yang lain lagi, cari tahu siapa dia” kata kakakku.
“baiklah... Dari laporan yang aku terima dari para mata – mata yang mengikuti tuan muda saat keluar rumah, gadis itu berasal dari keluarga Lawrence dan bernama Elina Lawrence... Tuan muda dan dia pertama kali bertatap muka adalah saat berada ditoko roti yang belum lama ini telah dibeli oleh ayah anda, dan dari laporan terakhir dia merupakan seorang tunangan dari tuan muda...” kata asisten itu.
*Doooorr suara tembakan sniper milik kakak.
“APA...!!” teriak kakakku kaget.
__ADS_1
“tunangan...? Siapa yang mencalonkannya...? Ayah atau ibu...?” tanya kakakku.
“mungkin ini adalah ibu anda... Menurut informasi ini, hubungan antara ibu anda dan ibu dari gadis itu adalah sahabat masa kecil, bisa saja ini adalah karena sebuah janji yang dibuat saat mereka masih kecil, dan sepertinya ayah anda tidak mengetahui hal ini” jelas asisten itu.
“dasar wanita itu...!! Seenaknya saja...!! Aku tidak setuju, aku harus protes” kata kakakku geram.
“ah... Sepertinya akan ada sebuah perang besar antara nyonya besar dan nona muda nantinya” pikir asisten itu.
Dilain sisi, karena kakakku yang tidak sengaja menekan pelatuknya karena kaget, akhirnya peluru itu mengenai sebuah drone yang digunakan oleh bu Suzue.
*Klaaak suara drone itu tertembak.
“Apa..!! Sialan apa yang terjadi..?” kata bu Suzue kebingungan.
Drone itu kehilangan kendali dan jatuh hampir mengenai Elina yang sedang bersembunyi.
“suara apa itu...? Ah gawat...” pikir Elina saat melihat drone itu jatuh kearah nya.
Melihat hal itu, Elina pun secara refleks menghindarinya, namun karena salah perhitungan saat menghindar membuat kaki Elina terkilir.
“Aduh..!! Sakit..!!” kata Elina.
Disaat yang bersamaan, aku masih berada disana untuk mengucapkan beberapa kalimat untuk sahabatku.
“yang hidup pasti akan mati dan yang mati pasti pernah hidup... Namun jika nanti aku bisa terlahir kembali, aku ingin...” kata ku, namun tiba – tiba aku mendengar suara seseorang.
“baiklah... Sampai jumpa lagi, aku pasti akan mengunjungimu lagi... Ini adalah janjiku sebagai salah satu saudaramu...” kata ku.
Sebelum aku pergi aku mendoakan nya terlebih dahulu dan menatap makam nya singkat lalu aku pergi menuju arah suara yang aku dengar tadi.
“Aduh... Milik siapa sih benda ini...? Sepertinya ada orang lain juga yang mengawasi Hideo... Siapa dia..?” kata Elina.
“apa yang kau lakukan disini..?” tanyaku sambil memegang pundak Elina dari belakang.
“kyaaa... Hantu.... Tolong...” teriak Elina ketakutan.
“tenang lah jika kau berteriak mungkin saja hantu yang asli akan keluar loh... “ kata ku.
“hii... Jangan menakutiku huh...” kata Elina.
“ini beneran loh... Apalagi kalau orang itu juga berbohong.. “ kata ku.
“be.. Benarkah...?” tanya Elina.
“tentu saja... Jadi apa yang kau lakukan disini..?” tanyaku.
“sebenarnya... Aku melihat mu membawa bunga dan... Dan aku kira kau akan memberikannya kepada gadis lain... padahal kau sudah punya tunangan... Jadi aku...” kata Elina sangat pelan dan tersipu malu.
__ADS_1
“hah..? Aku tidak bisa mendengarmu...” kata ku.
“bukan apa – apa...!! Dasar Hideo bodoh..!! Aduh... ” teriak Elina sambil berdiri.
“hei... Ada apa..? Hmm..” kata ku.
Lalu aku melihat sekeliling, dan menemukan sebuah drone yang tadi jatuh karena tertembak.
“Jadi begitu... Sini aku gendong...” kata ku.
“ap.. Apa yang kau lakukan..?” kata Elina.
“jangan berpura – pura seperti itu... Aku sudah tahu, kau begini karena menghindari drone itu kan..?” tanyaku.
“memang benar tapi...” kata Elina.
“apa...? Kau tidak mau aku gendong dibelakang...? Apa kau ingin aku gendong didepan..?” kata ku.
“bukan...!! Dasar mesum...!! Ini terlalu memalukan..” kata Elina.
“jangan membuatnya bertambah rumit... Oke..?” kata ku.
“baiklah kalau begitu” kata Elina sambil meraih pundakku.
“pegangan yang erat” kata ku.
“huh menyebalkan...” kata Elina dengan wajah memerah.
“seharusnya tidak seperti ini... Jika begini kau terlihat sangat... Ah apa sih yang aku pikirkan..!!” pikir Elina.
“berjanji lah... Semua kejadian hari ini rahasiakanlah... Ini adalah rahasia kecil kita” kata ku.
“ba.. Baiklah...” kata Elina.
“rahasia kecil ya...” pikir Elina memeluk punggungku dengan erat.
Aku pun menggendong Elina sepertinya sepanjang jalan, saat sampai didepan pemakaman aku mencari mobilnya.
“hei kita sudah sampai dimobilmu...” kata ku namun saat aku melihat Elina dia sudah tertidur.
“hah... Kau pikir aku siapa...? Mengikutiku seenaknya lalu tidur seenaknya saat aku gendong... Kau ingin selalu dimanja ya..?” kata ku sambil menempatkannya didalam mobil.
“ya aku selalu ingin dimanja...” kata Elina mengigau.
Aku pun hanya tersenyum saat melihat dia mengigau, lalu aku menutup pintu mobilnya dan mobilnya pun langsung berangkat pulang. Aku juga pergi kedalam mobilku sendiri dan pulang kerumah.
“Hari ini dunia adalah nyata dan akhirat hanyalah cerita. Tapi setelah mati, dunia hanya cerita dan akhirat akan jadi nyata"
__ADS_1