
“hey...” panggil ku.
“apa...? Kau sudah selesai berpikir ya..?” tanya kakek Sair.
“kapan aku bisa kembali..?” tanya ku.
“kau masih bertanya begitu ya..!!” sahut kakek Sair.
“boleh aku bergabung..?” tanya ku sambil menatap kakek Sair.
“akan lebih baik jika kau melakukannya dari awal..” jawab kakek Sair.
“baiklah... Aku duduk” kata ku sambil duduk didepan kakek Sair.
“minumlah...” kata kakek Sair sambil memberikan ku secangkir teh.
“aku mau cokelat panas...” sahut ku.
“kau banyak maunya ya, tapi baiklah...” kata kakek Sair mengganti minuman nya.
“Terima kasih...” kata ku sambil mengambil minuman itu.
“kau pasti punya pertanyaan lain kan..? Katakanlah, mungkin aku bisa membantu mu” tanya kakek Sair.
“hah... Enak nya... Memang benar ada beberapa hal yang tidak aku mengerti, semacam teka – teki yang bahkan saat aku mencoba menyelidiki nya, aku tetap tidak bisa memecahkannya” jawab ku.
“hoo... Kelihatannya menarik, coba katakan” kata kakek Sair.
“dulu aku pernah bermimpi... Didalam mimpi itu aku dapat melihat tubuhku sendiri, tubuh yang ada didalam game dan juga tubuh didunia nyata, keduanya aku dapat melihatnya... Singkat cerita, saat itu aku melihat tubuhku yang berada didalam game pergi meninggalkan tubuh asli ku, perlahan tubuh asli ku mulai memucat dan akhirnya menghilang sementara tubuhku yang ada didalam game masih tetap bertahan...” jelasku.
“jadi begitu, aku sudah paham” kata kakek Sair.
“menurutku ini adalah pertanda kematian... Tapi apa maksudnya yang itu..?” tanya ku sambil menatap kakek Sair.
“sudah jelas kan...? Semua manusia itu pasti akan mati dan untuk yang terakhir... Hmm, entahlah” jawab kakek Sair.
“baiklah akan aku lanjutkan... Saat itu aku juga melihat, ada sekumpulan semut yang sedang bertarung melawan burung dan semut itu menang...” jelasku.
“hah..? Itu saja..?” tanya kakek Sair.
__ADS_1
“disaat yang sama, aku dapat melihat ribuan pasukan yang sedang berperang, namun satu hal yang menarik perhatianku... Seseorang beraura merah yang bertarung melawan seekor naga sendirian, singkat cerita dia memenangkan pertarungan itu... Aku sungguh tidak mengerti bagian yang ini” lanjutku sambil menarik nafas panjang – panjang lalu menghembuskannya. .
“sulit untuk menjelaskannya tapi kau pasti akan mengetahuinya nanti... Selanjutnya..” kata kakek Sair.
“masih didalam mimpi yang sama, aku melihat seekor burung berwarna biru yang terjebak didalam kegelapan...” kata ku.
“jelaskan sedikit lebih detail” sahut kakek Sair memotong.
“yah, bagaimana caraku menjelaskannya ya..? Kau tahu sebuah pelindung sihir yang biasanya ada didalam anime atau manga..? Seperti itulah... Burung itu terjebak didalamnya dan tidak bisa keluar” jelasku.
“jadi begitu...” kata kakek Sair.
“selanjutnya aku melihat seekor burung lagi, dia berwarna merah, sama seperti burung yang pertama dia juga terjebak... Tapi akhirnya kedua burung itu bisa bertemu, namun tidak lama setelah itu keduanya... Mati” jelasku dengan wajah serius.
“aku mengerti... Berhati – hatilah, suatu hari kau akan bertemu dengan seseorang yang sehebat dirimu dan juga kau akan mati dibunuh oleh orang yang sehebat dirimu...” kata kakek Sair.
“peringatan yang membingungkan” sahut ku.
“baiklah... Ada yang lain..?” tanya kakek Sair.
“oh iya, kau tahu kalau Jessie adalah seorang NPC kan..?” tanya ku.
“kalau begitu, kenapa dia bisa mempunyai perasaan..?” tanya ku.
“sebelum itu, kalian sempat berpindah ditempat yang aneh kan..?” tanya kakek Sair.
“ya, tempat itu sangatlah nyata, aku dapat merasakan hangat nya sinar matahari disana” jawabku.
“apa kau tidak merasakan ada hal yang aneh disana..?” tanya kakek Sair sambil menatapku dengan serius.
“sangat aneh” sahut ku sambil membalas tatapan kakek Sair.
“kau telah menemukan sebuah celah untuk keluar dan masuk kedalam pelindung itu, jawaban dari pertanyaan mu ada disana, carilah sendiri” kata kakek Sair menjelaskan.
“hmm..? Ada yang aneh...” kata ku sambil memegang dagu ku.
“apa nya...?” tanya kakek Sair.
“apa yang sedang kau sembunyi kan dariku..?” tanya ku mengintimidasi.
__ADS_1
“Hahaha... Yah, akan aku kabulkan permintaan mu yang pertama tadi” kata kakek Sair dengan wajah panik.
“hei.. Jawab aku, apa yang sebenarnya kau sembunyikan dariku..? Dasar kakek tua...!!” sahut ku sambil memukul meja yang ada didepanku.
“baiklah sekarang tutup matamu dan aku akan segera mengembalikan mu” kata kakek Sair sambil mulai berdiri.
“kau ingin kabur ya..!! Tidak akan aku biarkan..!!” teriakku sambil berusaha untuk menangkap kakek Sair.
“baiklah sampai jumpa... RETURN..!!” kata kakek Sair sambil mengarahkan tangannya ke kepalaku.
“sial aku tidak bisa mencapainya..!! Kalau begitu akan aku hancurkan saja tempat mu ini... HYPER... NOV..!!” teriakku sambil mengarahkan tanganku ke arah kakek Sair.
Tiba – tiba semuanya menjadi gelap, kepalaku kembali terasa sakit namun tidak sesakit sebelumnya.
“aaaa...!! Sakit..!!” teriakku bangun.
“huh..? Aku... Dimana..?” kata ku sambil melihat ke sekeliling.
Aku pun terkejut karena setelah aku bangun tiba – tiba aku sudah berada ditempat yang tidak aku kenal.
“bukannya tadi aku berada dikamar..? Hmm... Mungkin mereka membawaku ke rumah sakit” pikir ku.
“aduh... Badanku terasa pegal... Huh...? Apa – apaan peralatan ini..?! Aku tidak butuh..!!” pikir ku sambil melepas peralatan yang bisanya digunakan oleh pasien yang kritis.
Kemudian aku pun mencoba berdiri, awalnya kaki ku bergetar karena terlalu lama berbaring namun akhirnya aku mulai kembali terbiasa. Aku pun mencoba berjalan menuju pintu keluar, tapi aku terkejut saat melihat kakakku juga terbaring dikasur sebelahku. Aku kira dia juga sakit jadi aku mencoba untuk melihat keadaan nya namun setelah cukup dekat, aku pun terkejut, ternyata kakakku sedang bermain game.
“cih, membuatku khawatir saja... Eh, bukan nya ini adalah perangkat milikku..?” kata ku saat melihat perangkat yang digunakan kakakku.
Saat baru pertama kali membeli perangkat itu, aku pun menandatangani perangkat ku.
“sudah aku duga ini adakah milikku... Akan aku lepaskan..!! Tunggu dulu, jika aku melepas nya dengan paksa mungkin saja kakakku akan mengalami cidera... Kalau begitu aku coba bangunkan... Tunggu – tunggu, jika dipikir – pikir lagi maka aku akan terlihat sedang melakukan hal yang tidak senonoh dengan kakakku yang sedang tidur... Sial..!!” pikirku kebingungan.
*Tut... Tut.. Tut... Suara handphone kakak yang tiba – tiba berbunyi.
Aku pun mengambil handphone kakakku, aku lihat itu hanyalah sebuah pesan dari asisten nya. Kemudian aku pun meletakkan kembali handphone nya keatas meja, namun aku mendapatkan sesuatu yang bisa menyelesaikan masalahku saat ini.
“bukankah ini adalah perangkat milik kakak...? Hehe, tidak masalahkan kalau aku mencobanya..? Lagi pula dia juga memakai perangkat milikku, jika dia marah maka aku juga punya alasan untuk melawan balik...” kata ku sambil memegang perangkat milik kakak.
Dengan cepat aku pun langsung memasang perangkat itu, mulai dari kabel – kabel nya sampai menyambungkan nya ke internet, setelah semuanya telah siap aku pun langsung masuk kedalam game.
__ADS_1
“aku... Kembali...”