Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 98 : New Goals


__ADS_3

Setelah aku memenangkan pertarungan melawan Guild ku dulu, aku pun memutuskan untuk langsung pergi menuju tempat dimana Guild Elina berada. Suara ledakan pun terdengar, aku pun langsung melompat keatas pohon untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Sebuah pertempuran besar menyambut kedatanganku. Kemudian aku mencari dimana posisi Elina dan yang lain. Aku pun langsung bergerak menuju kearahnya ketika aku menemukannya.


*Tap.. Tap... Suara langkah kaki.


“oh, akhirnya kau datang juga... Apa yang sebenarnya kau lakukan hingga selama ini..?” tanya Elina dengan wajah marah.


“ah... Itu ya, aku hanya tersesat” jawab ku dengan mudah.


“itu tidak mungkin, kau sudah melihat Map nya kan..? Lagipula kau sendirilah yang menyuruh kami untuk pergi kesini... Jelas sekali kalau kau sedang berbohong..” sahut Elina.


“kalau begitu aku tadi hanya jalan – jalan saja... Tidak lebih” kata ku sambil memalingkan wajah ku.


Tiba – tiba kakak mendekati ku, dia langsung memegang wajahku.


“kau tidak akan bisa membohongi kakakmu ini... Meskipun tidak tampak dari luar, namun Status mu itu tidak dapat berbohong, HP mu berkurang dan Stamina mu hampir habis... Kau habis bertarung kan..?” tanya kakakku sambil sedikit tersenyum.


“kakak memang hebat... Lalu, apa yang terjadi disini selama aku tidak ada..?” tanya ku sambil melihat ke sekeliling.


“tidak ada hal yang menarik, hanya ada beberapa Guild yang ingin bertarung, namun aku bisa mengatasinya...” jawab kakakku sombong.


“jadi bagaimana setelah ini..?” tanya Elina sambil menatap ku.


“kenapa kau malah bertanya kepadaku..? Kau kan ketua Guild nya, berpikirlah... Aku mau istirahat dulu, badanku terasa sangat berat” sahut ku sambil berjalan menuju kebawah pohon.


“hah... Apa maksud mu..?! Tunggu..!! Setidaknya bantulah aku...” teriak Elina sambil mengejarku.


“hoaam... ini adalah tugasmu, aku tadi hanya melakukan apa yang menurutku harus aku lakukan” sahut ku sambil menguap.


“ah... Sial...” pikir Elina yang telah menyerah.


Aku dan Jessie pun langsung beristirahat dan memulihkan kekuatan kami, sedangkan Elina terlihat sangat kebingungan ketika dia sedang memikirkan rencana. Karena terlihat kasihan, kakakku pun langsung membantunya, dengan bantuan senior nya dia pasti akan berkembang.


“ahh... Langit nya indah sekali... Bersantai disaat seperti ini ternyata nyaman juga, aku berharap bisa terus seperti ini selamanya...” kata ku sambil menatap langit.


Aku pun langsung berbaring dan perlahan mulai menutup mataku, tanpa sadar aku pun tertidur.

__ADS_1


*BOOOM... Suara ledakan.


Suara itu membangunkan tidurku, aku pun terkejut kebingungan, dalam keadaan yang masih setengah sadar, aku pun melihat sekitar. Saat itu Jessie masih duduk disampingku, namun Elina dan yang lain sudah bertarung. Aku pun langsung bangun dan berlari kearah mereka sambil mengeluarkan senjataku.


“sial..!! Kalau kalian bersenang – senang, setidaknya bangunkan aku..!!” teriak ku sambil mengangkat senjataku keatas.


“ah, master... Tunggu aku..!!” teriak Jessie sambil mengikutiku.


*BOOOM... Suara ku yang tiba – tiba muncul ke tengah – tengah pertandingan.


“oh, kau sudah bangun, kau tidur selama hampir 1 jam loh...” kata Elina dengan santai menatapku.


“bodoh..!! Kenapa kau tidak membangunkan ku..?!” teriakku sambil menatap Elina.


“hah..!! Yang bodoh itu kau..!! Mana ada orang yang bisa tertidur lelap didalam medan pertempuran..!!” sahut Elina.


“didepanmu” sahut ku singkat sambil menunjuk diriku sendiri.


“ahh..!! Aku tidak peduli lagi..!! Lagi pula apa yang membuatmu tiba – tiba berubah menjadi seperti ini..?” tanya Elina.


“tidak ada alasan khusus... Mood ku sudah kembali” jawab ku.


Kami pun akhirnya melanjutkan pertempuran. Meskipun sekarang ini yang tersisa hanyalah Guild – Guild besar, namun kami bisa bertahan. Saat itu, semua guild pun menargetkan kami karena kekuatan kami yang paling lemah.


Pada akhirnya, satu persatu dari kami mulai kalah, aku pun juga kalah karena kehabisan stamina. Kami saat itu hanya bisa bertahan selama kurang lebih 20 menit, dan yang terakhir kalah adalah Jessie, dia menjadi Mvp di Guild kami.


Hasil pertandingan kali ini, posisi pertama tidak berubah, Flixer sekali lagi menduduki peringkat pertama. Peringkat kedua adalah Rainbow, mereka kalah karena jumlah anggota yang berhasil bertahan lebih sedikit dari Flixer. Dan yang menempati posisi ketiga adalah kami, meskipun saat itu Jessie hanya bisa berlari dan mengulur waktu agar Guild lainnya kalah lebih dulu.


Hari ini, kami pun menutup hari dengan sebuah pesta yang diadakan didalam markas Guild Elina. Meskipun saat itu aku masih tidak dapat merasakan rasa makannya sih, namun aku selalu disibukkan dengan Jessie yang terus bersembunyi dibelakang ku karena banyaknya anggota Guild itu yang ingin menjabat dan berbicara dengannya.


Keesokan harinya, tepat saat aku baru saja Log In kedalam game, aku dikejutkan oleh salah satu Player yang aku kalahkan kemarin.


“kenapa kau disini..?! Apakah kau memata – matai kami lagi..?! Katakan siapa bos mu, aku akan menghancurkan nya..!!” teriak ku sambil menunjuk Lili.


“tenang saja, mana mungkin aku mau mencari gara – gara dengan The Lightning White... Aku kesini karena kau berhasil memikat hatiku” kata Lili sambil mencoba menggodaku.


“persetan dengan The Lightning, aku sudah lelah dengan semua ini... Ini bahkan belum sampai 24 jam, kau pikir berapa banyak Player yang mengirimiku pesan untuk menantangku..!!” sahut ku dengan nada tinggi.

__ADS_1


The Lightning White, entah siapa yang membuat julukan itu, namun setelah kami keluar dari Map dalam Event, banyak orang yang memanggilku seperti itu.


“sudah cukup... Jessie, usir dia...” kata ku sambil menunjuk Lili dengan tatapan menyeramkan.


“dimengerti... Hehe...” sahut Jessie sambil langsung menyeret nya keluar.


“tidak..!! Jessie, kau tidak bisa melakukan hal ini kepadaku..!! tolong biarkan aku disini, aku akan melakukan apapun kata mu.!!” teriak Lili memohon.


Kemudian aku pun berjalan menuju sofa, aku duduk disana sambil mengusap kepalaku.


“ah, sial... Aku ingin pergi ke tempat dimana orang – orang tidak mengenaliku..” pikirku sambil memejamkan mataku.


*Braakk... Suara pintu terbuka.


“hallo...” kata Lili menyapa.


“master... Aku pikir dia juga harus diberi kesempatan yang kedua” sahut Jessie sambil menatapku.


“sial, sepertinya dia berhasil memengaruhi Jessie... Keinginannku kini telah hancur” keluhku.


“hah..? Kau mengatakan sesuatu..?” tanya Lili menatapku.


“tidak, tolong jangan ganggu aku, biarkan aku sendirian ketika aku sedang berpikir” jawabku.


Meskipun aku berkata seperti itu, namun sekarang aku tidak bisa berpikir sama sekali. Aku pun membaringkan badan ku, tiba – tiba aku langsung mengingat sesuatu, tempat yang tidak dikenal bahkan didalam Map.


“padang rumput itu..!! Jessie, bersiaplah... Hari ini kita akan pergi ke suatu tempat, sebelum itu kita beli potion sebanyak mungkin..!!” teriakku yang sangat bersemangat.


“siap..!!” sahut Jessie yang ikut bersemangat.


“ohh.. Aku ikut..!!” sahut Lili sambil mengangkat tangannya.


“pergilah ke tempat Elina, jelaskan semua yang terjadi, selama dia menyetujuinya aku akan membawamu” kata ku dengan nada datar.


“aku mengerti, tunggu sebentar ya...!!” teriak Lili sambil berlari keluar.


Baru saja Lili pergi, aku pun dengan cepat langsung mengecek perlengkapan ku. Setelah itu kami berdua langsung berangkat kesebuah toko untuk membeli stok potion ku. Dengan wajah gembira dan tatapan mata yang penuh semangat, kami pun langsung berangkat.

__ADS_1


“tujuan kita... Menjelajahi tanah suci yang baru saja aku ditemukan..!!”


“ouu..!!”


__ADS_2