Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 50 : The Meeting Failed


__ADS_3

“hei coba jelaskan..!!” kata Elina.


“jelaskan..? Bagian yang mana..?” tanya ku.


“semuanya..!!” kata Elina yang semakin marah.


“yah kau tahu kan, kalau aku menjelaskan semuanya, pasti membutuhkan banyak waktu, lagi pula ini adalah masalah pribadi, nanti saja aku jelaskan” kata ku sambil tersenyum.


“baiklah... Tapi ingat jangan coba – coba kabur... Dan semoga penjelasanmu nanti dapat menenangkanku” kata Elina.


“cih, memangnya kau siapa...” pikirku.


“baiklah kita mulai saja rapat kali ini...” kata Elina membuka rapat.


“tunggu..!! Sekarang waktunya aku bertanya...” sahut ku sambil memukul meja.


“hmm... Ditolak” kata Elina singkat.


“hah... Bukankah rapat ini hanya diikuti oleh Player yang akan mengikuti Event Party War besok...?” tanya ku dengan tenang.


“ditolak..!! Kau tidak boleh bertanya” sahut Elina.


“lalu coba kau... Jelaskan...!!!” tanya ku sambil menunjuk keatas, namun mataku masih menatap Elina.


“ah... Hahaha... Sudah biasakan kalau Junior ingin melihat senior nya bekerja..” jawab Elina ragu – ragu.


“ini bukanlah rapat untuk lima orang, namun untuk satu Guild, sebenarnya apa yang kau rencanakan...?” tanya ku.


“ah yah, lebih baik kita lanjutkan saja yang tadi...” kata Elina mengalihkan topik.


“hei..!! Jawab dulu..” sahut ku.


“... Saat aku melihat pengumuman tadi, aku melihat kita berada digrup C, grup untuk guild yang baru saja berdiri...” jelas Elina.


“penjelasanmu payah sekali... Buang buang waktu... Jessie bangunan aku kalau rapatnya sudah selesai” kata ku sambil menguap.


“baik master” kata Jessie sambil tersenyum.


“hei...!! Bangun sialan..!!” teriak Bella marah.


Kemudian Bella pun berdiri sambil berusaha untuk memukul kepalaku, namun dengan cepat Jessie menghentikan pukulan itu, Jessie memegang tangan Bella.


“kenapa kau menghentikannya..?” tanya Bella sambil menatap Jessie.


“kau tidak pantas, bahkan jika kau hanya menyentuh rambutnya itu masih tidak pantas” jawab Jessie sambil membalas menatap Bella.


“meskipun kau saudara jauhnya tapi ini sudah kelewatan...!!” kata Bella dengan tatapan sangat tajam.


“lalu kau mau apa...?!!” tanya Jessie balik menatap dengan tajam.


“saudara...? Apakah kau saudara nya..?” tanya Elina yang sempat terkejut.


“aku sudah tidur... Aku sudah tidur... Aku sudah tidur” pikirku sambil berpura – pura tidur.


“memangnya kenapa..?” tanya Jessie sambil menatap Elina dengan tajam.

__ADS_1


“hah... Coba kau jelaskan...!!” kata Elina dengan tatapan tajam.


“menakutkan...!! Berhentilah kalian...!! Henti kan tatapan itu..!!” kata Eririn ketakutan.


“kenapa aku harus menjelaskan hal ini kepadamu..? Memangnya kau siapanya master..?” tanya Jessie.


“hei lepaskan...” kata Bella menyela, Jessie pun melepasnya.


“master..? Apakah yang kau maksud..?” tanya Elina sambil melihatku.


“benar... Katakan apa hu-bu-ngan-mu...!!” kata Jessie penasaran.


“huh... Ketahuilah aku adalah tunangannya master mu..!!” kata Elina dengan bangga.


“tidak mungkin... Aku tidak percaya” kata Jessie dengan tenang.


“Hoo.. Lalu kenapa tidak kau tanyakan saja pada mastermu nanti” kata Elina.


“master tidak mungkin bertunangan dengan wanita seperti mu” sahut Jessie.


“hah..? Apa maksud dari kata – kata mu tadi..?” kata Elina marah.


“seperti yang aku katakan tadi, wanita seperti mu tidak cocok bersama dengan master, master pasti memilih wanita yang sempurna dan dari yang aku lihat, kau tidak seperti wanita yang seperti itu” kata Jessie sambil melihat bentuk tubuh Elina.


“ini hanya didalam game, jika didunia nyata bentuk tubuhku lebih bagus” kata Elina dengan percaya diri.


“oh my sister... Cara berbohongmu terlihat sangat jelas” pikir Bella saat melihat Elina.


“mencurigakan... Lalu kau bisa memasak...?” tanya Jessie.


“kau berbohong lagi, kucing mu bahkan hampir mati saat memakan masakanmu” pikir Bella.


“apakah rasanya enak..?” tanya Jessie menyudutkan Elina.


“i-itu, semua pelayan dirumahku berkata kalau masakanku sangat enak” jawab Elina sangat gugup, jantungnya berdetak sangat cepat.


“itu karena mereka takut kehilangan pekerjaan mereka, lagi pula kenapa kau tidak mencobanya sendiri” pikir Bella sambil menggelengkan kepalanya.


“pernahkah kau memasakkan untuk master..?” tanya Jessie.


“itu.. Itu... Ah..!! Sudahlah rapat berakhir...!!” kata Elina sambil pergi meninggalkan ruangan itu.


Kemudian Bella dan juga Eririn pun juga pergi mengejar Elina.


“Master rapatnya sudah berakhir” kata Jessie sambil membangunkan ku.


“ini kah yang dinamakan rapat..?” pikirku sambil berpura – pura bangun tidur.


“Hari ini kita akan kemana lagi..?” tanya Jessie menatapku.


“ah... Entahlah, kita pulang dulu... Hmm..?” kata ku.


Aku pun melihat keatas, semua anggota Guild ini menatapku dan mulai berbisik, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan namun sepertinya aku terlihat seperti seorang penjahat dimata mereka.


“berhentilah menatapku seperti itu” pikir saat melihat mereka.

__ADS_1


Jessie pun ikut menatap mereka, kemudian Jessie mulai mengeluarkan hawa membunuhnya lewat tatapannya, mereka pun langsung pergi.


Setelah itu aku pun pergi meninggalkan guild, aku memutuskan untuk pulang kerumah. Namun ketika dijalan Jessie tiba – tiba berhenti, aku pun juga menghentikan langkahku dan mulai menatap Jessie.


“Jessie ada apa..?” tanya ku.


“master ayo kita belanja... Berdua” kata Jessie melihat kebawah.


“belanja..?” kata ku kebingungan.


“tidak boleh ya...” kata Jessie langsung menatapku, matanya mulai berkaca – kaca.


“aku tidak mengerti apa yang kau rencanakan, tapi hanya sebentar saja” kata ku pasrah.


“hore... Jadi langsung saja kita berangkat..!!” kata Jessie penuh semangat.


“tidak biasanya Jessie seperti ini... Bukankah dulu karakternya itu, pendiam, terlihat dingin dan bagaimana ya...? Sedikit imut kurasa... Sekarang tiba – tiba berubah menjadi seperti ini, apa yang terjadi pada nya...? Atau apakah dia memang Jessie...?” pikirku.


Kemudian aku pun menemani Jessie berbelanja, kami berjalan menuju pasar, disini semua penjualannya adalah seorang NPC, tidak ada seorang Player yang mau berjualan dipasar.


“aku kira dia akan berbelanja pakaian atau sebagainya, tapi ternyata dia malah berbelanja bahan makanan... Oh iya aku baru kepikiran, apakah Jessie butuh makan..?” pikirku.


Setelah sekitar satu jam aku menemani Jessie untuk berbelanja, kami pun langsung pulang. Aku tidak tahu apa saja yang Jessie beli karena semua bahan makanannya langsung dia simpan di inventory. Ketika kami telah sampai dirumah, aku langsung melompat ke sofa yang berada diruang tamu dan berbaring disana.


“ah... Ini adalah tempat yang paling nyaman, semua hal yang aku pikirkan tadi langsung hilang ketika aku berbaring disini...” kata ku dengan bahagia.


“master hari ini aku akan memasak untukmu” kata Jessie sambil berjalan menuju dapur.


Aku hanya membalasnya dengan melambaikan tanganku, aku terlalu malas untuk menjawabnya.


“ah aku baru ingat, banyak fitur baru yang telah ditambahkan... Mungkin nantinya kita dapat menikah dan buat anak dalam game ini... Dan jadilah game kencan online...” pikirku.


Beberapa saat kemudian, Jessie pun mendatangiku yang sedang bermalas – malasan.


“master makanannya susah siap, makanlah” kata Jessie sambil tersenyum dan meletakkannya diatas meja.


“baiklah” kata ku sambil mengambil piring itu.


“aku tadi telah mencicipinya dan rasanya menurutku sangat enak” kata Jessie sambil menatapku.


“ini makanan sisa ya...” pikirku sambil memakannya.


“master tadi seperti seekor kucing yang sedang bermalas – malasan ya” kata Jessie.


“heee.. Benarkah..?” tanyaku.


“benar, jadi bagaimana rasanya..?” tanya Jessie dengan tatapan penuh harapan.


“ini enak” jawabku singkat.


“benarkah..? Horee...” kata Jessie sangat senang.


“sebenarnya ini tidak ada rasanya” pikirku.


Kemudian aku pun menghabiskan makanan itu dan kembali bermalas – malasan lagi.

__ADS_1


__ADS_2