
“akhirnya muncul juga ya...” kata ku.
“sepertinya akan segera dimulai, kau yakin kan..?” tanya Elina menatapku.
“tentu saja” jawab ku.
“baiklah... Bella, Lili, ayo pergi..” kata Elina sambil melompat menjauh.
“eh... Aku kira kita akan tetap ikut bertarung meskipun dia telah melarang..” sahut Lili sambil melompat mengikuti Elina.
Bella pun tak ketinggalan, dia mengikuti Lili menjauh dari arena. Saat itu aku dan Jessie langsung mengambil senjata kami dan bersiap untuk bertarung.
“hati – hati... Meskipun kita memiliki informasi tentangnya, namun kita masih belum melihat kemampuan aslinya, ada kemungkinan kalau dia mempunyai kemampuan lainnya” kata ku sambil mengambil ancang – ancang.
“aku mengerti...” sahut Jessie.
“lakukan seperti biasa... Tapi kali ini jangan ditahan lagi” kata ku sambil menatap Jessie.
“baiklah kalau begitu...” sahut Jessie.
Kemudian Jessie pun menutup matanya sebentar dan ketika membukanya, tatapan nya menjadi sangat berbeda, tatapannya menjadi sangat tajam dan mengintimidasi.
“baik kita mulai...” kata ku.
Kemudian aku pun melompat – lompat beberapa kali dan dalam sekejap aku langsung berlari kearah bos itu berada. Tiba – tiba cahaya dari tatapan mata bos itu menghilang, aku tidak bisa merasakan keberadaannya saat itu, aku juga tidak bisa melihatnya karena disana cukup gelap.
“Disini..!!” teriak Jessie sambil menyerang kebelakang.
Saat Jessie berteriak, aku pun langsung melihatnya dan berlari kearah Jessie. Ternyata bos itu sudah berada dibelakang Jessie dan akan menyerangnya.
“ini diluar perkiraan ku, tidak aku sangka dia benar – benar cepat... SPEED BOOST... ON..!!” teriakku menambah kecepatanku.
“aku akan menahannya... DRAGON SLASH STREAK..!!” teriak Jessie menyerang tubuh bos itu.
Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas namun dia memiliki tinggi sekitar 2,5 meter. Badannya berwarna hitam dan aura kegelapan keluar dari tubuhnya, aura itu terus mengelilingi tubuh bos itu. Badannya terlihat agak besar dan berwujud mirip sepeti manusia dan dia lenyap ketika berada didalam kegelapan.
Bos itu pun berusaha untuk bertahan, dia menangkis semua serangan Jessie. Disaat yang sama, aku masih berlari menuju bos itu yang perhatiannya masih tertuju pada Jessie.
“sekarang..!!” teriak Jessie saat menyadari kalau aku sudah bersiap menyerang bos itu.
Kemudian Jessie pun langsung menyerang leher bos itu bersamaan dengan ku yang juga menyerang lehernya. Serangan kami seperti sebuah gunting dan serangan itu tepat berada dileher bos itu. Aku pun yakin kalau serangan kami akan mengenainya, namun saat itu aku tidak merasakan kalau aku telah menebasnya, serangan kami menembus nya.
“apa..!!” teriakku kebingungan sambil menghentikan langkah ku dan melihat kebelakang.
__ADS_1
“dia cukup cerdas juga...” kata Jessie sambil menatap bos itu yang masih berada didepannya.
Tubuh bos itu tiba – tiba berubah menjadi asap yang berwarna hitam. Saat itu Jessie menyerangnya kembali dan benar saja, serangannya menembus tubuhnya. Kemudian bos itu pun berlari menuju kedalam kegelapan, namun aku masih melihat mata merah nya.
“agak menyusahkan juga kalau begini...” pikirku sambil terus menatap mata itu.
“master, aku akan menjaga bagian belakang...” kata Jessie mendekati ku.
“baiklah, tolong ya...” kata ku.
“baik...” sahut Jessie.
Aku pun kembali melihat mata itu, sekilas mata itu pun langsung menghilang dan kami pun langsung bersiaga.
“aaagghhhh...!!” teriak Bella.
“ada apa..?” tanya Elina.
“bosnya disini..!!” teriak Lili sambil mencoba menyerang disekitar Bella.
“berkumpul..!!” sahut Elina.
Aku pun terkejut saat mendengar teriakkan Bella, aku langsung melihat kearah mereka, sekilas aku dapat melihat bos itu menghindari serangan Lili.
“master...!! Tunggu..!!” teriak Jessie.
Aku pun mengabaikan teriakan Jessie dan terus mendekat kearah mereka, namun tiba – tiba terlintas didalam pikiranku.
“jika aku menjadi dirinya, aku akan menyerang Jessie yang sekarang telah terpisah dariku...” sebuah pemikiran aneh namun masuk akal.
“cih, pintar sekali bos ini...” pikirku sambil berbalik menuju kearah Jessie.
Tiba – tiba tepat dibelakang Jessie muncul lah bos itu, aku pun secara refleks langsung melempar pedangku kearah Jessie. Saat itu Jessie pun terkejut dan langsung menghindari pedangku yang menuju kearahnya.
“kenapa master menyerangku...? Apa jangan – jangan..!!” pikir Jessie sambil melihat kebelakang.
“jangan lengah meskipun hanya sesaat...” kata ku sambil berlari melewati Jessie dan menuju kearah bos itu.
“baiklah aku mengerti... Maafkan aku” sahut Jessie mengikutiku.
“bagus... BLADE DANCE..!!” teriakku saat jarakku dengan bos itu cukup dekat.
“DRAGON SLASH STREAK..!!” teriak Jessie membantuku.
__ADS_1
Kami pun menyerang bos itu bersamaan, HP bos itu pun turun drastis hingga ketika HP nya tinggal setengah, bos itu pun kembali menjadi sebuah asap dan menghilang lagi.
“dia menghilang... Hati – hati, kita saling membelakangi” kata ku.
“baik” sahut Jessie singkat.
Aku dan Jessie pun menunggu bos itu untuk menyerang namun setelah beberapa saat bos itu tidak kunjung menyerang. Tiba – tiba aku kepikiran dengan keadaan mereka, aku pun melihat kearah mereka dan aku melihat bos itu sedang menuju kearah mereka.
“gawat... Kalian awas...!!” teriakku sambil berlari kearah mereka.
“tunggu master..!! Itu hanya pengalihan..!!” teriak Jessie.
Saat itu Elina dan Lili sedang membantu Bella, mereka sedang memberi potion ke Bella. Aku menggunakan semua kekuatanku untuk mengejar bos itu. Sedikit demi sedikit bos itu terkejar namun tetap saja karena jarak kami pada awalnya sangat jauh jadi aku terlambat.
“biar aku yang menangani nya” kata Elina sambil mengarahkan busurnya ke bos itu.
“baiklah aku juga akan bersiap jika tembakan mu meleset” kata Lili sambil bersiap.
“ENCHANT ARROW..!!” teriak Elina sambil melepaskan anak panahnya.
Anak panah itu pun langsung melesat kearah bos itu, semakin lama kecepatannya semakin meningkat namun bos itu pun tetap tenang, dia tidak berniat untuk menangkisnya ataupun menghindarinya. Dan seperti diawal, dia berubah lagi menjadi sebuah asap dan serangan itupun menembus nya.
*Cliing.. Suara ketika aku menangkis anak panah Elina.
“aku sudah menduga hal ini jadi... Kemana dia...!!” pikir ku yang terkejut saat bos itu tiba – tiba menghilang.
“jangan – jangan... Jessie..!!” teriakku sambil melihat kearah Jessie.
Bos itu tiba – tiba sudah berada dibelakang Jessie dan bersiap menyerang Jessie, namun Jessie menyadarinya dan langsung menyerangnya duluan. Aku pun kembali memutar arahku, saat itu stamina ku sudah banyak berkurang dan Jessie pun terlihat kewalahan ketika berhadapan dengan bos itu.
“sialan, ternyata informasi yang diberikan salah... Kecepatannya itu bahkan melebihi ku” pikirku sambil berlari menuju Jessie.
Namun ketika jarakku sudah cukup dekat, tiba – tiba bos itu kembali menghilang.
“menghilang lagi...!! Jangan bilang..!!” pikirku sambil melihat kearah Elina dan yang lain.
Kini monster itu kembali mengincar Elina dan yang lain, aku pun sekali lagi memutar arahku.
“sialan..!! Jessie, segera berkumpul bersama mereka..!!” teriakku saat jarakku tepat ditengah – tengah Jessie dan Elina.
“aku mengerti...!!” balas Jessie yang mulai berlari.
Kemudian aku pun kembali melihat kearah bos itu, namun bos itu kembali menghilang lalu muncul dibelakang Jessie. Aku pun seperti sedang dipermainkan olehnya, ditengah – tengah keadaan yang seperti ini, apakah yang akan aku lakukan..? Aku tidak bisa berpikir sedikit pun juga.
__ADS_1