Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 94 : Meeting


__ADS_3

Disebuah gurun pasir didalam Map. Sebuah Guild yang tampak baru saja dipindahkan, sekarang mereka sedang mengadakan sebuah rapat.


“Lili telah memberitahuku, mereka akan pergi dan bertahan disini...” kata Liam sambil menunjuk diujung Map.


“Hahaha.... Tentu saja, bukankah mereka itu masih keroco, itu adalah tempat yang pantas bagi mereka..!!” kata Endou dengan tatapan dinginnya.


“jangan meremehkan mereka dulu, mereka pastinya juga mempunyai rencana tersendiri untuk menghadapi guild – guild besar seperti kita... Lagi pula, 2 diantara mereka adalah petinggi dari Guild The Other Side, entah ini benar atau tidak, namun Lili telah memberitahu ku kalau dia sudah mencapai Level Max” sahut Liam.


“cih, kalau mereka berdua aku bisa percaya tapi kalau dia yang berlevel Max mana mungkin” gumam Endou sambil memalingkan wajahnya.


“kau sangat berbeda dari dirimu yang dulu, atau apakah kau masih orang yang sama..?” tanya Claire sambil melirik Endou.


“katakan sekali lagi dan aku akan langsung menyerangnya menghajarmu dasar wanita sialan” sahut Endou sambil menunjuk Claire.


“dasar pria pengecut, itulah sebabnya aku mengajukan untuk menendang mu dari Guild dan menarik kembali si Silver Raven” kata Claire sambil berjalan menjauh.


“apa katamu...!! Kau ingin membuat guild kita menjadi lemah lagi ya...?!” teriak Endou marah.


“bukalah matamu dan lihat baik – baik... Fakta nya kita menjadi semakin lemah setelah dia pergi” jawab Claire sambil terus berjalan.


“katakan saja kalau kau menyukainya kan..?!! Aku tahu itu..!!” teriak Endou.


“cukup, aku sudah tidak tahan lagi... Segera setelah Event ini berakhir, aku memutuskan untuk keluar dari Guild” sahut Claire sambil menahan emosi nya.


“apa...?! Kau tidak bisa seenaknya seperti itu...” kata Endou sambil menghentikan langkah Claire.


“menyingkir... Aturan untuk meninggalkan guild sudah tidak berlaku lagi setelah kita mengeluarkan salah satu dari kita” kata Claire tanpa memandang Liam yang berada tepat didepan nya, kemudian dia pun langsung pergi.


“tolong jangan serius mengatakan hal yang tadi... Endou, lihatlah semua ini, berkat pemikiran mu yang tidak logis membuat guild ini berada diujung tanduk...” kata Liam sambil menatap Endou.


“kenapa kalian malah menyalahkan ku..!! Cih, sialan... Aku tidak peduli lagi..!!” teriak Endou sambil berjalan meninggalkan mereka.


“hah... Dari awal memang seharusnya kita tidak mengajak dia...” keluh Liam.

__ADS_1


“aku akan mengejar nya...” kata Gorgonaz sambil berlari mengejar Endou.


“sialan... Oh iya, kau juga banyak berubah ya..” kata Liam sambil menatap Atom.


Atom pun tidak menjawab, dia hanya melirik Liam lalu langsung pergi mengikuti Claire.


“cih, aku juga sudah tidak tahan tahu...” pikir Liam sambil menatap kelangit.


Liam pun langsung mengkoordinasikan anggota – anggota Guild nya, mereka pun pergi setelah mereka menentukan jalur yang akan dilalui. Diikuti oleh para petinggi yang lainnya, dengan penuh keyakinan mereka langsung menuju tempat ku berada. Disisi lain, sebuah pandangan penuh rasa benci saling bertabrakan dan menghancurkan.


“kalau begitu, mungkin ini tidak cukup sebagai pemanasan bagi kami, tapi tolong hadapilah kami dengan serius..!!” kata ketua Guild Famous Family dengan tatapan mengintimidasi.


“aku juga ingin mengatakan hal yang sama, namun aku diharuskan untuk mengatakan hal ini...” kata kakak ku sambil memejamkan matanya.


“kau ingin keringanan..?” tanya ketua Guild itu.


“kalian gagal...” sahut kakakku sambil membuka matanya perlahan.


“hah... Bisa kau katakan sekali lagi..? Sepertinya aku salah dengar...” tanya ketua Guild itu dengan wajah kebingungan.


“aku bilang... KALIAN GAGAL..!!!” teriak kakakku.


“hah... Apa.. Jangan – jangan...!!” teriak ketua Guild itu terkejut.


Kemudian, ketua Guild itu langsung melihat pertarungan antara guild – guild besar yang ada didepannya. Yang sedang bertarung, yang sedang memikirkan rencana, yang sedang mengawasi dan menonton, semuanya menatap kearah mereka. Pertarungan yang sangat hebat dan mengerikan tiba – tiba langsung berhenti ketika mendengar sebuah teriakkan, mereka langsung melihat kesumber suara itu.


“apa maksud nya ini...? Apakah ini sebuah tes..? Atau mereka memang sengaja membuat guild keroco ini berada disini..? Cih, jadi itu telah tujuan kalian, untung saja kami belum menghancurkan mereka (Guild Elina)... Mereka (Guild – Guild besar) pasti akan menganggap kami sebagai Guild keroco jika kami melawan Guild ini (Guild Elina)...” pikir ketua Guild itu sambil melihat Guild – Guild besar yang sedang menatap mereka.


“sialan..!! Jangan remehkan kami, semuanya bersiap bertempur...!! Hancurkan mereka yang telah menghina kita..!!” teriak ketua Guild itu sangat marah.


“Ouuuuu...!!” teriak anggota – anggota nya.


Dengan murka nya mereka mulai bergabung kedalam pertempuran. Mereka mengamuk dan menyerang secara membabi buta, pertempuran yang lebih mengerikan pun dimulai.

__ADS_1


“lihatlah... Ini sangat mudah” kata kakakku sambil membalikkan badan dan menatap Elina.


*Tek.... BOOM... Suara petikan jari diikuti oleh sebuah ledakan besar.


Elina pun berada diposisi yang sangat sempurna, ketika kakakku baru saja mengatakan hal itu lalu memetikkan jarunya, sebauh ledakan besar terjadi dibelakangnya. Kobaran api yang sangat besar yang menjadi background nya membuat tatapan kakakku semakin mengerikan.


“i-iblis...” kata Elina gemetar dengan wajah ketakutan.


“bu-bukan... Dia itu adalah raja iblis” sahut Bella yang berjarak agak jauh dari Elina.


“baiklah semuanya, duduk yang rapi dan lihat lah pertarungan ini...!! Fuhahaha...” teriak kakak ku sambil membalikkan badan dan melihat pertarungan yang ada didepannya.


Dengan wajah ketakutan seperti sedang diintimidasi mereka pun langsung melakukan apa yang kakakku katakan. Mereka langsung berbaris dan duduk dengan sangat rapi lalu menonton pertarungan itu.


“a-anu... Apakah ini juga...” kata Elina ketakutan.


“terkejut lah, ini juga rencana darinya... Hahaha” sahut kakakku memotong.


Dilain sisi, setelah aku meninggalkan Guild milik Ricoris, aku pun langsung menuju ujung Map dan menunggu kedatangan Guild lama ku. Aku pun berbaring diatas batu yang berada dibawah pohon yang sangat rindang. Jessie pun menjadikan paha nya sebagai bantal untuk ku tidur, sambil memejamkan matanya dia pun mengelus kepalaku.


Tidak ada Player yang berani mengganggu kami, ketika mereka melihat level kami, mereka pun langsung pergi menjauh, beberapa dari mereka berpikir kalau ini adalah jebakan.


Tiba – tiba cuaca berubah, awan – awan itu mulai berjalan menutupi matahari. Hembusan angin dingin menerpa kami, kami dapat mendengar suaranya, mereka juga telah datang bersama dengan itu.


Kelima pendiri telah berjalan maju, sambil berdiri berjajar semua anggota Guild nya hanya diam dan melihat. Mereka tersenyum namun juga waspada, dengan tatapan serius kelima pendiri itu berjalan terus mendekat, mereka pun berhenti ketika sampai berada tepat ditengah – tengah kami berdua dan anggota Guild nya.


“sudah lama tidak berjumpa ya, kalian semua... Meskipun aku rasa itu bukanlah kalimat yang tepat untuk situasi saat ini” sapa ku sambil perlahan bangun.


Aku pun duduk sambil melihat kearah mereka, aku pun menatap mereka berlima satu persatu dengan tatapan dan raut muka datar seperti sedang meremehkan mereka. Meskipun begitu, mereka tetap tersenyum kearah ku. Liam pun maju satu langkah untuk mewakili semua orang, dia pun mulai melambaikan tangannya sambil berkata.


“yo... Lama tidak berjumpa”


Hanya untuk sesaat, kami mulai bertatapan, serius melawan tidak peduli, ramah melawan dingin. Ini mengingatkan ku saat pertama kali bertemu, mereka adalah orang yang baik. Dulu aku berpikir kalau mereka adalah teman yang berharga, jadi aku terus melindungi mereka. Kami mulai berpetualang bersama, kami membuat Party kemudian mulai membangun sebauh Guild, sungguh masa – masa yang indah.

__ADS_1


“meskipun begitu, aku akan tetap menghancurkan nya, itulah tujuanku dari awal”


__ADS_2