My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
102


__ADS_3

P LAK!!!


Melani menampar Anthony saat Anthony menjenguknya di rumah sakit. Saat itu mereka hanya berdua di kamar, kebetulan Kevin belum datang untuk menemani Melani seperti biasa. Anthony yang merasa nggak melakukan salah apapun, kaget tiba-tiba Melani menamparnya begitu dia datang.


“Mel, kok lo tiba-tiba nampar gue, sih? Salah gue apa?” Anthony bertanya dengan ekspresi wajah nggak bersalah.


Melani memandang Anthony dengan mata penuh amarah, Melani sudah marah sekali dengan cowok yang kini berdiri di depannya itu.


“Lo nanya salah lo apa?” Melani galak.


“…”


“Lo pengen tahu salah lo apa? Iya?”


Anthony semakin bingung karena Melani marah-marah padanya.


“Thon, maksud lo apa ngomong yang enggak-enggak ke Rafa?”


“Rafa?”


“Udah deh, nggak usah berlagak bego lo! Maksud lo apa ngomong ke Rafa kalau dia itu pembawa sial buat gue? Gara-gara lo, sekarang Rafa nggak mau lagi ketemu sama gue.”


Anthony pun akhirnya mengerti kenapa Melani tiba-tiba marah padanya. Namun dia tidak menampakkan sedikitpun kepanikan di wajahnya, justru dia terlihat senang karena usahanya untuk membuat Rafa menjauh dari Melani sukses besar.

__ADS_1


“Oh…jadi karena masalah itu lo marah terus nampar gue?” Anthony tetap telihat tenang,”Ya bagus dong, kalau Rafa udah nggak mau deket sama lo. Itu artinya, lo nggak bakalan kena sial lagi gara-gara tuh cowok.”


“Eh, diem lo, ya!” Melani menunjuk wajah Anthony,”Jangan pernah lo bilang di depan gue, kalau Rafa itu pembawa sial!”


“Lho? Emang kenyataannya gitu kan, Mel! Selama ini lo selalu kena sial kalau lo deket-deket sama dia. Mustinya sekarang lo tenang, karena dengan Rafa ngejauhin lo, lo nggak akan kena sial lagi.”


“Eh, Thon. Lo denger baik-baik, ya! Bagi gue Rafa itu bukan pembawa sial. Tapi lo yang pembawa sial.”


“Kok lo ngomong gitu sih, Mel?” Anthony sedikit nggak terima dikatain pembawa sial,”Gue kan ngelakuin ini demi kebaikan lo.”


“Gue nggak butuh bantuan apapun dari lo. Semua yang udah terjadi sama gue itu bukan kesalahan Rafa, tapi salah lo. Lo yang selalu gangguin kedekatan gue sama Rafa, dan lo juga yang udah bikin Rafa ninggalin gue lagi. Lo tuh jahat banget sih Thon, sama gue? Puas lo, udah nyakitin gue?” Melani marah-marah.


“Mel, gue ngelakuin semua itu karena gue cinta sama lo, Mel. Gue nggak mau lo deket sama cowok manapun, apalagi sama di Rafa itu. Gue cinta sama lo. Kapan sih, lo mau ngertiin perasaan gue?” Anthony mulai dramatis.


Sebenarnya Anthony tahu dari dulu Melani nggak pernah cinta padanya, dan Anthony juga tahu siapa cowok yang dari dulu disukai sama Melani. Tapi rasa cintanya yang begitu besar kepada Melani, membuatnya untuk tidak menyerah mendapatkan cinta Melani. Segala macam cara dilakukannya demi bisa memenangkan cinta Melani.


“Gue nggak cinta sama lo. Dan gue minta lo jangan lagi gangguin kehidupan gue! Pergi jauh-jauh dan jangan pernah lo tunjukin muka lo di depan gue!”


“Mel, kenapa sih lo nggak mau nerima gue? Gue ini beneran cinta sama lo. Gue tulus cinta sama lo.” Anthony masih belum menyerah.


Melani tersenyum sinis,”Tulus? Lo bilang cinta lo tulus ke gue?”


“…”

__ADS_1


“Thon, lo itu apa artinya cinta aja gue rasa lo nggak tahu. Terus buat apa lo ngomongin soal ketulusan segala? Lo itu egois, nggak pernah mikirin perasaan orang lain. Gimana mungkin lo bilang cinta sama gue kalau lo nggak bisa ngehargain perasaan gue?”


“…”


“Kalau emang lo beneran cinta sama gue, lo hargain dong apapun perasaan yang gue rasain ke lo. Kalau gue nggak cinta sama lo dan nggak bisa nerima lo, mustinya lo nggak perlu terus-terusan maksa gue buat bisa cinta sama lo! Lo terima dong, apapun keputusan gue, Thon!”


“…”


“Lo nggak perlu nanya kenapa gue nggak jatuh cinta sama lo! Lo pikir sendiri, apa yang membuat gue nggak bisa cinta sama lo! Cinta itu nggak bisa dipaksa, Thon. Gue nggak pernah cinta sama lo, dan apapun usaha yang lo lakuin juga percuma aja, nggak akan pernah bisa bikin gue cinta sama lo.”


“…”


“Daripada lo buang-buang waktu lo buat ngejar-ngejar gue, buat mencampuri urusan gue, mendingan lo lakuin hal lain yang bermanfaat!”


“…”


“Sekarang gue minta lo keluar dari kamar gue!” Melani menunjuk ke pintu keluar,”Dan inget, jangan pernah lagi campuri urusan gue!”


Anthony masih berdiri di tempat, belum ingin pergi. Dia terlihat masih berat sekali meninggalkan Melani.


“Plus, satu hal lagi yang musti lo inget! Kalau sampai lo gangguin Rafa lagi atau ngomong yang macem-macem sama dia. Gue akan bunuh diri!” Melani mengancam.


TBC

__ADS_1


__ADS_2