My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
58


__ADS_3

“Siapa juga yang nyuruh lo buat jalan kaki? Kita kan bisa naik bajaj!” Melani berkata dengan santai karena dia yakin orang kaya seperti Rafa belum pernah naik bajaj. Dia berpikir, untuk mengerjai Rafa sekali ini saja. Masa dia terus yang dikerjain?


“Ya udah, mana HP gue! Biar gue telepon bengkel!”


Melani menyerahkan HP pada Rafa dengan perasaan bingung, Lho? Kok Rafa reaksinya biasa-biasa aja, sih? Kok nggak kaget atau apa gitu, gue ajak naik bajaj? Atau sebelumnya nih cowok udah pernah naik bajaj? Jangan-jangan bokapnya juga jadi juragan bajaj? Melani bingung sambil memandangi Rafa yang sedang menelepon bengkel.


“Udah, yuk pergi! Ngapain lo malah bengong aja?” Rafa masuk ke mobil mengambil jaket dan tasnya.


“Raf, lo serius mau ikut gue naik bajaj?” tanya Melani masih nggak yakin.


“Katanya gue suruh naik bajaj aja. Lo gimana, sih? Apa lo mau jalan kaki sama gue sampe rumah? Bisa patah tulang ntar lo sampe rumah.”


Rafa sibuk memakai jaket cokelatnya dan menyandang tas di bahu kanannya,”Ayo!” Rafa jalan duluan.

__ADS_1


Melani mengikuti di belakang dengan bertanya-tanya. Emang orang kaya kayak Rafa bakalan suka naik bajaj? Kan biasanya naik mobil mewah yang ber-AC, atau paling nggak naik taksi gitu. Lha ini kok mau-mau aja disuruh naik bajaj yang panas dan suaranya berisik? Makin lama Melani semakin menganggap kalau cowok yang sekarang jalan di depannya itu memang benar-benar aneh.


***


Rafa naik bajaj bersama Melani. Di sepanjang perjalanan di dalam bajaj yang berisik dan panas, Melani sedikitpun nggak melihat Rafa menggerutu atau kebingungan karena kepanasan, justru Rafa malah sepertinya menikmati. Rafa bersiul-siul sambil memandang ke luar. Melani baru sadar sekarang kalau Rafa memang benar-benar aneh bin ajaib. Orang kaya kok kayaknya menikmati gitu naik bajaj?


Di radio yang di dekat sopir terdengar alunan lagu If You’re Not The One – nya Daniel Bedingfield. Rafa kelihatan amat senang dan langsung saja ikutan menyanyikan lirik lagu tersebut dengan suara kecilnya diiringi suara berisik dari bajaj. Namun biarpun dengan suara kecil, Melani bisa mendengar jelas Rafa menirukan lagu itu. Untuk sesaat, Melani teringat seseorang di masa lalunya yang dulu juga sangat suka sekali dengan lagu tersebut, dia juga selalu menirukan menyanyi ketika mendengar lagu itu.


Begitu menyadari Melani sedang memperhatikannya, Rafa menghentikan menyanyinya,”Eh, lo ngapain ngelihatin gue kayak gitu?”


Melani kaget, saking seriusnya mengingat masa lalu, Melani sampai nggak sadar kalau Rafa menoleh padanya,”Eh?”


“Lo kenapa, sih? Kayaknya senang banget ngelihatin gue?” mereka berbicara dengan diiringi alunan lagu If You’re Not The One di radio.

__ADS_1


“Idih, siapa juga yang ngelihatin lo? Jadi orang ge-er banget!” Melani nggak mau ngaku.


“Kalau lo nggak ngelihatin gue, terus ngapain lo mandang ke arah sini dari tadi?”


“Gue nggak ngelihatin lo. Gue ngelihatin…” Melani memutar otaknya untuk mencari-cari alasan.


“Apa?” bentak Rafa.


“Aduh, biasa aja kali! Nggak usah bentak-bentak gue!”


“Terus tadi lo ngelihatin apaan?”


TBC

__ADS_1


__ADS_2