My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
87


__ADS_3

Rafa sedang sibuk membaca di dekat kolam air mancur taman belakang kampus.


Ketenangannya dikagetkan dengan beberapa bungkus permen karet Lotte-Lotte yang ditunjukkan seseorang di depannya.


“Tarrraaaa…!!!!” Melani memberikan kejutan.


Rafa menoleh,”Elo, Mel? Kirain siapa?”


Melani duduk di sebelah Rafa,”Nih, udah gue beliin permen karet kesukaan lo. Udah lama banget, ternyata pabriknya masih ngeluarin juga.”


“Makasih ya,” Rafa menerima permen karet itu lalu melanjutkan membaca bukunya.


“Lagi baca apaan, sih? Serius banget, sampai gue dicuekin?” Melani melongok buku bacaan yang dibaca Rafa.


Rafa tetap sibuk membaca, nggak mempedulikan Melani.


Karena dicuekin terus, Melani sebal. Dia merebut buku yang dipegang Rafa, lalu melemparnya ke kolam air mancur di belakangnya.


“Lho? Lho?” Rafa kaget Melani tiba-tiba melempar bukunya ke kolam. Buku itu sekarang terendam di dasar kolam air mancur,”Mel, lo apa-apaan, sih? Ngapain lo main lempar-lempar buku gue ke kolam?”

__ADS_1


“Abis gue sebel sama lo. Masa gue dicuekin cuma gara-gara buku nggak jelas itu?”


“Eh, buku nggak jelas gimana? Itu novel harganya mahal, tahu!” Rafa bermaksud mau menceburkan kakinya ke kolam air mancur, tapi Melani menariknya.


“Nggak usah!”


“Lo kenapa, sih? Ngapain ngelarang-ngelarang gue buat ambil buku gue?” semprot Rafa,”Masih untung bukan lo yang gue suruh nyebur buat ngambil.”


“Udah, nggak usah diambil! Lagian juga udah basah, tuh! Ntar kan lo bisa beli lagi yang baru. Mendingan sekarang kita pergi aja, yuk! Ayo!” Melani menarik-narik lengan Rafa.


“Heh, lo hari ini aneh banget, sih? Kenapa lo? Kesurupan ya, lo?” Rafa heran, nggak biasa-biasanya maksa-maksa dia buat ngajak pergi.


“Heh?” Rafa maish terlihat nggak mengerti, dia pasrah saja kemana Melani menariknya.


***


Debuaran ombak pantai memecah keheningan di pantai yang sepi dan bersih itu. Rafa dan Melani duduk di atas batu karang besar memandang ke arah laut. Rafa mengunyah permen karetnya dengan santai, meniupkan balon besar-besar kemudian meletuskannya dan kembali mengunyahnya lagi. Setelah beberapa saat, Rafa kembali meniupkan balon besar-besar dan meletuskannya. Melani senang melihat Rafa sudah kembali seperti dulu. Untuk beberapa detik, Melani seperti melihat Rafa di masa lalu, saat Rafa masih menjadi Fandy. Melani sekarang jadi bingung, dia nggak tahu lebih suka Rafa yang dulu atau Rafa yang sekarang?


“Ngapain bengong?” Rafa menoleh membuat Melani kaget,”Bengong aja kerjaannya?”

__ADS_1


“Emmm…nggak, kok. Siapa lagi yang bengong?” Melani memandang ke lautan.


Rafa kembali meniupkan balon besar-besar dari permen karenya.


“Raf…kemaren Cyntia minta maaf sama gue.”


“Ya bagus, dong! Itu memang udah seharusnya, kan?!” sahut Rafa santai,”Dia yang salah, jadi dia juga harus minta maaf, kan?!”


“Iya juga, sih.” desah Melani,”Tapi, sebenernya tanpa dia minta maafpun, gue udah maafin dia, kok.”


“Kalau itu sih, hak lo. Tapi yang namanya orang salah itu kan emang harus minta maaf!”


“…”


“Ya udahlah, nggak usah ngomongin Cyntia lagi! Kalau lo ngajak gue ke sini cuma buat ngomongin Cyntia, mendingan gue pulang aja!”


Rafa beranjak dan bermaksud mau pergi setelah membuang permen karet yang dikunyahnya.


“Eh, tunggu!” Melani menarik baju Rafa,”Waaaa….!!!!” Melani terpeleset saat mau turun dari batu karang, lalu jatuh dengan posisi menubruk Rafa.

__ADS_1


TBC


__ADS_2