
“Enggak, kok. Kalau dibilang pacaran kayaknya enggak. Gue sama dia cuma deket aja. Tapi kalo dibilang pacaran juga iya dih."
Diandra manggut-manggut, sok mengerti. Padahal dia masih bingung, tadi dia kan tanya tentang masalah Melani dengan Rafa? Tapi kok Melani malah membicarakan orang lain? Terus apa hubungannya sama Rafa?
“Dan lo tahu nggak, Fandy itu siapa?”
Diandra menggeleng layaknya orang bodoh.
“Dia itu Rafa.”
Diandra terlonjak kaget,”Apa??? Rafa??? Beryl Rafael Pradipta maksud lo???” Diandra masih nggak yakin.
“Ya iyalah. Emangnya Rafa yang mana lagi?”
“Kok…kok bisa, sih?”
“Gue juga nggak tahu kalau masalah itu. Gue aja tahunya baru beberapa hari yang lalu. Itupun nggak sengaja gue denger dari Rafa sama Anthony pas mereka lagi berantem. Pantesan aja selama ini kesukaan mereka itu sama. Gue juga belum sempet nanya sama Rafa. Gimana mau nanya, coba? Udah tiga hari ini tuh Rafa ngediemin gue terus!”
Diandra garuk-garuk kepala, masih belum begitu paham,”Kalau Rafa itu memang bener Fandy temen lo itu, berarti dari awal dia udah kenal dong, sama lo, Mel? Terus kenapa dia nggak bilang aja sama lo?”
“Nggak tahu."
“Eh…tapi emangnya lo nggak bisa ngenalin mukanya Fandy itu gimana? Kok sampe lo nggak tahu kalau Rafa itu Fandy?”
“Ya ampun, Di. Gimana gue mau ngenalin Rafa, kalau sekarang itu dia udah berubah, udah nggak sama kayak dulu lagi waktu dia masih jadi Fandy.”
“Hah? Nggak sama gimana?” Diandra lagi-lagi nggak mengerti.
“Ya, nggak sama pokoknya. Sekarang itu Rafa udah berubah jadi cowok yang…yang keren, ganteng, modis, kaya…ya mana bisa gue ngenalin dia? Udah gitu, sikapnya yang selalu cuek, judes, angkuh…udah nggak sama kayak dulu.”
__ADS_1
“Emangnya dulu Rafa itu jelek, ya?”
“Bukan jelek!” Melani terlihat nggak terima,”Cuma…cuma… ya gimana, ya? Pokoknya sekarang dia beda.”
“Oh…” Diandra tersenyum kecil, Melani nggak terima ada orang yang menghina Rafa. Diandra tahu itu,”Jadi karena masalah itu, lo diem-dieman sama Rafa?”
“Iya.”
“Ternyata kalau emang jodoh, sejauh-jauhnya dia pergi, pasti akhirnya ketemu lagi, ya?”
“Maksud lo apa, sih? Jodoh, jodoh?” Melani pura-pura nggak mengerti.
“Ya, lo itu jodoh sama Rafa. Kata lo, Rafa udah pergi selama lima tahun. Tapi akhirnya kalian bisa ketemu lagi, kan?!”
“…” Melani diam-diam mengiyakan kata-kata Diandra.
“Gimana apanya?”
“Lo tetep suka sama Rafa apa enggak?”
Melani bingung,”Nggg…”
“Pasti ya, deh. Iya, kan?!” Diandra ngeledek,”Cieeee…!!!”
“Eh, tapi…lo bilang apa tadi?” Melani mengingat sesuatu,”Gue…gue suka sama Rafa?”
“Iya.”
“Siapa yang bilang kalau gue suka sama Rafa?”
__ADS_1
“Lho? Bukannya lo suka sama Fandy, kan?” tanya Diandra.
“Iya, gue emang suka sama Fandy. Terus apa hubungannya sama Rafa?"
Diandra mendengus,”Tuh, kan. Lo jadi orang jangan bego-bego amat, deh! Fandy itu Rafa, Rafa itu Fandy. Mereka itu orang yang sama, Mel. Kalau lo suka sama Fandy, berarti kan lo juga suka sama Rafa. Gimana sih lo, Mel?”
“Gini ya, Di!” Melani menjelaskan ke Diandra seperti mengajari anak TK berhitung satu ditambah satu sama dengan dua,”Fandy itu nggak sama dengan Rafa. Dia udah berubah.”
“Tapi bukan berarti kan, kalau lo nggak suka sama Rafa?”
“…”
“Pasti lo sebenernya juga suka deh, sama Rafa!”
Melani menghela napas. Apa yang dikatakan Diandra memang benar. Selama ini Melani memang diam-diam menyimpan rasa suka pada Rafa sebelum tahu yang sebenarnya bahwa Rafa itu adalah Fandy. Melani sendiri bingung, kok bisa dia menyukai cowok rese dan nyebelin kayak Rafa?
***
Pagi harinya, Melani terkejut melihat Rafa ada di depan rumahnya. Rafa duduk di belakang setir mobilnya menunggu Melani keluar. Melani nggak mengerti kenapa hari ini Rafa tiba-tiba ada di depan rumahnya, bukannya beberapa hari ini dia terus menghindar dari Melani? Meskipun masih belum siap untuk bertemu apalagi mengobrol dengan Rafa, Melani dengan langkah yang berat berjalan menghampiri Rafa. Karena nggak mungkin dia kembali lagi ke dalam, soalnya Rafa juga sudah terlanjur melihatnya keluar.
“Ada apa?” tanya Melani sok dingin.
“Masuk!” Rafa menunjuk tempat duduk di sebelahnya dengan dagunya.
“…”
“Kita perlu bicara banyak!” Rafa menambahkan.
TBC
__ADS_1