
Melani menoleh ke Kevin dengan tiba-tiba,”Apaan sih lo, Vin? Nggak lucu tahu!”
Kevin tersenyum,”Oke, oke. Gue minta maaf.”
Melani memalingkan wajahnya, tadi dia sempat deg-degan juga. Soalnya Kevin tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuatnya kaget.
“Mel, lo tahu kan gimana perasaan gue ke lo?”
Lho? Kok tiba-tiba Kevin menanyakan itu? Ada apa ini?
Kevin menarik napas panjang,”Gue tahu, lo nggak pernah bilang kalau lo suka sama gue, dan lo juga nggak pernah bilang kalau lo suka sama gue. Gue ngerti kok, gimana perasaan lo? Lo ini tipe orang yang nggak mau nyakitin perasaan orang lain.”
Melani gugup, kenapa Kevin berkata begitu? Apa jangan-jangan Kevin mau nembak Melani lagi? Melani masih belum siap sekarang untuk membahas masalah itu.
“Tapi Mel, kali ini gue berharap lo mau jawab pertanyaan gue dengan jujur!”
Melani gelisah, dia memperbaiki posisi duduknya. Dia tahu apa yang akan ditanyakan oleh Kevin. Melani juga masih belum tahu harus menjawab apa, dia sendiri bingung dengan perasaannya saat ini.
“Gue cinta sama lo, Mel. Apa lo juga cinta sama gue?”
“…”
“Apa lo pernah ngerasa suka sedikit aja sama gue?”
“Nggg…gue…”
“Mel, jawab!” pinta Kevin dengan lemah lembut dan seperti biasa tetap sabar pada Melani.
__ADS_1
“Iya, Vin. Gue…gue suka kok, sama lo. Mana ada sih, orang yang nggak suka sama lo? Lo itu baik banget. Semua orang pasti suka sama lo!”
akhirnya hanya kalimat itu yang bisa dikatakan oleh Melani.
Kevin tersenyum,”Iya. Tapi gue tahu, lo pasti ngerti kan maksud gue? Bukan suka antar sesama teman yang gue maksud.”
“…”
“Mel, gue cinta sama lo. Dan gue pengen lo jadi pacar gue. Gue janji, gue akan bahagiain lo terus. Gue nggak akan pernah bikin lo sedih.” Kevin berkata dengan sungguh-sungguh.
“…”
“Gue tahu lo deket sama Rafa. Mungkin lo suka sama Rafa, dan gue nggak akan maksa lo buat ngelupain Rafa, Mel. Kalau emang lo nggak suka sama gue, gue juga nggak akan maksa lo buat suka sama gue!”
“…”
Kevin emang baik banget sama gue. Dia yang selalu ada di saat gue sedang sedih. Gue juga tahu lo tulus cinta sama gue, Vin. Gue percaya lo sanggup bahkan sangat sanggup untuk membuat orang lain bahagia. Justru gue yang selalu bikin lo kecewa selama ini. Gue selalu mikirin Rafa, tanpa gue mikirin perasaan lo ke gue. Gue egois, cuma mikirin perasaan gue sendiri, Vin. Dan gue nggak pantes buat ngedapetin cinta lo.
“Jadi…apa lo mau ngasih gue kesempatan buat bisa bahagiain lo? Lo mau jadi pacar gue?”
Lo baik banget sama gue selama ini. Tapi kenapa gue nggak pernah ngerasa kalau gue cinta sama lo? Gue cuma sekedar suka dan kagum aja sama lo, Vin. Maafin gue!
“Mel?” Kevin heran melihat Melani melamun,”Melani!”
Melani kaget,”Eh?”
“Lo kok malah ngelamun, sih? Lagi mikirin apa?”
__ADS_1
“Oh enggak kok. Nggak apa-apa. Sorry, ya.”
Melani merasa nggak enak sama Kevin, di saat penting seperti ini dia masih sempat-sempatnya melamun.
“Iya, nggak apa-apa.” Kevin sedikit kecewa.
Melani menghela napas panjang,”Vin…cinta itu nggak untuk dikatakan, tapi untuk dirasakan. Kalau lo bilang lo cinta sama gue, lo juga harus bisa ngerasain cinta di hati gue. Kalau lo nggak bisa ngerasain, nggak bisa dibilang cinta. Bisa jadi cuma sebuah ambisi dan bukan cinta.”
“Gue bisa kok, ngerasain cinta di hati lo.”
“Apa?”
“Gue tahu ada cinta di hati lo. Tapi bukan buat gue.”
“…”
“Maafin gue ya, Mel. Nggak seharusnya gue terus-terusan maksa lo buat bisa nerima gue.”
“Vin…”
Kevin memegang tangan Melani,”Mel, gue tahu lo nggak enak sama gue. Tapi kalau emang lo nggak bisa nerima gue, nggak apa-apa, kok. Gue nggak akan maksa lo lagi, dan gue juga nggak akan membahas soal ini lagi! Gue janji!”
Melani memeluk Kevin dengan tiba-tiba. Kevin pun kaget karena Melani tiba-tiba memeluknya. Dia mengelus rambut Melani dengan perasaan yang nggak menentu. Sejujurnya dia nggak ingin melepaskan Melani, tapi itu semua demi kebahagiaan Melani. Kevin nggak ingin Melani menerimanya dengan terpaksa.
“Maafin gue, Vin. Gue tahu lo kecewa banget sama gue. Gue emang salah, Vin. Gue udah nyakitin lo. Sebenernya gue juga nggak mau kayak gini. Gue nggak mau nyakitin lo, tapi gue juga nggak bisa bohongin perasaan gue. Maafin gue, Vin.”
TBC
__ADS_1