My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
25


__ADS_3

“Aduh, gila banget nih cowok? Masa gue disuruh nganterin minuman ke kelasnya dia, sih? Sekarang kan kelasnya dia lagi ada kuliah? Kurang kerjaan banget sih dia?” Melani memaki-maki Rafa.


“Terus gimana, Mel?”


“Nggak tahu, deh. Masa gue disuruh masuk ke kelasnya, di tengah-tengah kuliah sedang berlangsung? Udah gitu, cuma buat nganterin minuman doang? Emangnya gue nggak malu, apa?”


Nggak lama kemudian, ada lagi 1 pesan masuk.


Eh, cepetan anterin minumnya! Jangan membantah perintah bos ya? Inget perjanjian no. 2 dan no. 3


“Tuh kan, Di. Dia malah ngancem-ngancem gue gitu? Emang bener-bener sarap nih, cowok?”

__ADS_1


Diandra hanya garuk-garuk kepala bingung,”Ya udahlah, daripada lo kalang kabut nggak jelas kayak gini, mending lo cepetan sana anterin minuman ke kelasnya Rafa!”


Melani langsung lemes, nggak bisa membayangkan apa yang terjadi padanya setelah ini. Rafa emang udah bener-bener berhasil mengerjai dirinya. Dan parahnya, Melani tidak bisa menolak.


*


Melani memberanikan dirinya untuk masuk ke kelas Rafa saat kuliah sedang berlangsung, hanya untuk mengantarkan segelas jus alpukat dingin pesanan Rafa. Setelah mengucapkan salam pada dosen, Melani dipersilahkan masuk. Dengan langkah yang terasa berat dan menahan malu dilihatin semua orang yang ada di kelas, Melani berjalan menuju tempat duduk Rafa yang letaknya ada di tengah. Cowok itu kelihatannya nggak peduli dengan kedatangan Melani, dia malah sibuk menulis sesuatu di bukunya, entah itu tentang materi kuliah atau bukan, Melani nggak mau tahu. Yang dia mau, dia segera memberikan minuman itu pada bosnya yang gila itu lalu segera pergi.


“Ya udah, kalau mau pergi, pergi aja sana!” jawab Rafa cuek, tetap nggak mengalihkan pandangannya dari buku catatannya.


Melani sebal sekali dengan sikap Rafa padanya. Dia udah bela-belain datang dan dapat malu dari dosen dan orang-orang di kelas, tapi Rafa bukannya bilang makasih malah nyuekin dia kayak gitu. Melani ingin menonjok muka Rafa, tapi berhubung di kelas banyak orang dia nggak mungkin melakukan sesuatu yang justru akan lebih mempermalukan dirinya sendiri. Melani menginjak kaki Rafa kencang-kencang lalu segera pergi dan nggak peduli dengan Rafa yang berteriak karena kakinya sakit.

__ADS_1


Melani berhenti di samping pintu kelas Rafa, dia marah-marah sendiri, merasa kesal setengah mati sama cowok itu,”Huh, dasar cowok brengsek, cowok gila, kurang kerjaan…bisa-bisanya dia mempermalukan gue di depan banyak orang? Awas, ya kalau ntar perjanjian kerjanya udah kelar, bakalan gue bales tuh cowok rese! Lagian gue juga mau-mau aja gitu disiruh tanda tangan di atas materai? Jangan-jangan tuh cowok udah ngedukunin gue, lagi? Huh, awas ya! Tunggu pembalasan gue!”


“Lo ngapain di sini, Mel?” tanya Anthony.


Melani kaget melihat Anthony, dia jadi bersikap kayak orang linglung,”Thon? Anu…gue…gue…”


“Lo kenapa sih? Kok kayaknya aneh gitu? Terus lo ngapain berdiri di sini? Ini kan bukan kelas lo?” Anthony terlihat bingung. Lalu dia melongok ke dalam kelas melalui kaca di pintu masuk, dia melihat Rafa ada di dalam. Dia baru tahu kalau itu kelas Rafa. Raut wajah Anthony langsung berubah nggak suka melihat Rafa, mengingat-ingat tempo hari dia pernah bermasalah dengan cowok itu,”Rafa? Lo ngapain di depan kelasnya Rafa, Mel?”


“Bukan, kok. Bukan apa-apa, gue nggak ngapa-ngapain. Ya udah ya, Thon. Gue udah ditunggu Diandra,”Melani segera pergi menghindari Anthony. Kalau melihat situasi yang seperti itu, kayaknya nanti akan menimbulkan masalah baru seandainya Melani meladeni Anthony. Dan sekarang ini Melani lagi nggak mood buat berantem sama Anthony. Urusan sama Rafa aja udah bikin pusing.


TBC

__ADS_1


__ADS_2