My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
67


__ADS_3

“Nggak usah minta maaf sama gue! Lo nggak punya salah apa-apa sama gue. Minta maaf sana, sama Melani!”


“Iya, aku akan minta maaf sama Melani. Tapi kamu mau maafin aku, kan?!” Cyntia penuh harap.


“Udah gue bilang nggak usah minta maaf sama gue! Dan kayaknya , gue udah ngak bisa lagi buat ngelanjutin hubungan kita?”


Cyntia kaget. Rafa mau memutuskan hubungan dengannya? Rafa mau mutusin dia? Itu adalah satu-satunya hal yang paling nggak diinginkan oleh Cyntia,”Apa, Raf? Kamu…kamu nggak mau lagi ngelanjutin hubungan kita?”


“Kita putus!” Rafa berkata. Pandangannya ke tempat lain, kemana saja asal tidak ke tempat Cyntia.


Cyntia menggeleng-gelengkan kepalanya kuat-kuat,”Enggak, Raf. Nggak mungkin kamu mutusin aku. Kamu bercanda kan, Raf?!” Cyntia memegang tangan Rafa.


Rafa nggak memberi jawaban apa-apa. Pandangannya tetap tertuju ke tempat lain, padahal dia sendiri tidak fokus dengan apa yang sedang dilihatnya. Pikirannya kacau.


“Raf, aku tahu kamu nggak mungkin ngelakuin itu sama aku. Kamu nggak mungkin mutusin hubungan kita, kan! Aku cinta sama kamu.”


“…"


“Aku janji. Aku janji akan ngelakuin apa aja asal kamu nggak ninggalin aku, Raf. Bilang sama aku, apa yang harus aku lakuin?”


“Lupain gue!”


“Apa?”


“Gue bener-bener udah nggak bisa lagi ngejalanin hubungan sama lo. Kita ini berbeda, Cyn.”


“Berbeda apa, Raf?” Cyntia nggak mengerti,”Kalaupun memang kamu bilang kita berbeda, kita kan masih bisa menghapus perbedaan itu, Raf. Aku bisa ngelakuin apa aja biar kita nggak berbeda lagi.”

__ADS_1


“Nggak bisa!” Rafa melepaskan pegangan tangan Cyntia dengan halus,”Gue pengen lo lupain gue!”


“Nggak!”


“…”


“Aku nggak mau ngelupain kamu. Aku mau kamu tetep jadi milik aku, Raf. Kamu nggak boleh ninggalin aku!” Cyntia menangis dan memeluk Rafa.


Kevin kebetulan melewati tempat itu, dan dia bingung melihat Cyntia menangis sambil memeluk Rafa. Kevin berpikir pasti telah terjadi sesuatu di antara mereka sampai-sampai Cyntia menangis seperti itu.


“Kamu nggak akan ninggalin aku kan, Raf?”


Rafa mendorong halus Cyntia dari pelukannya. Cyntia menatap Rafa denan mata sembab karena menangis.


“Raf…?”


“RAFA!!!”


Rafa bertemu dengan Kevin dan mereka saling bertatap muka. Wajah Kevin menampakkan sebuah kebingungan dengan kejadian yang baru saja dilihatnya. Sedangkan Rafa menatap Kevin dengan wajah penuh penyesalan.


“Raf, ada apa sama kalian?” tanya Kevin cemas.


“Gue udah ngembaliin apa yang selama ini seharusnya jadi milik lo.” Rafa kembali ngeloyor pergi setelah mengatakan sesuatu yang pastinya membuat Kevin semakin nggak mengerti.


“Lho? Raf…?” Kevin bermaksud mau mengejar Rafa untuk menanyakan sesuatu, tapi melihat Cyntia yang sedang menangis, dia jadi nggak tega untuk membiarkannya begitu saja. Akhirnya Kevin memutuskan untuk menghampiri Cyntia.


Cyntia masih saja menangis setelah pertengkarannya dengan Rafa barusan.

__ADS_1


“Cyn, lo nggak apa-apa, kan?” Kevin terlihat cemas sekali,”Apa yang terjadi?”


“Kevin!” Cyntia memeluk Kevin.


Kevin mengelus-elus rambut Cyntia,”Ada apa? Kenapa lo nangis?”


“Rafa mutusin gue, Vin,” tangisan Cyntia makin meledak kalau teringat Rafa sudah memutuskan hubungan dengannya.


Kevin kaget,”Apa???”


“Gue nggak mau, Vin. Gue nggak mau putus sama Rafa.”


Kevin baru tahu maksud dari perkataan Rafa tadi.


“Gue udah ngembaliin apa yang selama ini seharusnya jadi milik lo.”


“I-iya, iya. Sekarang lo tenang dulu, ya! Terus lo cerita sama gue apa yang sebenernya terjadi!”


Rafa berjalan dengan langkah panjang-panjang melewati Melani dan Diandra yang sedang asyik mengobrol di depan. Melihat Rafa melewatinya tanpa ngomong apa-apa, Melani jadi bingung karena nggak mungkin Rafa nggak melihat mereka.


“Rafa!”


Rafa tetap melangkahkan kakinya ke depan, nggak peduli dengan orang-orang di sekitarnya termasuk Melani. Saat ini pikiran Rafa sedang sangat kacau.


“Rafa, tunggu!” Melani berlari mengejar Rafa dan meninggalkan Diandra.


TBC

__ADS_1


__ADS_2