
“Lain kali gue juga mau lo beliin lagi kopi susu kayak gini. Lo mau kan, Mel?”
“I-iya.” Melani terus memperhatikan Kevin. Dia sempat berpikir, terkadang kita memang harus rela menderita demi memberikan kebahagiaan pada orang yang kita sayangi. Dan itulah yang dilakukan Kevin sekarang ini.
Kevin rela menderita karena cinta asalkan Cyntia bisa bahagia dengan orang yang memang benar-benar dicintainya. Melani pun semakin kagum terhadap cowok yang kini ada di dekatnya itu.
***
Saat Melani pulang ke rumah, dia dikejutkan dengan keadaan rumahnya yang lain dari biasanya. Dia melihat sebuah mobil hitam terparkir di jalanan dekat rumahnya. Karena takut ada apa-apa dia segera masuk ke halaman rumah. Melani kaget sekali melihat toko bunga ibunya berantakan. Pot-pot bunga berserakan dimana-mana dan tidak pada tempatnya, bahkan ada beberapa pot yang pecah. Papan nama di atas pintu masuk pun miring. Melani takut, apa rumahnya sudah kemalingan atau kerampokan? Ayah dan ibunya juga tidak kelihatan.
“Lho? Ini kok toko bunga ibu berantakan kayak gini? Terus Ayah sama Ibu kemana?” Melani kebingungan sendiri. Dia takut sudah terjadi apa-apa dengan ayah dan ibunya,”AYAH, IBU???”
Melani berjalan memasuki toko dengan tergesa-gesa, tapi sebelum dia sampai di pintu masuk rumah, langkahnya terhenti melihat ayahnya dibawa keluar oleh dua orang laki-laki bertubuh kekar dan tinggi. Mereka memegangi kedua lengan Ayah dan sepertinya sedang membawa Ayah dengan paksa.
“Ayah?” Melani kaget melihat ayahnya.
__ADS_1
Ayah juga nggak kalah kagetnya,”Lho? Melani? Kamu sudah pulang?”
Melani mendekati ayahnya,”Ayah, ini ada apa sih sebenernya? Mereka-mereka ini siapa?” Melani bergantian memandang kedua orang yang memegangi ayahnya itu,”Terus Ayah mau dibawa kemana?”
Wajah Ayah tiba-tiba berubah sedih,”Anu, Mel…”
“Kenapa, Yah? Apa yang terjadi? Terus kenapa toko bunga ibu juga berantakan kayak gini?” Melani semakin bingung,”Apa orang-orang ini yang mengobrak-abrik toko ibu? Kenapa mereka melakukan itu?”
“Karena ayah dan ibumu punya hutang sama saya.”
“Maaf, Anda siapa ya?” Melani memberanikan dirinya untuk menanyai laki-laki itu,”Apa Anda yang sudah mengobrak-abrik toko bunga ibu saya?”
Laki-laki yang bernama Doso itu malah tertawa terkekeh,”Perkenalkan, nama saya Doso. Iya, benar. Memang anak buah saya yang melakukan semua itu.”
“Kenapa Anda melakukan itu? Terus kenapa ayah dan ibu saya dipegang-pegang kayak gitu? Lepaskan ayah dan ibu saya!”
__ADS_1
Doso kembali tertawa, bahkan kali ini lebih keras,”Saya akan melepaskan ayah dan ibu kamu tersayang ini. Pasti saya akan lepaskan tapi kalian hatus bayar utang dulu ke saya! Mana? Bayar semua utang-utang kalian beserta bunganya!” Doso si rentenir itu membuka telapak tangannya di depan Melani.
Melani memandang ayah dan ibunya secara bergantian. Dia meminta penjelasan atas apa yang dikatakan rentenir itu. Kenyataannya, Ayah dan Ibu hanya menundukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan Doso,”Berapa utang-utang keluarga saya?”
“Seratus juta.”
“APA???” Melani benar-benar terkejut mendengarnya. Bagaimana mungkin keluarga mereka punya hutang sebanyak itu pada rentenir,”Seratus juta???”
Doso manggut-manggut,”Ya. Kamu bayar utang sekarang juga atau ayah dan ibumu akan saya bawa untuk saya jadikan budak sampai utang-utang mereka lunas. Dan saya yakin, seumur hidup mereka menjadi budak saya, tidak akan pernah bisa melunasi utang-utang itu.”
Melani bingung bagaimana mungkin dia bisa melunasi utang-utang sebanyak itu, tapi kalau dia tidak membayarnya, ayah dan ibunya akan di bawa rentenir itu,”Saya…saya nggak bisa bayar sekarang. Tapi saya janji. Saya janji akan bayar secepatnya. Tapi tolong jangan bawa ayah dan ibu saya!”
Doso malah tertawa, dan wajahnya tetap terlihat tenang namun ganas,”Janji? Janji terus dari dulu. Kalian pikir dengan pindah ke Jakarta, kalian akan bisa lolos dari saya? Tidak bisa! Kemanapun kalian pergi, pasti saya akan selalu bisa menemukan dimana keberadaan kalian. Dan sebelum kalian bisa melunasi semua utang-utang itu, jangan harap kalian bisa lepas dari saya!”
TBC
__ADS_1