My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
55


__ADS_3

“Ah, udahlah, Vin! Ngapain sih kita ngomongin dia segala? Kita kan lagi makan berdua? Ya kan!?!”


Kevin menganggukkan kepala,”Iya, ya? Kok kita jadi malah ngomongin Rafa, ya? Abis tadi lo semangat banget kayaknya ngomongin bos lo itu? Ya, gue sih tinggal ngikutin aja.”


“Abis gue juga kesel banget sih, sama dia. Gue tuh paling semangat kalau masalah maki-maki tuh cowok. Ya udahlah, nggak usah dibahas lagi!”


Kevin kembali melanjutkan makan siangnya, sementara Melani malah senyum-senyum sendiri memandangi Kevin. Dia seneng aja tadi melihat Kevin tertawa mendengar ceritanya. Nggak apa-apa kalau Melani terlihat bego banget di depan Kevin, asalkan Kevin senang. Melani paling suka kalau melihat orang seneng, dan paling nggak suka melihat orang sedih. Karena itu, selama ini dia selalu berusaha menyenangkan orang-orang di dekatnya.


***


Suatu hari Melani berjalan di antara lalu lalang mahasiswa di kampusnya. Saat itu sudah sore dan Melani mau cepet pulang ke rumah. Dia merasa lega aja, hari ini Rafa nggak cerewet dan meneleponnya suruh datang. Mudah-mudahan hari ini seharian penuh dia bisa bebas dari Rafa.


Tapi belum beberapa menit dia selesai berucap syukur, Melani hampir saja tertabrak sebuah mobil yang melintas di depannya. Sebenarnya bukan hampir tertabrak, mobil itu memang sengaja berhenti di depan Melani dan menghadang jalannya.


“Ada apa?” semprot Melani setelah melihat tampang Rafa di dalam mobil itu.


“Ayo masuk!”

__ADS_1


“Mau kemana lagi, sih? Hari ini gue lagi males kemana-mana. Gue minta libur satu hari!”


“Gue nggak ngizinin.”


“Apa??? Eh Raf, lo jangan seenaknya sendiri, ya! Gue ini capek, butuh istirahat juga. Lo ngertiin gue dikit kenapa, sih? Jangan mentang-mentang lo bos, lo bisa seenaknya aja memperlakukan gue!” Melani marah-marah.


“Eh, gue nyuruh lo masuk ke mobil, bukan nyuruh lo buat marah-marah sama gue.” Rafa jengkel,”Udah cepetan masuk! Lo bawel banget sih, gitu aja?”


“Enggak!”


“Masuk nggak?”


Rafa buru-buru keluar dari mobil dan memegang tangan Melani. Pada saat itu, Cyntia nggak sengaja melihatnya dari kejauhan. Dia jealous sekali melihat Rafa memegang tangan Melani.


“Apaan sih, Raf?” Melani menampik tangan Rafa.


“Gue anterin lo pulang.”

__ADS_1


“Apa??? Nganterin gue pulang???” Melani nggak mengerti apa maksud Rafa,”Nggak usah. Gue bisa pulang sendiri, kok.”


Rafa kembali menarik tangan Melani,”Udah, ayo pulang! Jangan ngebantah gue, ya! Gue ini bos.”


“Aduh, Raf. Lepasin, dong!”


Rafa dan Melani masuk ke mobil Rafa. Rafa segera menyalakan mesin mobilnya, mengendarainya keluar area kampus.


Cyntia jealous sekali melihat mereka. Mulanya Cyntia berusaha untuk mengerti hubungan Rafa dan Melani hanya sebatas bos dan asisten saja. Tapi lama-kelamaan di mata Cyntia hubungan mereka jadi semakin dekat melebihi hubungan antara bos dan asisten.


“Jadi karena Melani, belakangan ini Rafa selalu nolak pergi kencan sama aku? Dia lebih suka sama-sama Melani daripada kencan sama aku?


“Lo jealous?”


Cyntia kaget. Dia menoleh ke belakang, Anthony dengan senyum sinisnya berjalan mendekati Cyntia,”Lo…” Cyntia pun ingat, cowok yang sekarang di depannya itu sudah beberapa kali berantem dengan Rafa gara-gara Melani.


“Gue Anthony.” Anthony memperkenalkan dirinya tanpa diminta.

__ADS_1


“Iya, gue tahu. Mau ngapain lo nyamperin gue?” tanya Cyntia nggak suka dengan kehadiran Anthony.


TBC


__ADS_2