
“Gue…Gue Anthony akan ngeganti semua uang Rafa yang udah dia pake buat bayarin utang keluarga lo. Dengan begitu, lo bisa bebas dan nggak perlu jadi asisten dia lagi. Gue nggak suka lo terlalu deket sama cowok itu, Mel.” Anthony menunjukkan ketidaksukaannya pada Rafa.
“Lo udah gila ya, Thon?”
“Mel, gue cinta sama lo. Gue nggak suka lo deket-deket cowok lain, apalagi si Rafa itu. Gue nggak suka sama dia, Mel.”
“Lo yang nggak suka sama dia, kenapa jadi gue yang lo marah-marahin? Gue enjoy kok, ngejalanin kerjaan gue sebagai asistennya Rafa. Dan gue rasa itu bukan urusan lo!” Melani mulai jengkel.
“Mel, please! Lo ngertiin gue dikit aja! Gue tuh cinta banget sama lo. Dan gue nggak akan ngebiarin lo jadi milik orang lain selain gue!”
Anthony mulai mengancam Melani.
“Ini yang dari dulu nggak gue suka dari lo, Thon. Lo itu suka banget maksain kehendak ke orang lain, suka memamerkan kekayaan keluarga lo, suka seenaknya sendiri kayak gini sama gue. Makanya dari dulu gue tuh nggak pernah bisa cinta sama lo.” Melani marah-marah.
__ADS_1
Semua orangpun pada berkumpul dan menonton perdebatan seru Melani dan Anthony, termasuk Diandra. Dia bingung banget dan nggak tahu harus melakukan apa. Mau menolong Melani tapi nggak tahu duduk permasalahannya, jangan-jangan nanti bukannya tambah baik tapi malah tambah parah.
“Kenapa lo nggak mau nerima bantuan dari gue, Mel? Atau jangan-jangan lo seneng nikmatin kerjaan lo jadi asistennya si Rafael itu?”
“Kayaknya ada yang nyebut nama gue!” tiba-tiba terdengar suara Rafa.
Semua orang kaget dan celingukan mencari keberadaan Rafa. Begitu juga dengan Melani dan Anthony. Rafa muncul dari belakang kerumunan orang bersama Cyntia. Wajah Rafa tetap terlihat santai dan tenang di balik kacamata hitamnya. Suasana hening dengan kedatangan Rafa, bahkan Anthony pun kini diam seribu bahasa.
Dengan berat hati Cyntia membiarkan Rafa untuk menghadapi Anthony.
Rafa berjalan ke arah Anthony dan berdiri di antara Melani dan Anthony dengan menatap Anthony. Anthony marah sekali dengan kehadiran Rafa di tempat itu, yang selalu mencampuri urusannya.
“Ada masalah apa, Tuan Anthony yang terhormat?” tanya Rafa santai,”Kayaknya tadi gue denger lo nyebut-nyebut nama gue? Rafael. Ada apa?”
__ADS_1
“Kebetulan lo dateng. Nih!” Anthony meletakkan selembar cek di atas telapak tangan Rafa yang sengaja dipegang oleh Anthony untuk menerima cek itu,”Ini cek seratus juta rupiah. Anggep aja buat bayarin utang-utang Melani ke lo. Dan mulai hari ini Melani nggak perlu lagi jadi asisten pribadi lo!”
Melani membuka mulutnya, bermaksud mau bicara, tapi Rafa menahannya untuk tetap diam. Melani memandang wajah Rafa yang sepertinya masih terus bertatap muka dengan Anthony.
Akhirnya Melani pun menurut untuk diam, tanpa tahu apa yang direncanakan Rafa untuk Anthony. Namun Melani merasa yakin saja kalau Rafa saat ini bermaksud untuk melindunginya. Lagi-lagi Melani nggak mengerti, kenapa dia merasa tenang bila Rafa berada di sampingnya ketika Anthony sedang mengganggunya.
Rafa tersenyum dan bersiul sebentar melihat selembar cek di tangannya senilai seratus juta, dia seolah tergiur dengan uang yang diberikan Anthony untuknya,”Seratus juta? Kaya sekali Tuan Anthony ini?”
Anthony geram karena Rafa meresponnya hanya biasa-biasa saja,”Udahlah, nggak usah banyak omong lo! Sekarang kan utang Melani udah lunas, bahkan gue yakin jumlah uang itu udah lebih dari cukup. Jadi sekarang gue minta lo lepasin Melani dan berhentiin dia sebagai asisten lo!”
“Oh…jadi lo ngasih gue cek ini dengan tujuan supaya Melani nggak kerja lagi sama gue? Lo nggak suka ya, kalau Melani deket-deket gue? Lo jealous?”
TBC
__ADS_1