My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
89


__ADS_3

“Lo serius dengan keputusan lo ini?” tanya Kevin pada Cyntia yang waktu itu sudah bersiap mau pergi jauh. Koper dan barang-barang Cyntia dimasukkan ke bagasi mobil oleh para pembantunya.


Cyntia mengangguk pelan tapi pasti,”Iya, Vin. Mungkin ini satu-satunya cara, biar gue bisa ngelupain Rafa!”


Kevin mengerti perasaan Cyntia, karena dulu dia juga pernah merasakan mencintai seseorang tapi orang yang dicintainya itu justru memilih orang lain. Biar bagaimanapun dulu di hati Kevin pernah ada nama Cyntia selama bertahun-tahun. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, perasaan cinta itu menghilang dengan sendirinya seperti keinginan Kevin.


“Lo baik-baik ya, di sini! Kalau udah punya pacar, jangan lupa kasih kabar ke gue! Oke?” Cyntia menunjukkan senyuman manisnya.


“Cyn, apa Rafa nggak perlu kita kasih tahu tentang kepergian lo ini? Gue rasa, dia juga berhak tahu!”


Cyntia menggeleng,”Nggak usah, Vin! Gue takut, kalau nanti Rafa tahu, dia pasti akan nemuin gue buat ngucapin selamat tinggal. Dan gue nggak mau kepergian gue ini batal setelah gue ketemu dia. Karena gue nggak akan sanggup untuk pergi di depan mata Rafa.”


“Jadi kita nggak akan kasih tahu dia?”


“Nanti lo boleh kasih tahu Rafa, kalau gue udah berangkat ke Busan!”


“…”


“Lo nggak keberatan, kan?”

__ADS_1


Kevin mengangguk,”Iya.”


Cyntia lega,”Makasih ya, Vin.”


“Tapi Cyn…” Kevin masih terlihat sangat keberatan dengan keputusan Cyntia untuk pergi ke Busan,”Apa ini nggak sama aja lo melarikan diri?”


“…”


“Lo mau lari dari masalah lo sama Rafa?”


“Enggak, kok. Masalah gue sama Rafa udah selesai,” jawab Cyntia,”Tempo hari gue udah ngobrol banyak sama dia.”


Kevin sama sekali belum tahu tentang hal yang satu ini. Cyntia juga nggak pernah bercerita tentang pertemuannya dengan Rafa itu.


“…”


“Gue bisa ngelepasin Rafa, tapi gue nggak mungkin bisa ngelupain dia kalau gue tetep di sini. Di sini terlalu banyak kenangan-kenangan gue tentang Rafa. Makanya gue butuh suasana baru untuk bisa memulai hidup yang baru.”


Kevin memeluk Cyntia, dia tahu pasti Cyntia sangat sedih dengan keputusannya itu. Tapi mungkin ini adalah jalan terbaik untuknya. Lebih baik Cyntia menjauh dari Rafa, daripada dia terus bersedih karena Rafa tidak pernah bisa membalas cintanya.

__ADS_1


***


Setelah keberangkatan Cyntia ke Busan pagi tadi, sore harinya Rafa mendapat telepon dari Kevin yang memberi kabar kalau Cyntia sudah sampai di Busan hari ini. Rafa tahu, kenapa Cyntia nggak memberi kabar apa-apa padanya, tentunya Cyntia nggak mau melihat Rafa sebelum keberangkatannya. Rafa juga tahu, satu-satunya alasan Cyntia pergi adalah gara-gara dirinya. Rafa semakin merasa bersalah, seandainya saja dia bisa mencintai Cyntia, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, dan Cyntia tidak perlu sakit hati gara-gara dia.


Kaki kanan Rafa sudah menginjak anak tangga pertama di rumahnya, saat seorang pelayan memanggilnya.


“Permisi, Tuan Muda!”


Rafa menoleh,”Ya?"


“Tuan Besar ingin bertemu dengan Anda di ruang kerja beliau!” pelayan itu berkata dengan sangat sopan.


“Papa pulang?”


“Iya, Tuan Muda. Sekarang beliau sudah menunggu Anda!”


Rafa ngeloyor pergi melewati pelayan yang membungkukkan badannya. Rafa pergi ke ruangan papanya dengan langkah malas. Rafa selalu berpikir, kalau papanya itu lebih mementingkan bisnisnya daripada kaluarga, pulang-pergi sesuka hatinya tanpa peduli dengan Rafa. Itu yang membuat hubungan Rafa dan papanya menjadi kurang baik. Papa sering bilang kalau dia menyayangi Rafa, tapi tetap saja nggak bisa menomor satukan Rafa di atas pekerjaannya itu. Bisa dibilang, papanya lebih menyayangi pekerjaan daripada anaknya sendiri.


Rafa memasuki ruang kerja papanya setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk. Meskipun sudah lama tidak memasuki ruangan itu sejak papanya keluar negeri beberapa bulan yang lalu, namun ruangan itu tetap terlihat rapi dan bersih karena setiap hari dibersihkan biarpun penghuninya nggak ada.

__ADS_1


“Rafa…” Papa memeluk Rafa tanpa balas dipeluk oleh Rafa,”Papa kangen sama kamu. Bagaimana kabar kamu?”


TBC


__ADS_2