My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
34


__ADS_3

“Cyn, gue emang cowok lo, dan kita emang pacaran. Tapi kan nggak semua hal musti gue ceritain ke lo, kan?!”


“…”


“Udahlah! Gue nggak mau berantem sama lo cuma karena masalah yang nggak penting kayak gini.” Rafa masuk ke mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan Cyntia.


“RAFA!” Cyntia nampak sedih dan kecewa karena hari ini Rafa marah-marah dengannya. Cyntia tahu ada sesuatu yang sedang menjadi beban pikiran Rafa sampai-sampai dia kayak gitu, tapi nggak tahu masalah apa itu?


***


Melani dan Kevin masih asyik mencoba berbagai permainan yang ada di mal, tanpa tahu apa yang terjadi dengan Rafa dan Cyntia. Melani sama sekali nggak mengecek HP nya sejak meninggalkan kampus bersama Kevin. Bahkan sampai sekarangpun Melani nggak tahu ada banyak SMS dan missed calls dari Rafa.


***


Melani pulang ke rumah setelah menjelang hari gelap. Dia pulang diantar Kevin sampai di depan rumah. Toko bunga milik ibu Melani terlihat sepi, nggak kelihatan ada ibu di sana. Begitu melihat rumah Melani, Kevin kaget. Soalnya dulu dia pernah pergi ke situ untuk membeli bunga.


“Lho? Mel, ini rumah lo?” tanya Kevin dengan tatapan nggak asing melihat rumah itu.

__ADS_1


“Iya. Ini rumah gue. Kenapa? Jelek, ya? Hehehehe…namanya juga ngontrak, Vin.” Melani nyengir.


“Bukan, kok. Bukan itu maksud gue.” Kevin buru-buru menjelaskan,”Dulu itu, gue pernah ke sini beli bunga.”


“Jadi dulu lo udah pernah ke rumah gue, Vin?” Melani seperti nggak percaya.


“Iya. Terus malah sama ibu lo, gue mau dijodohin sama anak perempuannya gitu. Jadi lo ya, yang mau dijodohin sama gue?” Kevin setengah tertawa.


Melani malu banget dengan Kevin, Aduh, Ibu ini bikin malu gue aja, deh. Masa mau ngejodoh-jodohin orang sembarangan? Sama cowok yang belum dikenal, lagi?


“Kenapa, Mel?”


Kevin tersenyum,”Iya, nggak apa-apa. Gue seneng aja, ternyata bukan cuma ibu lo yang bilang kalau gue ganteng.”


“Apa?” Melani nggak mengerti.


“Tadi kan lo sendiri yang bilang, kalau ibu lo nggak bisa diem kalau ngelihat cowok ganteng. Berarti gue ganteng, dong!”

__ADS_1


Melani bingung, dia juga nggak tahu kenapa tadi bisa keceplosan seperti itu. Tadi dia cuma merasa nggak enak aja atas perlakuan ibunya pada Kevin,”Eh…ngg…itu…”


“Jadi menurut lo gue ganteng?”


Melani mmeutar otaknya untuk mencari jawaban yang masuk akal atas pertanyaan Kevin. Tapi tetep aja, sama sekali nggak ada kata-kata yang nyangkut di kepalanya. Malahan dia tambah bingung dan kelihatan bego di depan Kevin.


”Nggg…maksud gue…semua cowok itu pasti gantenglah. Kalau cantik kan berarti cewek.” Melani nggak tahu kenapa tiba-tiba malah ngomong begitu. Dia merasa seperti orang paling bego sedunia karena berkata begitu. Tapi apa boleh buat, sudah terlanjur mengatakannya sih.


“Oh…”


“Ya udah, Vin. Gue masuk dulu, ya!” Melani turun dari mobil Kevin,”Lo nggak mampir dulu?”


“Iya, makasih. Tapi lain kali aja, deh!”


Melani menganggukkan kepala,”Oh ya udah. Makasih ya, udah nganterin gue pulang!”


“Iya, sama-sama. Sampai ketemu besok ya, Mel.”

__ADS_1


“Iya, hati-hati ya, Vin!” Melani memandangi mobil Kevin sampai menghilang dari pandangan.


TBC


__ADS_2