
Melani kaget sekali istirahat kuliah, Kevin mengajaknya makan siang di kantin Bi Ijah. Sebenarnya seharusnya Melani nggak perlu kaget, karena jauh-jauh hari Kevin pernah berkata kalau dia juga sering makan di kantinnya Bi Ijah. Waktu itu Melani berpikir kalau Kevin nggak sungguh-sungguh, tapi ternyata Kevin beneran suka makan di situ. Kevin mentraktir Melani mie ayam siang itu.
“Lo pesen apa aja boleh, Mel. Biar gue yang traktir. Kan kemaren lo udah beliin gue kopi susu.” ujar Kevin.
Melani mulai menyantap mie ayamnya,”Nggak usah, Vin. Makasih. Ini aja gue udah kenyang, kok. Lagian kemaren gue kan beliin kopi susu ikhlas, Vin. Jadi mustinya lo nggak perlu sampe nraktir gue kayak gini!”
“Udah, nggak apa-apa. Gue seneng kok, kalau bisa traktir temen. Lain kali, lo mau kan gue traktir di kafe itu?” Kevin menunjuk ke kafe yang ada di seberang kantin.
“Nggak usah, Vin. Nggak usah. Di sana kan mahal-mahal, lagian belum tentu juga gue suka sama makanan di sana. Nggak usah aja, ya?” Melani sengaja cari-cari alasan karena nggak mau merepotkan Kevin.
“Lho kenapa? Nggak apa-apa, lagi. Gue nggak keberatan, kok. Kalau lo nggak suka sama makanan di sana, ya nanti kan kita bisa pesen makanan yang biasa-biasa aja, yang kira-kira lo suka gitu.”
“Ya kalau lo maksa, sih gue juga nggak bisa nolak, Vin.”
Kevin tersenyum,”Gimana, Mel? Hari ini kita bisa keluar nggak?”
__ADS_1
“Aduh, gimana ya?” Melani terlihat bingung.
“Takut Rafa nggak ngizinin lagi?” Kevin menebak.
“Iya nih, Vin. Kemaren aja pas gue minta izin ke Rafa, dia malah marah-marah? Lo tahu sendiri kan, si Rafa tuh kalau lagi marah mukanya serem? Ya, mirip-mirip dedemit gitu, deh.”
Kevin tertawa.
“Kok malah ketawa?”
“Biarin aja! Bodo amatlah, dia mau marah apa enggak?” Melani cuek.
Kevin kembali tertawa,”Terus gimana? Bisa nggak hari ini jalan sama gue? Bisa, ya?!” Kevin penuh harap.
Melani sedang berpikir, nggak enak juga kayaknya kalau sampai ngecewain Kevin buat yang kedua kalinya cuma gara-gara Rafa. Kevin selama ini udah baik banget sama dia, masa Melani mau ngecewain Kevin terus?
__ADS_1
“Nggg…ya udah deh, hari ini gue bisa!” ujar Melani akhirnya lebih mentingin Kevin daripada Rafa. Lagian nggak ada salahnya dia menerima ajakan Kevin, toh dari pagi juga si Rafa nggak ada kabarnya, SMS juga enggak. Mungkin lagi nggak ngebutuhin bantuan dia.
Kevin senang,”Yang bener? Lo bisa?”
Melani manggut-manggut,”Iya.”
“Terus kalau Rafa nyariin lo gimana? Ntar dia marah-marah lagi sama lo? Lo berani ambil risiko?” Kevin tampak khawatir.
“Alaaa…nggak apa-apa. Ntar kalau si Rafa marah-marah sama gue, biar gue atasin deh!”
“Iya, iya, gue percaya sama lo, Mel. Lo itu kan satu-satunya cewek di kampus ini yang berani sama Rafa.”
Melani diam-diam mengeluarkan HP nya dan men-silent nada di HP nya, dengan tujuan supaya Rafa nggak akan mengganggu acaranya dengan Kevin hari ini. Khusus seharian ini Melani pengen bebas dari semua tugas-tugas Rafa.
TBC
__ADS_1