
“Biasa aja lagi. Nggak usah jutek begitu! Gue tahu lo pasti jealous kan, ngelihat Rafa sama Melani!” Anthony berkata.
“Bukan urusan lo!” Cyntia berjalan meninggalkan Anthony.
“Tunggu!”
Cyntia menghentikan langkahnya dengan posisi membelakangi Anthony.
“Kalau lo cinta sama cowok lo, dan nggak mau cowok lo berpaling ke cewek lain, lo pertahanin dong dia!”
Cyntia membalikkan badannya, memandang Anthony,”Apa sih maksud lo ngomong kayak gitu ke gue? Rafa nggak mungkin berpaling ke cewek lain. Dia cinta sama gue.”
Anthony tertawa sinis,”Cyntia, Cyntia. Lo itu cantik-cantik tapi kok bego, ya? Udah jelas-jelas kalau Rafa itu lebih sering ngehabisin waktunya buat pergi sama Melani daripada sama lo. Gimana mungkin lo masih bisa bilang kalau Rafa nggak akan berpaling ke cewek lain?”
“Lo nggak usah pengaruhin gue, ya! Gue tahu lo pasti marah sama Rafa karena dia udah gangguin pedekate lo sama Melani. Dan Rafa juga udah pernah mempermalukan lo di depan umum gara-gara Eddy, kan! Gue tahu lo nggak suka sama dia, tapi lo jangan pernah sekali-sekali ngejelek-jelekin dia di depan gue! Gue tahu betul gimana sifat cowok gue.” Cyntia bersikeras meyakinkan dirinya supaya nggak terpengaruh dengan omongan Anthony.
“Kalau lo kenal gimana cowok lo, mustinya lo tahu dong, kenapa cowok lo lebih suka pergi sama asisten pribadinya daripada sama lo pacarnya? Itu karena Rafa suka sama Melani.”
__ADS_1
Anthony sengaja memanas-manasi Cyntia.
Cyntia terdiam, sepertinya dia mulai termakan dengan omongannta Anthony. Tapi kalau dipikir-pikir apa yang dikatakan Anthony memang ada benarnya. Sejak kehadiran Melani, hubungan dia dengan Rafa jadi sedikit renggang. Bisa saja kan, Rafa memang diam-diam suka dengan Melani karena Melani berbeda dari semua mantan-mantannya.
Anthony yakin, Cyntia sudah mulai terpengaruh. Dia pun semakin semangat untuk manas-manasin Cyntia,”Melani itu cantik, Cyn. Dulu aja waktu SMA banyak cowok yang antre buat jadi pacarnya dia. Gue aja udah lima tahun nunggu dia, dan gue nggak akan ngelakuin itu kalau memang Melani itu nggak benar-benar istimewa.”
“…”
“Jadi kalau lo nggak mau cowok lo berpaling dari lo, lo pertahanin dong dia! Jangan biarin dia deket-deket sama cewek lain!”
“…”
“…”
“Jadi lo musti usaha buat pisahin Rafa dari Melani. Kalau lo mau, kita bisa kerjasama. Kita berdua akan sama-sama untung.” Anthony semakin yakin Cyntia akan terpengaruh oleh hasutannya dan akan mempermudah jalannya untuk mendapatkan Melani.
“Sorry ya. Gue nggak berminat buat kerjasama sama lo. Dan gue minta, jangan temuin gue lagi, apalagi nyampurin urusan gue!” Cyntia pergi setelah menatap Anthony dengan marah.
__ADS_1
Anthony memandang kepergian Cyntia dengan senyuman puas,”Rasain lo, Raf! Siapa suruh lo punya masalah sama gue? Gue yakin Cyntia pasti terpengaruh sama omongan gue dan dia nggak akan ngebiarin lo deket lagi sama Melani.”
***
Rsfa sibuk memperbaiki mobilnya yang mogok di tengah jalanan yang lumayan sepi. Dia tampak sedang mengotak-atik mesin mobilnya dan berusaha mencar-cari apa penyebab kemacetan mobilnya itu. Melani keluar dari mobil mendekati Rafa karena bosen dari tadi nunggu tapi Rafa belum beres-beres juga membetulkan mobil.
Melani melongok Rafa yang membungkuk memeriksa mesin-mesin di jok depan mobil yang terbuka.
“Lama banget sih, Raf? Sebenernya lo bisa apa nggak sih, benerin mobilnya?”
“Ah, bawel banget sih, lo! Sana, masuk aja lagi ke mobil! Nggak usah deket-deket!” ujar Rafa tanpa mengalihkan kesibukannya memperbaiki mesin mobil.
“Yeee…siapa juga yang mau deket-deket lo? Gue tuh bete di dalem mobil terus. Lo juga lama banget benerin mobilnya. Katanya orang kaya, masa mobil aja bisa sampe mogok?”
“Berisik lo!” Rafa menegakkan badannya melihat Melani,”Udah, masuk aja sana ke mobil!”
Melani tertawa melihat wajah Rafa yang belepotan hitam-hitam kena kotoran saat memperbaiki mobil.
__ADS_1
“Eh, ngapain lo ketawa-ketawa? Udah gila, ya?” tanya Rafa yang belum sadar dengan keadaan wajahnya yang cemong-cemong.
TBC