My CEO My Ex Boyfriend

My CEO My Ex Boyfriend
59


__ADS_3

“Nggg…ngelihatin…” Melani kembali bingung,”Nggg…gue…ngelihatin…itu tuh! Itu!”


Melani menunjuk sesuatu di belakang Rafa.


Rafa menoleh ke belakang, dia melihat poster Lee Min Ho – salah satu aktor ternama Korea tertempel di dalam bajaj.


“Itu dia tuh. Namanya Lee Min Ho. Ganteng, imut, putih, ngegemesin…cocok tuh jadi idola cewek-cewek!” di dalam hati Melani mengucapkan banyak terima kasih pada siapapun yang menempelkan poster itu di bajaj, karena gara-gara poster itu, Melani jadi punya alasan untuk menjawab pertanyaan Rafa.


“Lo gila kali, ya!”


“Lo tuh yang gila!”


“Dasar cewek aneh!” Rafa melengos, memandang kemanapun asal tidak ke tempat Melani.


HP Rafa berbunyi, tapi Rafa nggak menjawabnya, entah nggak mau menjawab atau nggak denger.


“Hoi, Raf!” Melani menepuk bahu Rafa sampai Rafa kaget.


“Eh, lo ngapain sih ngagetin gue segala?”


“Itu tuh, HP lo bunyi! HP bunyi kok nggak denger, sih?”


Rafa mengambil HP nya dan menjawab telepon dengan malas,”Halo…?”


“Halo, Raf. Sekarang kamu dimana?” tanya Cyntia.


“Nggg…gue…”


Cyntia heran mendengar suara berisik di belakang suara Rafa,”Raf, kamu ada dimana, sih? Kok berisik banget di sana?”


“Nggg…ini gue lagi ada di bajaj.”


“Hah? Bajaj?” Cyntia nampak heran sekaligus bingung,”Kamu ngapain Raf, naik bajaj segala? Emangnya mobil kamu kemana?”

__ADS_1


“Mobil gue mogok.”


“Kok nggak naik taksi aja? Atau kamu kan bisa telepon ke rumah buat jemput? Kok malah naik bajaj, sih?”


“Pak, perempatan depan belok kanan, ya!” Melani memberi aba-aba pada sopir bajaj.


Cyntia mendengar suara Melani,”Lho? Raf, itu bukannya suaranya Melani, ya? Kamu naik bajaj sama Melani?”


“Iya.”


“Emangnya kamu sama dia pergi kemana, sih? Kok sampai jam segini masih berduaan aja? Naik bajaj, lagi?”


“Udah deh, lo nggak usah cemburu! Gue nggak ngapa-ngapain kok, sama dia.”


Melani pun baru tahu kalau yang menelepon Cyntia, dan kalau dilihat dari sikap Rafa itu sepertinya Cyntia marah karena Rafa pergi dengannya. Melani jadi merasa bersalah.


“Dasar cewek! Curigaan melulu kerjaannya?” Rafa menggerutu dan meremas HP nya.


“Iya.”


“Dia marah ya, gara-gara lo jalan sama gue?”


“Iya, kali.” Rafa berkata seolah nggak peduli.


“Emangnya lo ada janji ya, sama Cyntia?”


“Nggak ada.”


“Treus, kok Cyntia marah? Abis, lo sih tadi pake maksa-maksa gue ikut lo segala. Gue kan jadi nggak enak Raf, sama Cyntia.” Melani merasa sangat bersalah dan menyesal.


“Udah, nggak usah ngebahas dia lagi! Gue males. Dimana-mana yang namanya cewek pasti aja curigaan terus. Nggak Cyntia, nggak lo. Sama aja. Heran gue!”


“Lho, kok jadi gue dibawa-bawa?”

__ADS_1


“Iya. Lo kan jadi cewek juga curigaan melulu. Selalu aja curigaan sama gue.” Rafa mulai lagi nyebelinnya.


“Ya, gue kan curigaan juga ada sebabnya. Kalau lo nggak ngasih gue kerjaan yang macem-macem, gue kan juga nggak bakalan curiga sama lo.” Melani membela diri.


“Terserah lo, deh! Capek gue berdebat sama lo!”


***


Melani memandangi HP nya setelah tadi mendapat SMS dari Rafa.


“Tumben banget hari ini Rafa baik sama gue. Hari ini dia ngasih gue libur kerja.” Melani cengengesan sendiri,”Tapi lumayan juga, sih. Hari ini gue bisa bebas dan nggak bakalan dikerjain lagi sama tuh cowok.”


“Melani!”


Melani menoleh,”Cyntia?”


Cyntia berjalan ke arah Melani,”Gue mau ngomong sama lo.”


Jantung Melani berdebar-debar, jangan-jangan Cyntia mau membicarakan tentang kejadian kemaren saat Melani jalan sama Rafa dan Cyntia tahu,”Nggg…mau ngomong apa ya, Cyn?”


“Sampai hari ini lo masih jadi asistennya Rafa, kan?” tanya Cyntia.


Melani bingung kenapa Cyntia bertanya begitu, atau jangan-jangan Cyntia mau marah-marah sama dia dan memecatnya sebagai asisten Rafa? Eh, tapi yang berhak mecat dia kan cuma Rafa? Tapi kok Cyntia nanya kayak gitu?


“Nggg…iya, Cyn. Gue masih jadi asistennya Rafa. Emangnya kenapa, ya?”


“Lo tahu kan kalau gue ini pacarnya Rafa. Jadi kalau gitu, lo asisten gue juga.” Cyntia berkata.


“Hah? Apa? Gue jadi asisten lo?” Melani tampak bingung.


Cyntia mengangguk,”Iya.”


TBC

__ADS_1


__ADS_2