Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
1) Awal mula masuk sekolah baru


__ADS_3

Nana adalah anak kedua dari empat bersaudara.


Nana hidup di dalam keluarga yang sederhana namun begitu terasa kehangatan dan keharmonisan mereka,


yang seringkali membuat iri teman-temannya.


Karena teman-temannya bertolak belakang dengan kehidupan kesederhanaan Nana.


Sekolah Nana merupakan salah satu sekolah Elite di kotanya saat ini.


Bersyukur Nana bisa masuk ke sekolah ini melalui jalur prestasi dari sekolah asalnya di SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang terdahulu.


Awal mula masuk sekolah ini Nana begitu minder,


karena status sosial nya yang tidak begitu istimewa.


Beruntung seorang sahabatnya yaitu Okta juga tanpa sengaja masuk ke sekolah ini. Karena ayahnya merupakan Kepala Dewan Sekolah di sini.


"Hai Nana, udah siap belum nih berangkat ke sekolah?


Ayo buruan berangkat, gak enak nanti sama kakak-kakak senior kalo telat.


Yang ada kita nanti malah kena hukuman di hari awal MOS (Masa Orentasi Siswa)."


gurau Okta.


Namun Nana nampak tak menghiraukan ledekan Okta itu.


Nana tetap memasang muka tegang karna diri nya begitu gugup sampai-sampai takut untuk berangkat ke sekolah.


"Ma, Nana berangkat sekolah dulu ya."


pamit Nana.


"Tidak sarapan dulukah sayang sama nak Okta?


Ini mama udah masakan ayam kecap kesukaan mu lho!"


bujuk mama Nana.


"Wah, mau dong tante ayam kecap nya.


Tau aja kalo Okta belum sarapan nih,"


sahut Okta sembari duduk di meja makan.


"Ayo-ayo silahkan makan nak Okta,


tidak usah malu-malu.


Makan yang banyak ya,"

__ADS_1


kata mama Nana.


Nana yang mau melangkahkan kaki keluar rumah pun jadi terhenti melihat Okta yang begitu semangat menikmati sarapan nya.


Bergegas Nana pun masuk ke ruang makan untuk menggandeng tangan Okta yang sembari masih sibuk memakan ayam kecap nya.


"Buruan Okta, tadi kamu yang minta aku buruan berangkat.


Sekarang kamu malah asyik sendiri sarapan ayam kecap.


Tau gitu akukan juga ikut sarapan aja,


gak perlu cepat-cepat keluar buat nyamperin kamu yang udah gak sabaran di depan rumahku."


ucap Nana dengan nada ketus nya.


"Bentar ah Na, telat dikit gak apa kali.


Toh siapa yang berani marahin aku coba?


Karna ayahku orang penting di sekolah ini." jawab Okta dengan sombongnya.


"Sudah-sudah, jangan bertengkar di depan makanan.


Cepetan kamu juga ikut makan aja Na sama Okta ya,"


sahut mama Nana yang sembari sibuk sana-sini untuk menyiapkan bekal makanan untuk Papa dan saudara-saudara Nana.


Mau gak mau akhirnya Nanapun ikut sarapan bersama dengan Okta.


Okta yang melihat Nana,


akhirnya pun mengerti bahwa sahabat nya ini benar-benar takut kalau terlambat ke sekolah.


Bukan takut telat nya sih,


tapi takut kena hukuman kakak-kakak senior.


Karna mereka semua pasti gak berani macem-macem sama aku,


tapi kalau sama Nana pasti mereka gak ada ampun.


"Hm .. mm .. ya sudahlah ..


Aku sebagai sahabat gak boleh egois.


Aku juga harus menjaga Nana supaya gak di ganggu'in kakak-kakak senior sebagai pelampiasan karna diriku."


gumam Okta dalam hati.


"Na, apa kamu sudah makannya?

__ADS_1


Yuk buruan ya, waktu nya udah mepet banget ini soalnya,"


ucap Okta sembari menyenggol lengan kiri Nana.


"Oke, aku udah siap Ta."


balas Nana.


"Tante, makasih ya untuk sarapannya.


Sekalian Okta sama Nana mau pamit berangkat ke sekolah.


Maaf Okta gak bisa lama-lama di sini."


kata Okta sambil mencium telapak tangan mamanya Nana.


"Ma, kita berangkat sekolah dulu ya.


Makasih ayam kecapnya.


Nana suka banget.


Benar-benar enak ma,"


pinta Nana sembari memeluk mamanya.


"Iya, sama-sama semuanya.


Sekarang kalian cepetan berangkat ya.


Tapi inget ya, nak Okta gak boleh ngebut-ngebut nyetir mobilnya.


Walau waktunya mepet,


tetap utamakan keselamatan dari apapun juga ya nak."


kata mama Nana.


"Siap bos."


sahut kita kompak bersamaan tanpa menunggu aba-aba satu sama lain.


Mamanya Nana juga dengan bergegas mengantarkan Nana dan Okta menuju ke halaman depan,


untuk melihat anaknya dan sahabat anaknya itu masuk ke dalam mobil.


Setelah itu mamanya Nana segera melanjutkan aktifitasnya di dapur.


Karna suami dan anak-anaknya yang lain juga akan sarapan sebentar lagi.


Selesai sarapan, mereka semua bergegas untuk berangkat ke tempat tujuan mereka masing-masing.

__ADS_1


Dengan senyum hangat dan doa dari mama Nana,


seakan siap untuk mengiringi setiap langkah semua anggota keluarga ini untuk beraktifitas pada hari ini.


__ADS_2