
Setelah beberapa menit, kita sudah sampai di rumah makan yang sudah ku pesan kemarin.
Saat di parkiran, diriku semakin gugup dan seakan jantungku ini akan meledak.
Dengan hati-hati aku turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Melisa.
Bagai seorang pangeran yang mempersilahkan tuan puterinya turun dari kereta kuda.
" Silahkan tuan puteri. "
" Terima kasih. "
Kitapun berjalan melangkah masuk ke dalam rumah makan ini.
" Selamat siang .. Mari silahkan masuk.
Saya akan mengantarkan anda ke tempat yang kemarin sudah anda pesan. "
sapanya sopan
Dengan sigap pelayan tadi langsung mengantarkan kami ke meja yang sudah ku pesan kemarin.
" Ini meja yang sudah kami siapkan untuk anda berdua.
Mohon di tunggu sebentar, kami akan segera menghidangkan makanannya. "
" Terima kasih. "
sahutku bersamaan dengan Melisa
Dengan sopan pelayan itu menundukkan kepala dan berjalan meninggalkan kami di meja ini.
" Astaga Andika, mau makan siang aja kamu sampai sudah pesan tempat ini kemarin? "
" Iiii .. iya Mel ..
Apa kamu kurang suka sama tempat ini? "
tanyaku cemas
" Gak kok Andika. Tempat ini bagus.
Aku suka dengan semua pilihanmu. "
jawab Melisa sambil tersenyum
" Hmm .. Mel, sori aku permisi sebentar ya ke toilet.
Kamu gak apa-apa kan aku tinggal sebentar di sini? "
" Iya Andika gak apa-apa. "
Setelah berpamitan pada Melisa,
akupun segera menuju dapur rumah makan ini untuk memberikan cincin yang akan kupakai untuk melamar Melisa.
Supaya di selisipkan ke makanan yang akan di sajikan untuknya.
Kemudian akupun kembali menemani Melisa,
dan mengobrol dengannya sambil bersenda gurau.
" Permisi, makanannya sudah siap.
Selamat menikmati. "
ucapnya sopan
" Terima kasih. "
sahutku bersamaan dengan Melisa
" Ayo Mel di makan makanannya,
__ADS_1
semoga kamu suka ya. "
" Oke Andika. Selamat makan. "
" Selamat makan. "
sahutku sambil menatapnya
Akhirnya kamipun asyik menikmati makanan ini masing-masing.
Tiba-tiba ..
Uhuk .. uhuk ..
Melisa batuk sambil menutup mulutnya
" Mel, apa kamu gak apa-apa?
Ini kamu minum dulu ya. "
Kemudian Melisa menerima minuman itu dengan tangan kanannya dan perlahan membuka tangan kirinya.
Saat membuka tangan kirinya tadi,
iapun melihat sebuah cincin yang sudah kupersiapkan tadi.
" Ini .. ini apa Andika? "
tanyanya heran
Kemudian ada seorang pelayan yang membantuku membawakan sebuah bucket bunga mawar dan memberikannya padaku.
Dengan tatapan yang serius akupun bersujud di depan Melisa.
" Melisa .. I love you ..
Will you marry me? "
(Melisa .. aku mencintaimu ..
tanyaku sambil memberikan bucket bunga mawar ini di depannya
" Terima .. terima ..terima .. "
sorak para tamu yang lain di belakang kami
" Are you sure about this all? "
(Apakah ku yakin dengan ini semua?)
tanya Melisa
" Of course.
I promise to always make you happy. "
(Tentu saja.
Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu)
Sesaat suasana menjadi hening dan menegangkan.
Terlihat Melisa masih sangat bingung dan bimbang.
Tiba-tiba Melisa berlari keluar dan meninggalkanku di sini seorang diri.
Terdengar suara bisikan orang-orang tadi yang begitu antusias mendukungku kini telah berubah menjadi kata-kata cercaan dan hinaan untukku.
Dengan sedikit kecewa dan begitu pedihnya hati ini,
akupun berjalan menuju kasir dan segera membayar tagihan makanan kami tadi.
Saat sampai di luar, betapa terkejutnya aku ...
__ADS_1
" Andika .. "
teriak Melisa dari belakang kerumunan orang
Aku yang tak tahu apa yang sudah terjadi segera berlari mencari sosok Melisa di tengah kerumunan orang-orang ini.
Saat aku berhasil menggapai tangan kanan Melisa,
iapun menarik tangan kiriku dan memperlihatkan sebuah tulisan di layar tabletnya.
" Yes, I will. "
(Ya, aku menerimanya.)
Aku yang melihat tulisan tersebut,
spontan memeluknya dan mengangkatnya sambil berputar-putar karna begitu senangnya hatiku.
" Sudah Andika berhenti,
kepalaku pusing nih kamu putar-putar begini. "
ucap Melisa dengan sedikit manja
" Ups, sori - sori Mel.
Ini karna aku terlalu terbawa suasana dan hatiku benar-benar gembira mendapatkan jawaban ini darimu.
Aku tadi mengira kalau kamu sudah menolakku. "
" Apa alasanku menolak pria sebaik dan sesabar dirimu Andika? "
sahutnya sambil menggandeng tanganku
" I'm very happy. You know that my girl? "
(Aku sangat bahagia. Kamu tahu itu sayangku?)
jawabku sambil mencubit pipinya
Dengan senyumnya yang manis aku tahu bahwa iapun sangat bahagia dengan lamaranku ini.
Akhirnya kamipun beranjak pergi dari rumah makan ini dan kembali ke rumah sakit untuk memberitahukan kabar baik ini pada papa dan om Andi.
Saat dalam perjalanan menuju rumah sakit,
aku dan Melisa sepakat untuk mengadakan pesta pertunangan bulan depan.
Kemudian untuk acara pernikahannya,
kami memutuskan untuk melaksanakannya setelah kami tamat sekolah.
Setelah menikah, baru kami akan mulai untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan universitas.
Semuanya sudah kami bahas secara terperinci dan tinggal melaporkan hasil diskusi kami pada orangtua kami masing-masing.
Saat di dalam mobil, ku genggam erat tangan Melisa
dan sesekali aku melihat ke arahnya.
Seakan-akan kami ini benar-benar di mabukkan oleh cinta dan tak ingin berpisah mesti hanya untuk sedetik.
Doaku kali ini adalah agar aku benar-benar dapat membahagiakan wanita yang berada di sebelahku ini,
yaitu Melisa.
Dan tidak akan pernah mengecewakannya ..
Sedangkan untukmu .. Nana ..
Aku hanya dapat berdoa agar kaupun dapat menemukan seorang pria yang benar-benar tulus mencintai dan menyayangimu seperti diriku dulu.
Selamat tinggal masa lalu ...
__ADS_1
Selamat datang masa depanku ...