Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
92) Nana keluar dari rumah sakit


__ADS_3

Dengan sangat hati-hati Steven berjaga semalaman di samping tempat tidur Nana.


Ia selalu siaga di sana.


Sampai-sampai ia tak tidur semalam tadi.


"Selamat pagi."


sapa dokter Edo.


"Selamat pagi dokter."


jawab Steven.


"Penampilanmu terlihat buruk pagi ini.


Apa semalam tadi kamu tidak tidur?"


tanya dokter Edo.


"Iya aku tidak bisa tidur tadi malam,


karna terus memikirkan tentang diagnosa penyakit Nana kemarin."


jelas Steven.


"Kamu tidak perlu memikirkannya terlalu berlebihan.


Sekarang sudah waktunya untuk membawa Nana melakukan CT scan.


Tetapi sebelumnya aku beri kamu waktu lima belas menit untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Sekalian aku juga mau memeriksa kondisi Nana sekarang."


ucap dokter Edo sambil tersenyum.


"Tapi Nana masih belum sadar dari kemarin,


apakah Nana tidak apa-apa?"


tanya Steven cemas


"Kamu tenang aja.


Nana tidak apa, sebentar lagi dia juga pasti bangun.


Sekarang cepat kamu membersihkan diri dulu saja,"


sahut dokter Edo sambil tersenyum.


"Baiklah, aku titip tolong jaga Nana sebentar ya,"


balas Steven sambil melangkah menuju kamar mandi.


Ternyata benar, selang lima menit setelah kepergian Steven,


Nana telah tersadar dari tidur panjangnya.


Tetapi dokter Edo masih tetap melanjutkan pemeriksaannya pada Nana dengan di temani seorang suster jaga di dalam kamar Nana.


"Bagaimana perasaanmu Na?


Apakah ada sesuatu hal yang membuatmu tidak nyaman yang ada di dalam tubuhmu?"


tanya dokter Edo.


"Hm .. sepertinya tidak ada dok.


Ups, maaf .. maksudku kak Edo."


sahut Nana kikuk.


"Baguslah kalau begitu.


Oh ya, sebentar lagi kita akan melakukan CT scan di ruangan sebelah.


Tolong kerjasamanya ya, dan ingat ..


Jangan tegang waktu berada di dalam sana nanti,"


jelas dokter Edo sambil tersenyum.


"CT scan???


Untuk apa aku melakukan CT scan kak???


Bukankah tubuhku sudah membaik sekarang?


Tolonglah kak,


aku mau pulang ke rumah sekarang."


pinta Nana


"Nana percayakan sama kak Edo?


Kak Edo pasti melakukan yang terbaik untukmu.


Setelah melakukan CT scan,


nanti Nana bisa segera pulang."


sahut dokter Edo sambil tersenyum


"Tapi kak .. "


Sebelum Nana bisa menyelesaikan perkataannya,


suster di sebelahnya telah menyuntikkan obat penegang di dalam selang infus Nana.


Tak menunggu lama dari reaksi obat penenang itu.


Dengan perlahan Nana kembali menutup kedua matanya, dan tak sadarkan diri.


Kemudian Nana segera di bawa ke dalam ruangan CT scan di rumah sakit itu.


Dengan segera Steven keluar dari kamar mandi setelah ia mendengar teriakan Nana tadi.


"Kamu kenapa sayang?"


teriak Steven cemas


"Kamu tenang dulu ya.


Nana tadi sudah di beri obat penenang,


dan sekarang sedang di bawa ke ruang CT scan.


Kamu juga boleh ikut ke sana,


tetapi hanya boleh mengikuti kami sampai di depan pintu ruangan itu."


jelas dokter Edo


"Oke, aku akan ikut ke sana dan menunggunya di luar."


sahut Steven


Setelah berbincang-bincang sebentar,


akhirnya mereka berdua mengikuti Nana menuju ke ruangan CT scan.


Dengan sigap dokter Edo masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


Sedangkan Steven sesuai dengan janjinya menunggu di luar ruangan.


Detik demi detik ..


Menit demi menit ..


Semua telah berlalu dengan sangat lamban bagi Steven.


"Bagaimana kondisi Nana di dalam sana ya?


Mengapa lama sekali mereka belum juga keluar?"


ucap Steven cemas.


Untuk mengatasi kegelisahan hatinya itu,


Steven berjalan mondar-mandir di depan ruangan itu.


Seperti seseorang yang sedang menunggu pujaan hatinya selesai operasi.


"Sayang, bagaimana kondisi Nana sekarang?


Apa Nana masih di dalam?"


ucap mama Steven sambil menepuk bahu Steven.


"Iya ma, Nana masih melakukan CT scan di dalam ruangan ini."


sahut Steven


"Ya sudah kita tunggu Nana bersama di sini ya."


sela papa Steven


Beberapa menit kemudian Nana di bawa keluar dari ruangan CT scan oleh seorang suster.


Namun Nana masih belum sadarkan diri.


"Dok, bagaimana hasil CT scan anak saya?"


tanya papa Nana


"Nana tadi memang sudah melakukan CT scan dan semuanya berjalan lancar.


Tetapi untuk hasilnya belum bisa kita lihat hari ini.


Karna itu hasil dari CT scan dapat di lihat dalam waktu satu hingga dua hari ke depan."


terang dokter Edo.


"Baiklah kalau begitu.


Terima kasih dokter."


jawab papa Nana


"Sama-sama pak.


Kalau tidak ada hal lain yang mau ditanyakan,


saya permisi dulu."


pinta dokter Edo


Setelah dokter Edo meninggalkan mereka semua,


dengan cepat mereka berjalan menuju kamar Nana.


Suster yang membawa Nana tadi juga masih ada di kamar Nana untuk menjaga dan sekalian menulis laporan medis Nana.


"Sus, kapan anak saya bisa keluar dari sini?"


tanya mama Nana.


jelas suster itu.


"Kalau begitu biar saya urus administrasinya dulu ya pa, ma, paman dan tante."


pamit Steven.


Dengan cepat para orangtua mengangguk tanda menyetujui permintaan Steven itu.


Tak menunggu lama Steven bergegas menuju meja kasir untuk melunasi semua biaya administrasinya Nana.


Kemudian dengan langkah kaki yang terburu-buru Steven kembali ke kamar Nana.


Sebab ia tak ingin sedetikpun jauh-jauh dari pujaan hatinya itu.


Saat memasuki kamar Nana,


terdengar suara semua orang yang sedang asyik berbincang dengan Nana.


Dengan senyumannya yang manis,


Steven berjalan mendekat ke arah Nana.


***Slap** ..


(menarik tangan Nana dan memeluknya*).


"Bagaimana keadaanmu sekarang?


Apakah kamu merasakan ada yang tidak nyaman di badanmu ini sayang?"


bisik Steven sambil terus memeluk Nana.


"Aku baik-baik saja sayang."


sahut Nana dengan suara pelan.


"Ahem .. hem ..


Bagaimana Nana bisa bernafas sayang,


kalau kamu peluknya erat begitu?"


goda mama Steven.


"Ups, sori-sori Na."


pinta Steven.


Mendengar permintaan maaf dari Steven,


semua orang yang berada di dalam kamar Nana langsung tertawa.


"Nak Steven, anak paman ini baru selesai melakukan CT scan,


bukan habis melahirkan.


Jadi jangan panik seperti itu."


sahut papa Nana.


"Papa .. apa'an sih kok ngomongnya gitu?"


jawab Nana malu.


"Iya paman, sekalian Steven belajar menjadi suami siaga untuk Nana.


Karna suatu saat Nana pasti melahirkan anak-anaknya Steven juga,"


sahut Steven sambil mengedipkan mata.

__ADS_1


"Wah, nak Steven bisa aja nih.


Sudah gak tahan pingin punya momongan ya?"


goda mama Nana.


"Mama .. "


ucap Nana sambil memegang tangan mamanya.


"Sudah ma, jangan goda pasangan muda ini lagi.


Lihat tuh muka anak kita sudah memerah seperti kepiting rebus."


sela papa Nana.


"Ya ampun, hampir saja lupa.


Bu Roni tolong bantu saya mengecek ulang daftar ini apakah ada yang kurang?"


ucap mama Steven sambil menarik tangan mama Nana.


"Oh iya Pak Roni,


saya juga ada beberapa hal yang perlu dibicarakan.


Bisa kita bicara sebentar di luar?"


ajak papa Steven.


Kemudian para orangtua keluar meninggalkan kamar Nana,


dan memberikan sedikit waktu bagi Steven dan Nana untuk berbincang berdua di dalam kamar itu.


"Hm .. aku bantu'in beres-beres barangmu ya sayang."


ucap Steven kikuk.


"Tunggu .. !! "


sahut Nana sambil memegang tangan Steven.


"Kenapa sayang?


Apakah kamu memerlukan sesuatu?"


tanya Steven bingung.


Nana tidak menjawab pertanyaan Steven dengan kata-kata,


namun dengan satu anggukan saja.


"Hm .. sekarang tinggal kita berdua di sini.


Sepertinya dari tadi ada sesuatu hal yang mau kamu sampaikan untukku?"


tanya Steven sambil duduk di samping tempat tidur Nana.


Muach ..


Sebuah ciuman telah mendarat di pipi kanan Steven.


"Ini adalah hadiah dariku karna sudah menjagaku."


ucap Nana sambil tersenyum.


"Hanya itu saja hadiahnya?"


tanya Steven.


"Iya itu aja.


Emang kamu mau minta apa lagi sayang?"


tanya Nana bingung.


"Yang sebelah sini dan yang ini belum di cium,"


goda Steven sambil menunjuk pipi kiri dan bibirnya.


"Gak ah .. gak mau!"


sahut Nana dengan menggelengkan kepala.


"Iya sayang, aku tahu kamu gak bakal mau.


Aku tadi hanya bergurau."


ucap Steven sambil mengelus kepala Nana.


Kemudian dengan cepat Steven membantu Nana mengemasi barang-barangnya.


Tok .. tok ..


Tok .. tok ..


"Permisi, saya datang kemari mau menyampaikan pesan dari dokter Edo.


Hari ini pasien sudah bisa keluar dari rumah sakit dan dua hari lagi hasil CT scannya dapat di ambil."


ucap suster itu.


"Baik sus, terima kasih."


sahut Steven.


"Oh ya, besok kalau mau ambil CT scannya tanda terima ini jangan lupa di bawa juga ya,"


ucap suster itu sambil memberikan satu amplop berwarna coklat pada Steven.


"Oke sus."


balas Steven.


"Kalau begitu saya permisi dulu."


pamit suster itu.


Setelah suster itu keluar,


Steven dan Nana juga keluar meninggalkan kamar itu.


"Hati-hati sayang,"


ucap Steven sambil memegang tangan Nana.


"Sudah siap pulang sayang?


Oh ya, apa barang-barangnya semua sudah di cek dan tidak ada yang ketinggalan?"


tanya papa Nana.


"Sudah semua pa."


sahut Nana sambil tersenyum.


Setelah itu mereka semua keluar dari rumah sakit.


Dan Steven siap mengantarkan Nana pulang ke rumah.


Sedangkan kedua orangtua Nana dan kedua orangtua Steven berada di mobil yang lain,


dan mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2