
Cuuuiiitt .. cuuiiit ..
Terdengar kicauan burung yang nyaring di pagi ini.
Walau berat untuk bangun pagi ini,
namun aku harus tetap bangun untuk menyiapkan sarapan bagi adik-adikku.
Dengan cepat aku merapikan tempat tidurku, kemudian mengambil satu setel pakaian santai milikku dan mengenakannya setelah mandi nanti.
Byur .. byur .. byur ..
Air ini dinginnya bukan main,
serasa aku sedang mandi air es saat ini.
Walau aku sudah mengenakan pakaianku,
aku tetap menutup tubuhku dengan handuk agar aku merasa sedikit hangat.
Kemudian aku bergegas turun ke dapur untuk memanaskan makanan yang sudah di beli oleh kak Steven semalam.
Selang beberapa menit,
sarapan sudah siap di meja makan.
Kini waktunya aku membangunkan adik-adikku.
Tak .. tak .. tak ..
Aku kembali naik ke atas dan masuk ke dalam kamar David.
Vid ..
Ayo bangun, ini sudah pagi.
Ayo mandi terus sarapan di bawah.
Hoam .. iya kak.
Sebentar lagi aja ya ..
Aku masih ngantuk nih ..
Vid, ayo cepet bangun !!!
Nanti kamu terlambat ke sekolah lho.
Iya .. iya .. kakakku yang bawel ..
Dengan masih mengantuk dan capek,
akhirnya David masuk ke dalam kamar mandi.
Sekarang waktunya aku membangunkan Agnes.
Akupun keluar dari kamar David dan menuju ke kamar Agnes.
Betapa kaget aku melihat kamar Agnes telah kosong.
Ke manakah adikku yang paling kecil ini?
Nes .. Nes .. Kamu di mana?
Jangan membuat kakak kuatir ya ..
teriakku di dalam kamar Agnes
Dengan panik akupun turun ke bawah untuk mencari Agnes.
Nes .. Nes ..
kembali aku berteriak-teriak
Aduh kakak, jangan teriak-teriak.
Aku jadi gak bisa makan dengan tenang nih di sini.
Astaga Nes, sejak kapan kamu ada di sini?
Kakak tadi ke kamarmu tapi kamu gak ada.
Aku baru aja kok di sini kak.
Saat kakak sedang membangunkan kak David tadi,
teriakkan kakak itu juga membangunkanku.
Karna aku lapar dan mencium masakan kakak,
jadi aku turun ke bawah untuk sarapan.
Hm, Agnes .. Agnes ..
Ya sudah, kamu makan yang kenyang ya.
Kakak siapin bekalmu dulu.
Sepertinya ucapanku barusan tidak dihiraukan oleh Agnes, ia tetap lahap menyantap makanannya.
Kak, aku sudah selesai makannya.
Aku mandi dulu ya.
Iya Nes.
__ADS_1
Nanti tolong panggilkan David untuk turun sarapan ya.
Siap kak.
Makasih ya Nes.
Fiuh, betapa lelahnya mengurus rumah dan adik-adikku ini.
Tak terbayang bagaimana lelahnya mama setiap hari melakukan ini semua.
Hm ..
Gak boleh mengeluh ..
Semangat Nana ..
Begitulah caraku untuk menyemangati diriku sendiri.
Tak lama kemudian David sudah berada di depanku dan mengajakku untuk sarapan bersama.
Karna aku sudah selesai menyiapkan bekal untuk adik-adikku, jadi aku sekarang sudah bisa sarapan dengan tenang bersama David.
Kami berdua makan dengan tenang seperti biasanya.
Kak, aku sudah selesai sarapannya.
Aku berangkat sekolah dulu ya.
Tunggu Vid, ini bekalmu jangan lupa di bawa.
Sudah kakak siapkan makanan dan minuman juga di dalam tas ini.
Terima kasih kak.
Iya Vid sama-sama.
Ups, kakak hampir lupa.
Ini Vid uang sakumu.
Nanti setelah pulang sekolah,
kamu langsung pulang ya.
Supaya kita bertiga nanti bisa sama-sama jenguk papa di rumah sakit.
(sambil memberikan selembar uang duapuluh ribu)
Gak kak, bekal ini aja sudah cukup kok.
Aku gak perlu uang saku lagi kak.
(sambil mendorong tanganku untuk menyimpan uang itu kembali)
Ini titipan dari mama kemarin buat kamu.
Tapi kak ..
Gak ada tapi-tapi'an, sudah kamu berangkat sana biar gak terlambat.
Iya kak terima kasih.
sahut David sambil memelukku
Bye Vid .. Hati-hati di jalan ya.
(melambaikan tangan ke arah David)
Kak, aku juga berangkat ke sekolah ya.
pamit Agnes
Tunggu Nes ..
Ini bekalmu untuk makan siang nanti.
Di dalam tas ini sudah kakak siapkan makanan dan minumannya juga.
Jangan lupa kamu bawa ya.
Oke kak.
Ya sudah, ayo kakak antar ke sekolah sekarang.
Lho, kak Nana gak sekolah hari ini?
Kakak sekolahnya nanti setelah antar kamu sekolah dulu.
Sudah ayo buruan, nanti terlambat lho.
Maaf Nes, kali ini kakak terpaksa berbohong.
Agar kalian bisa sekolah dengan tenang dan tidak kepikiran dengan sekolah kakak.
(gumamku dalam hati)
Ku gandeng tangan Agnes dan aku segera mengunci pintu rumahku ini.
Ku kayuh sepeda mini ini untuk mengantarkan Agnes ke sekolah.
Tak perlu waktu lama,
kita sudah sampai di depan sekolah Agnes.
Nah, sudah sampai Nes.
__ADS_1
Ayo kamu turun dan belajar yang rajin ya.
Nanti pulang sekolah tunggu kakak jemput.
Jangan pulang dengan orang yang tak di kenal ya.
Oke kak.
Terima kasih ya kak.
ucap Agnes sambil mencium pipi kiriku
Iya sayang sama-sama.
Sudah cepet masuk sana.
Bye kak ..
(melambaikan tangan ke arahku sambil berjalan masuk ke dalam gedung sekolah)
Bye ..
(melambaikan tangan ke Agnes)
Setelah memastikan Agnes sudah masuk ke dalam kelas,
akupun kembali mengayuh sepedaku untuk pulang ke rumah.
Namun saat di tengah jalan ..
Tin .. tintin .. tin ..
Terdengar suara klakson mobil dari arah belakangku.
Namun aku tak menghiraukannya,
karna aku pikir itu hanya orang iseng saja.
Na ..
Woi Na ..
Ini aku ..
Saat mendengar suara itu,
mendadak akupun berhenti dan segera menoleh ke belakang.
Astaga Ta, kamu ini ya ..
Kenapa pakai membunyikan klakson segala sih,
kan bisa langsung panggil namaku aja.
Hahahahaha
Sori deh Na ..
Iya Ta gak apa-apa.
Hm, kamu mau ke sekolah ya?
Iyalah, emangnya mau ke mana lagi coba?
Hm, kalau gitu aku titip pesan ya buat walikelas kita.
Tolong sampaikan pada beliau,
mungkin untuk beberapa hari ke depan aku belum bisa masuk sekolah.
Karna Mamaku masih harus jaga papaku di rumah sakit,
sedangkan aku masih harus mengurus adik-adikku di rumah.
Lho, sampai berapa lama Na gak sekolahnya?
Apa kamu gak takut ketinggalan banyak pelajaran?
Gak apa-apa Ta.
Pelajaran masih bisa di kejar,
tapi waktuku untuk mengurus adik-adikku ini gak bisa di tunda.
Aku gak mau mereka sampai ketinggalan pelajaran.
Lebih baik aku saja yang mengalah untuk mereka.
Tapi Na ..
Sudah Ta gak ada tapi-tapi'an.
Sori ya aku buru-buru nih mau pulang ke rumah.
Makasih ya Ta .. bye ..
Eh, tunggu Na .. Na ..
Hais, anak ini ya ..
Akupun segera meninggalkan Okta dan tak lagi menghiraukan panggilannya.
Karna saat ini yang ada di benakku adalah aku harus segera sampai di rumah dan beres-beres.
Agar nanti dapat pergi ke rumah sakit dengan adik-adikku.
__ADS_1