
Setelah mendapat penanganan dari dokter Edo,
kondisi Nana semakin membaik.
Namun Nana masih belum sadarkan diri dan masih berada di dalam kamar pasien.
** Kriek .. (membuka pintu)
" Kak, bagaimana kondisi kakak saya sekarang? "
tanya David cemas
" Kakakmu baik-baik saja.
Sekarang dia masih beristirahat.
Oh ya, apa orangtua kalian sudah di hubungi jika Nana berada di sini? "
ucap dokter Edo
" Sudah kak.
Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai kemari. "
jawab David
" Ya sudah kalau begitu kalian berdua ikut kakak ke kantin sebentar ya untuk makan siang.
Sekalian kakak mau ajak keponakan kakak ini makan juga. "
ucap dokter Edo sambil tersenyum
" Terima kasih kak. "
sahut David dan Agnes bersama'an
" Sama-sama. Ayo kita ke kantin sekarang. "
ajak dokter Edo
Mereka semua akhirnya berjalan bersama-sama menuju ke kantin.
Selang beberapa menit setelah kepergiaan mereka ke kantin,
Steven sampai di rumah sakit dan bergegas mencari kamar tempat Nana di rawat.
Setelah berhasil mendapat informasi dari pihak resepsionis rumah sakit,
Steven dengan cepat mencari kamar tempat Nana di rawat.
Setelah menemukannya,
Steven bergegas untuk segera masuk ke dalam.
** Kriek .. (membuka pintu)
Dengan cepat Steven masuk ke dalam kamar,
dan melihat Nana masih tidak sadarkan diri dan sudah di pasangi infus.
Melihat kondisi Nana yang seperti ini membuat Steven merasa bersalah.
Karna jika tadi ia tidak bertengkar dengan dokter Edo di depan Nana,
mungkin saat ini mereka bisa menikmati kebahagiaan bersama keluarga besar mereka berdua.
" Maaf'in aku ya sayang ..
Lagi-lagi aku gagal untuk menjagamu dan telah menyusahkanmu.
Betapa egoisnya diriku ini yang tak pernah mengerti dirimu.
Aku selalu saja tersulut emosi saat melihatmu bersama dengan pria lain.
Itu karna aku benar-benar takut kehilanganmu sayang ..
** Muach .. (mencium kening Nana)
Semoga cepat sembuh ya sayang.
Aku selalu ada di sini untuk menjaga dan menemanimu. "
ucap Steven sambil memegang tangan kanan Nana
" Ukh .. hm .. mm .. "
lirih Nana sambil berusaha membuka kedua matanya
" Sayang, kamu sudah sadar?
Sebentar aku panggilkan dokter ya,
kamu jangan banyak bergerak dulu. "
ucap Steven penuh perhatian
Dengan perlahan Nana mengangguk dan berusaha untuk rileks meskipun masih berada di atas tempat tidur.
__ADS_1
" Dok ... "
teriak Steven
" Gak perlu teriak-teriak,
aku sudah ada di sini. "
sahut dokter Edo sambil berjalan mendekat ke arah Nana
" Cepat sekali datangnya?
Perasaan tadi aku tidak mendengar ada seseorang yang membuka pintu kamar,
tahu-tahu kamu udah muncul aja di belakangku. "
tanya Steven heran
" Karena itu di dalam kamar pasien tidak boleh mengumbar kemesraan.
Sekarang sampai kedatangan orang lain seperti ini saja sudah membuatmu kaget. "
goda dokter Edo
" Puft .. hahahahaha "
tawa David dan Agnes bersama'an
" Karna kamu sekarang adalah dokter yang menangani Nana,
jadi aku tidak akan bertengkar denganmu di sini. "
sahut Steven
" Seharusnya memang begitu. "
jawab dokter Edo dengan tatapan sinisnya
" Sudah kak, jangan bertengkar lagi.
Sekarang yang terpenting adalah kesembuhannya kak Nana. "
sela David
" Iya Vid, kamu memang benar. "
sahut Steven
" Ayo sini kak Steven duduk di sebelahnya Agnes. "
ucap Agnes sambil melambaikan tangan kanannya
" Sepertinya kondisi Nana sudah semakin membaik.
Tetapi untuk berjaga-jaga lebih baik Nana menginap di sini sehari semalam.
Agar akupun dapat dengan mudah memantau kondisi Nana selanjutnya. "
terang dokter Edo
" Sebenarnya Nana sakit apa?
Sakitnya tidak ada yang serius 'kan? "
tanya Steven cemas
" Tentang itu lebih baik kita bicarakan saja di luar agar tidak mengganggu waktu istirahat Nana. "
sahut dokter Edo
" Vid .. Nes .. tolong jaga kak Nana dulu ya.
Kak Steven mau ikut dokter ini keluar sebentar. "
pinta Steven
" Oke kak. "
sahut David dan Agnes bersama'an
Kemudian mereka berdua keluar dari dalam kamar Nana dan melanjutkan perbincangan mereka di luar.
** Bam .. (menutup pintu)
" Sekarang kita sudah berada di luar.
Cepat jelaskan bagaimana kondisi Nana yang sebenarnya dan penyakit apa yang sudah di deritanya selama ini. "
ucap Steven
" Haish .. bisakah kamu bicara yang sopan sedikit padaku?
Aku ini dokternya Nana lho. "
goda dokter Edo
" Sudah cukup jangan bercanda lagi.
__ADS_1
Aku tidak punya banyak waktu luang untuk bercanda denganmu di sini. "
sahut Steven kesal
" Oke .. oke ..
Jadi sebenarnya Nana memiliki gejala seperti orang yang terkena tumor otak.
Untuk memastikannya kita harus melakukan CT scan.
Tetapi melihat kondisi Nana yang masih belum stabil,
lebih baik kita rahasiakan ini darinya agar ia tidak semakin drop.
Dan jika besok Nana sudah pulih,
baru kita mengajaknya untuk melakukan CT scan itu. "
terang dokter Edo
" Apa ??? Tumor otak ???
Ba .. bagaimana mungkin bisa seperti itu?
Aku tak pernah menyangka sama sekali kalau Nana memiliki penyakit ganas itu. "
sahut Steven kaget
" Ini hanya menunjukkan adanya gejala tumor otak ringan,
untuk memastikannya kita bisa melihat hasil CT scan nya besok.
Sekarang kamu harus tetap tenang.
Karna saat ini yang Nana butuhkan adalah dukungan dari orang-orang terdekatnya.
Agar ia dapat kembali bersemangat menjalani kehidupannya.
Dan ingat untuk tetap merahasiakan hal ini darinya.
Karna aku takut ia akan shock setelah mendengar tentang penyakitnya dan sulit untuk menerima ini semua. "
ucap dokter Edo sambil menepuk pundak Steven
" Baiklah aku sudah mengerti apa yang harus ku lakukan saat ini. "
sahut Steven dengan mata berkaca-kaca
" Kalau begitu aku pamit dulu.
Karna aku masih harus mengantarkan keponakanku pulang ke rumah.
Jika terjadi sesuatu pada Nana,
kamu bisa meminta suster di sini untuk segera menghubungiku. "
ucap dokter Edo
" Baiklah .. terima kasih. "
sahut Steven
Kemudian dokter Edo pergi meninggalkan Steven di sana.
Setelah kepergian dokter Edo,
Steven masih berusaha menguatkan dirinya sebelum masuk ke dalam.
Dan ia berusaha keras memikirkan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Nana.
Tanpa harus mengatakan penyakit yang sudah di diagnosa oleh dokter Edo tadi.
" Sayang .. mengapa kamu melamun di sini? "
tanya mama Steven sambil menepuk pundak Steven
" Ma .. mama ..
Steven gak melamun kok ma.
Tadi Steven nunggu di sini karna takut mama sama om dan tante sulit menemukan kamarnya Nana.
Yuk kita masuk sekarang,
Nana ada di dalam. "
sahut Steven
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam dan menemani Nana.
Melihat Nana yang masih begitu muda dan cantik,
benar-benar tak menduga jika ia sedang berjuang melawan penyakit ganas itu.
" Semoga Tuhan segera mengangkat sakitmu itu sayang ..
Dan semoga hasil CT scan besok tidak ada kabar buruk lagi.
__ADS_1
Amin .. amin .. "
doa Steven dalam hati sambil terus memperhatikan Nana