
Semenjak pertemuan pertama kali ku dengan Melisa,
entah mengapa aku seperti memiliki kesan khusus terhadap dirinya.
Dan tak dapat dipungkiri bahwa om Andi dan papaku seperti sedang berusaha mendekatkanku dengannya.
Tak heran tiap kali saat kita berdua bertemu,
om Andi dan papa selalu meninggalkan kami untuk mengobrol berdua.
Dengan alasan agar Melisa tidak bosan mendengarkan percakapan bisnis papa dan om Andi,
sehingga mereka memintaku untuk bisa menemani Melisa mengobrol.
Untunglah aku dan Melisa seumuran,
jadi kalau kita mengobrol bisa leluasa dan tidak canggung.
Dengan beberapa kali mengobrol dengannya,
aku sudah dapat menilai bahwa ia adalah tipe gadis yang periang, lincah & aktif.
Perlahan akupun mulai tertarik padanya,
namun aku masih tarik ulur dengan perasaanku ini.
Karna aku tidak mau sampai menyakiti hati gadis sebaik Melisa ini.
Jadi aku ingin terlebih dahulu memastikan dan memantapkan pilihanku antara Nana dan dirinya.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Beberapa bulan sejak kedatanganku di negara ini,
aku sudah bisa menguasai ilmu bisnis dari om Andi.
Di sela kesibukanku membantu papa mengelolah bisnisnya, akupun masih melanjutkan sekolahku.
Kelak saat aku sudah tamat sekolah,
aku sudah bisa mengelolah bisnis ini sendiri sambil melanjutkan kuliahku di negara ini.
Perlahan aku mulai menata masa depan dan kehidupanku di sini bersama dengan keluargaku.
Semuanya berjalan lancar dan sesuai harapan papaku.
Sampai suatu saat,
kami mendapat kabar bahwa om Andi telah sakit parah dan masih di tangani di ruang ICU.
Dengan cepat aku dan papa segera datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi om Andi.
Sesampainya di rumah sakit,
aku melihat Melisa duduk di depan pintu ICU sambil menangis tersedu-sedu.
Kemudian kami segera menghampirinya,
dan mencoba menenangkan serta memberinya dukungan.
Hiks .. hiks ..
Andika .. a .. a .. aku takut papaku tidak bisa sembuh ..
Hiks .. hiks ..
Hustt, kamu tidak boleh berbicara seperti itu Mel.
Kamu harus percaya bahwa om Andi pasti baik-baik saja.
Hiks .. hiks ..
Tapi aku benar-benar takut Andika ..
Sepuluh tahun yang lalu mamaku sudah pergi meninggalkanku,
aku takut hari ini papa juga akan pergi meninggalkanku sendirian di dunia ini ..
Hiks .. hiks ..
Kamu tenang ya Mel ..
Aku janji akan selalu menemanimu apapun yang terjadi kelak.
Kamu jangan menangis lagi ya,
percayalah semuanya pasti baik-baik saja.
Sekarang kita hanya bisa berdoa agar keadaan om Andi bisa cepat membaik.
__ADS_1
Hiks .. hiks ..
Kamu benar janji ya Andika akan selalu bersamaku???
Iya Mel, aku janji ..
Maafkan aku Na, kali ini aku harus memilih Melisa.
Karna saat ini dia lebih membutuhkanku di sisinya.
Dan juga om Andi sudah banyak membantuku dan keluargaku, ini saatnya bagiku untuk membalas budi om Andi.
Semoga kau mengerti posisiku saat ini, Nana ..
Kling ..
Lampu ruang ICU sudah padam dan dokter yang menangani om Andi sudah keluar.
Dok .. dok ..bagaimana kondisi papa saya???
tanya Melisa panik
Kamu tenang ya Mel ..
sahutku sambil memeluk Melisa dari samping
Pak Wijaya, apa bisa tolong ikut saya sebentar ke ruangan saya?
pinta dokter dengan sopan
Baik dok.
jawab papaku yang kemudian mengikuti dokter menuju ruangannya
Andika, kenapa dokter tadi tidak mau mengatakan langsung padaku tentang kondisi papa saat ini???
Aku benar-benar takut ..
Tenang Mel, ayo duduk dulu di sini.
Tunggu papaku datang dan kita nanti akan mendengarkan penjelasannya ya.
Hiks .. hiks ..
Iya Andika ..
Dari raut wajah papa ini seperti akan ada kabar buruk yang akan disampaikannya pada Melisa.
Nak Melisa, yang sabar ya ..
Kondisi Pak Andi saat ini memburuk.
Ini karena Pak Andi sudah lama menyembunyikan penyakitnya dan sekarang penyakit ini sudah menjalar ke seluruh organ tubuhnya.
Tidak .. itu tidak mungkin ..
Selama ini papa tidak pernah cerita padaku kalau dia sedang mengidap suatu penyakit.
Bahkan ia tak pernah datang ke rumah sakit untuk berobat.
Sekarang mengapa om mengutuk papaku dengan berkata seperti itu???
Om jahat .. aku benci om ..
teriak Melisa dengan pedihnya
Mel .. kamu tenang dulu ya ..
ucapku sambil memegang tangan kanannya
Tenang .. tenang ..
apa hanya itu yang bisa kamu katakan Andika???
bagaimana jika saat ini kamu berada di posisiku,
apakah kamu bisa tenang?
Mendengarnya berkata seperti itu aku hanya terdiam dan tak mampu berkata-kata lagi.
Di depanku, papa sudah memberiku kode untuk tidak mengatakan apapun saat ini.
Mengapa kamu sekarang diam saja hah???
Jawab aku ..
teriak Melisa sambil menguncangkan tubuhku
Bruk ..
__ADS_1
Tiba-tiba Melisa pingsan di depanku.
Dengan cepat aku memapahnya untuk duduk di kursi pengunjung.
Pa, apa yang sebenarnya terjadi dengan om Andi?
tanyaku cemas
Nak, sebenarnya om Andi sudah lama mengidap penyakit tumor otak.
Namun ia selalu menolak untuk terapi dan datang ke rumah sakit dengan alasan tidak mau Melisa bersedih setelah mengetahui tentang penyakitnya.
Karna itulah Melisa sendiri tak pernah tahu dengan penyakit pak Andi ini.
Kasihan sekali Melisa ..
Apa pa? Tumor otak?
Papa gak bercanda kan pa?
Iya Ndika, itu benar.
Papa tidak berbohong.
Dan sekarang tumor otak itu sudah tidak dapat di obati lagi karna sudah semakin parah dan tubuh pak Andi terlalu lemah untuk di operasi.
Dokter tadi mengatakan bahwa pak Andi sekarang sudah tidak ada kemungkinan untuk bisa bangun lagi.
Maksud papa, om Andi sekarang sedang koma????
Iya Ndika.
Itulah mengapa papa ingin minta tolong sama kamu untuk bisa menjaga dan menghibur Melisa.
Karna hanya kamu yang dekat dengannya.
Pasti pa.
Andika janji akan selalu bersama dengan Melisa.
Terima kasih ya nak.
Anggap saja ini sebagai balas budi kita untuk pak Andi yang sudah banyak membantu kita.
Sekarang kita bantu beliau untuk menjaga putrinya ini.
ucap papa sambil menepuk pundakku
Iya pa ..
Hm .. mmm ..
Papa .. papaku di mana Andika???
Apa papa baik-baik saja???
tanya Melisa yang baru sadar dari pingsannya
Nak Melisa, ini minum dulu airnya.
Pak Andi sekarang sedang istirahat di dalam.
Kalau nak Melisa ingin melihat Pak Andi,
om bantu panggilkan suster ya untuk menemani nak Melisa masuk ke dalam ruang ICU.
Iya om.
Makasih banyak ya om.
Sama-sama nak.
Sebentar om panggilkan susternya dulu.
Mel, apa kamu mau aku temani masuk ke dalam?
Gak usah Andika, cukup aku saja yang masuk sama suster.
Oke Mel.
Nak Melisa, ini susternya sudah datang.
Kalian bisa masuk sekarang.
Iya om makasih.
Segera Melisa memakai baju steril yang sudah di bawa oleh suster tadi dan mereka berduapun masuk ke dalam ruang ICU.
Sedangkan aku dan papa menunggu di luar.
__ADS_1