
Cuit .. cuit .. cuit ..
Cuit .. cuit .. cuit ..
Terdengar suara kicauan burung di depan jendela kamarku yang telah berhasil membangunkanku di pagi ini.
Tak terasa hari ini sudah hari sabtu.
Hari yang selalu ku tunggu-tunggu,
karna setiap hari sabtu sekolah selalu pulang lebih awal dari biasanya.
Dengan bergegas aku masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Setelah itu aku kembali memeriksa buku-buku dan tugas-tugas sekolah yang harus ku bawa hari ini.
Jangan sampai ada yang tertinggal,
kalau tidak sia-sia dong kemarin aku mengerjakan tugas-tugas ini.
Begitu gumamku dalam hati.
Selesai berkemas, akupun segera turun ke bawah dan sarapan bersama dengan keluargaku.
Rasanya begitu hangat saat kami dapat berkumpul dan berbincang-bincang seperti ini.
Jika saja waktu bisa berhenti sebentar,
aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama dengan keluarga ini.
" Sayang, kok melamun begitu?
Ayo di makan roti nya supaya tidak terlambat nanti. "
pinta papa
" I .. i .. iya pa. "
sahutku sambil tersenyum
Selesai sarapan, aku dan adik-adikku berangkat ke sekolah.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Sesampainya di sekolah ..
" Na .. tunggu ..
Jalannya jangan cepat-cepat dong. "
sapa Okta sambil memegang tanganku
" Hai Ta ..
Sori ya aku kira tadi kamu sudah di kelas,
jadi aku cepat'in jalannya.
Takut kena omelanmu kalau kelamaan datangnya.
Tapi ternyata kamu juga baru datang. "
sahutku sambil tersenyum
" Haish .. kamu itu Na ..
Aku itu gak mungkinlah datang ke sekolah pagi-pagi, kecuali kalau berangkatnya bareng sama papiku. "
jawab Okta dengan kesal
" Hahahahahahaha
Iya deh tuan puteri, hamba mengaku salah.
Mohon di maafkan. "
sahutku sambil menundukkan kepala
" Ah, sudah - sudah ayo masuk ke kelas sekarang. "
ucap Okta sambil menggenggam tanganku di sampingnya
Tak perlu waktu lama akhirnya kamipun sudah sampai di dalam kelas.
Di dalam kelas terlihat sudah banyak murid yang datang dan sedang asyik mengobrol dengan kelompok mereka masing-masing.
Sepintas aku melirik ke bangku Andika yang dulu pernah ada dirinya di sana.
Namun ternyata bangku itu sekarang sudah di isi oleh siswa baru yang aku sendiri tak tahu siapa namanya.
Karna aku cuti sekolah selama beberapa hari saat papa masuk rumah sakit.
Sekarang terlihat sudah tidak ada bangku kosong lagi di ruang kelas ini.
Hah .. ya sudahlah .. lupakan saja Andika.
Sekarang dia 'kan sudah bahagia dengan calon tunangannya.
" Na, kamu lagi melamun'in Andika ya? "
tanya Okta sambil menepuk pundakku
" Gak lah Ta. Ngapain aku mikirin dia? "
sahutku sambil berjalan menuju tempat dudukku
" Sudah gak perlu bohong.
Aku tahu kok Na kalau kamu sebenarnya masih merindukannya.
Oh ya, apa kamu benar-benar akan datang ke pesta pertunangannya Andika minggu depan Na? "
tanya Okta dengan serius
" Iya Ta. Aku pasti datang.
Apa kamu sama Felix juga mau ikut aku ke sana?
Yah, itung-itung nemani sahabatmu yang cantik ini.
Mau 'kan Ta???
tanyaku balik
" Hm .. gimana ya??? "
sahut Okta
" Ayolah Ta please temani aku ya.
Supaya aku ada teman ngobrol pas di sana. "
bujukku ke Okta
" Oke deh. Tapi ada satu syaratnya. "
jawab Okta
" Syarat??? Syarat apa Ta?
tanyaku penasaran
" Syaratnya kamu gak boleh nangisi dia yang udah ninggalin kamu demi wanita lain.
Kamu harus jadi cewek yang kuat di depannya.
Baru aku mau nemani kamu datang ke sana. "
ucap Okta
" Oke .. Aku janji. "
jawabku dengan tatapan serius
Kring .. kring ..
Bel telah berbunyi menandakan kami akan memulai pelajaran hari ini.
Pelajaran demi pelajaran sudah kami lewati hari ini.
__ADS_1
Kring .. kring ..
Sekarang bel pulang telah berbunyi menandakan pelajaran hari ini sudah selesai.
" Fiuh, untung saja hari ini kita bisa pulang lebih awal ya Na.
Kalau tidak, bisa-bisa aku mati bosan mendengarkan ceramah guru-guru di sini. "
ucap Okta
" Hust .. gak boleh ngomong gitu Ta.
Sekolah itukan penting untuk masa depan kita kelak.
Jadi ya lebih baik kita menikmati aja masa-masa sekolah ini. "
sahutku sambil tersenyum ke arahnya
" Iya deh Na. "
jawab Okta singkat
" Sayang, nanti sore jadikan? "
tanya Felix
" Ciecie yang nanti sore mau pergi kencan. "
godaku
" Apa'an sih Na. "
sahut Okta ketus
" Lho, kenapa kok cemberut gitu sih Ta?
Bukankah kamu selalu senang kalau mau pergi kencan sama Felix? "
tanyaku dengan heran
" Senang sih senang Na.
Tapi masa tiap sabtu aku kencan sendiri terus kamu di rumah aja?
Ayo dong Na kapan-kapan kita doubledate lagi. "
desak Okta
" Haish .. (sambil memegang kening)
Kamu 'kan tahu Ta kalau aku tuh gak suka kencan-kencan begitu.
Karna bagiku kencan itu membosankan.
Lebih enak di rumah aja buat tiduran di kamar. "
sahutku
" Ya ampun Na !!!
Gak bosan apa di kamar terus?
Sekali-kali keluarlah kencan sama siapa gitu supaya kamu juga punya pengalaman berkencan. "
jawab Okta
Mendengar perkataan Okta serasa hatiku ini seperti tertusuk pisau.
Apakah sepenting itu ya berkencan bagi anak muda di usia kami ini?
Tapi jujur aku memang belum pernah berkencan dengan siapapun.
Sebenarnya akupun ingin sekali merasakan pergi berkencan dengan seseorang yang spesial,
tapi dengan siapa???
" Sayang .. "
bisik Felix
" Ups, sori-sori Na ..
Aku gak bermaksud buat kamu sedih lagi Na.
ucap Okta
" Gak apa Ta. Santai aja. "
sahutku sambil tetap tegar dan tersenyum
Setelah itu kamipun kembali berbincang-bincang dan tepat pukul 1 siang kami pulang ke rumah masing-masing.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Setibanya di rumah akupun segera berganti pakaian dan segera membantu mama membersihkan rumah.
Setelah itu aku juga merapikan kamarku agar terlihat bersih dan rapi.
Beberapa jam sudah berlalu dan semua pekerjaan rumah sudah aku selesaikan.
Kini waktunya bagiku untuk beristirahat.
Ku rebahkan tubuhku di atas tempat ternyaman di dunia ini, yaitu tempat tidur kesayanganku ini.
Tanpa sadar aku memejamkan kedua mataku dan mulai tertidur.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Tok .. tok .. tok ..
" Sayang, apa kamu ada di dalam? "
tanya mama
Namun aku tak kunjung menjawabnya karna aku masih tertidur pulas.
Tok .. tok .. tok ..
" Sayang .. "
panggil mamaku sekali lagi
Tetap saja tak ada jawaban dariku.
Karna merasa kuatir, akhirnya mama mencoba untuk masuk ke dalam kamarku untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja.
Kriek ..
terdengar pintu kamarku di buka oleh mama
" Oh, rupanya anak kesayangan mama masih tidur.
Mama fikir anak kesayangan mama ini sedang sakit, karna tak kunjung menjawab panggilan mama tadi. "
ucap mama sambil mengusap-usap kepalaku
Rasanya nyaman sekali sentuhan mama ini.
Sampai-sampai aku tak ingin terbangun saat ini.
Namun jika mama membangunkanku seperti ini,
pasti ada sesuatu hal penting yang ingin mama sampaikan padaku.
Hoam .. nyam .. nyam ..
" Ma .. ma .. maaf ya ma,
tadi Nana tidak menjawab waktu mama panggil.
Karna Nana kecapekan ma,
jadi tidurnya Nana puas-puas'in deh tadi. "
ucapku sambil duduk di samping mama
" Iya sayang tidak apa.
Justru mama yang harusnya minta maaf karna sudah mengganggu waktu tidurmu. "
__ADS_1
sahut mama
" Gak ganggu kok ma.
Nana udah cukup istirahatnya.
Oh ya, apa ada yang bisa Nana bantu ma?
Kok mama kelihatannya gelisah begitu? "
tanyaku penasaran
" Hm, mama tidak gelisah sayang.
Tapi mama cuma mau bilang kalau di ruang tamu ada nak Steven yang datang dan menunggumu.
Tadi nak Steven sudah meminta ijin ke mama dan papa untuk membawamu jalan-jalan keluar sebentar.
Tapi seperti nya kamu masih capek sayang,
jadi nanti mama bilang ke nak Steven perginya lain waktu saja ya sama kamu. "
jawab mamaku sambil bangkit berdiri hendak meninggalkanku
" Tunggu ma ..
Kasihan kalau kak Steven di suruh pulang.
Nih Nana sudah gak capek kok ma.
Sekarang Nana mau siap-siap dulu ya ma. "
ucapku untuk menyakinkan mama
" Tapi sayang .. "
" Beneran ma, gak apa-apa kok. "
jawabku sambil tersenyum
" Hm, ya sudah sayang kalau gitu kamu siap-siap dulu ya.
Mama turun dulu buat nemani nak Steven di ruang tamu. "
" Oke ma. "
jawabku sambil mengangkat tangan dan memberikan hormat
Setelah mama keluar dari kamar,
akupun bergegas membersihkan diri dan memakai pakaian yang bisa membuatku percaya diri dan nyaman.
Karna rambutku masih setengah basah,
jadi sengaja kubiarkan terurai dan kuhiasi rambut ini dengan bandana yang senada dengan warna pakaianku.
Tak lupa aku juga menyemprotkan minyak wangi favoritku yang memiliki bau khas bunga mawar di pakaianku ini.
Kemudian aku mengambil tas mini milikku yang sudah berisi ponsel, dompet dan minyak wangiku ini.
Dengan perasaan gugup,
akupun bergegas turun ke bawah.
Tenang Na .. santai saja, oke !!!
begitu gumamku dalam hati
" Nah ini anak cantiknya mama-papa sudah datang.
Ayo duduk sini sayang.
Pangeranmu sudah menunggu lama dari tadi. "
goda papa
" Jangan gitu dong pa.
Kasihan Nana sampai wajahnya sudah berubah merah seperti kepiting rebus. "
Seketika semua orang yang ada di ruang tamu tertawa bersama.
Aku yang masih gugup akhirnya juga duduk bersama dengan mereka.
" Paman, apa saya sudah bisa membawa Nana keluar jalan-jalan sebentar?
Kalau tidak pergi sekarang takutnya nanti pulangnya kemalaman. "
ucap kak Steven dengan sopan
" Wah, anak muda jaman sekarang memang tidak sabaran ya.
Kalau sudah ketemu pujaan hatinya,
kami para orangtua sudah di lupakan begitu saja.
" Papa .. "
ucapku dan mama bersamaan
Hahahahahahaha
" Ya sudah kalian boleh pergi sekarang,
tapi ingat ya sampai rumah harus jam 9 malam.
Tidak boleh lebih.
Kalau lebih dari jam 9 malam,
lain kali papa tidak mengijinkan kalian pergi berkencan lagi. "
sahut papa
Apa??? Berkencan???
Bukannya tadi mama bilang cuma mau keluar jalan-jalan saja ya?
Kalau ini memang kencan, aku harus bagaimana sekarang?
Aku 'kan tidak punya pengalaman berkencan sebelumnya.
Aku takut nanti hanya akan membuat malu kak Steven.
" Na, kita berangkat sekarang ya. "
ajak kak Steven
" Iii .. iiya kak. "
" Paman, tante, kita pergi dulu ya. "
pamit kak Steven sopan
" Pa, ma, Nana pergi dulu ya. "
pamitku sambil mencium tangan kanan papa dan mama
" Iya sayang, kalian hati-hati di jalan ya.
Ingat jangan pulang terlalu malam. "
sahut mama
" Bye papa .. bye mama .. "
jawabku sambil melambaikan tangan
" Bye sayang .. "
sahut papa dan mama bersamaan
" Gak kerasa ya ma,
Nana kita sekarang sudah dewasa dan sekarang sudah punya calon tunangan yang sopan dan baik seperti nak Steven. "
" Iya pa. Waktu memang begitu cepat berlalu.
Kita doakan saja Nana dan nak Steven supaya mereka bisa terus bahagia juga rukun. "
__ADS_1
" Amin .. "
Setelah kami pergi, papa dan mama segera masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan aktifitas mereka kembali.