
Setelah beristirahat semalaman,
aku sudah sehat kembali.
Saat aku terbangun pagi ini kembali teringat ciuman pertamaku dengan kak Steven.
" Sungguh memalukan .. "
ucapku sambil menepuk-nepuk kedua pipi bulatku
Tok .. tok .. tok ..
***Kriek** .. (membuka pintu*)
" Selamat pagi sayang .. (tersenyum)
Apakah kamu sudah sehat hari ini?
Kalau belum sehat lebih baik tidak usah masuk sekolah dulu ya.
Nanti mama akan telepon ke sekolahmu. "
ucap mama
" Selamat pagi ma .. (tersenyum)
Nana sudah sehat kok ma.
Ini coba mama pegang kening Nana,
sudah tidak panas lagikan??? "
sahutku sambil memegang keningku
" Wah iya sudah tidak panas. (memegang kening Nana)
Bearti 'obat' yang kemarin mama bawakan benar-benar manjur ya. "
goda mama
" Iya manjur ma karna obatnya pahit banget. "
jawabku dengan cemberut
" Hmm .. mm ..
Namanya juga obat, ya pasti pahit sayang.
Tapi yang suap'in obatnya kemarin manis 'kan sayang??? "
goda mama
" Iiiih ... apa'an sih ma.
Udah ah gak usah goda-goda Nana begitu .. "
sahutku sambil menutup wajah dengan kedua tanganku
" Cie .. cie .. ada yang merah aja nih mukanya sampai di tutupi begitu.
Gak perlu malu sayang,
sama mama sendiri aja pakai malu segala.
Puft .. hahahahahaha .. "
ledek mamaku
" Udah - udah .. Nana mau mandi dulu aja.
Daripada di goda'in mama terus di sini. "
sahutku sambil berlari masuk ke dalam kamar mandi
Apa mama kemarin melihat kami berciuman ya???
Aduh, bagaimana ini???
Malunya aku kalau begini ..
" Sayang, mandinya jangan lama-lama ya.
Karna kamu baru sembuh.
Nanti setelah mandi langsung turun untuk sarapan ya.
Mama tinggal ke bawah dulu. "
pamit mama
" Iya ma .. "
jawabku dari dalam kamar mandi
Byur .. byur .. byur ..
Dengan cepat aku segera menyelesaikan ritual mandiku pagi ini.
Kemudian aku juga bergegas merapikan buku-buku pelajaran dan juga memasukkan semua alat tulisku ke dalam kotak pensil kesayanganku yang berwarna coklat dengan gambar kartun teddy bear (beruang) yang saling berpelukan.
Setelah itu aku mengemasinya ke dalam tas ransel sekolahku yang berwarna coklat dengan bermotif batik Solo yang ku terima sebagai buah tangan (oleh-oleh/cinderamata) dari salah seorang kerabat tahun lalu.
Sebelum aku meninggalkan kamar ini,
kembali aku melihat sekitar dan mengingat-ingat kembali apa yang kira-kira belum aku masukkan ke dalam tas ransel ini.
" Sepertinya tidak ada yang tertinggal.
Dan kamarku juga sudah kubereskan secepat mungkin tadi.
Yah .. inilah kamar terindahku ..
Tempat ternyamanku untuk melepaskan penat dan kejenuhanku selama ini.
Astaga, aku harus bergegas untuk sarapan kemudian berangkat ke sekolah.
(melihat jam dinding di atas tempat tidur)
Kalau tidak, aku pasti akan terlambat ke sekolah.
Walaupun ini adalah hari terakhir ulangan akhir semesterku,
tapi mata pelajaran yang dijadwalkan hari ini benar-benar membuatku takut dan gelisah. "
ucapku pada diriku sendiri
Ya Tuhan, semoga ulangan hari ini semua soalnya mudah dan apa yang aku pelajari kemarin,
dapat keluar semua di dalam lembar soal.
Amin .. amin .. (doaku dalam hati)
Kemudian aku berlari menuruni anak tangga demi anak tangga sampai di depan ruang makan.
" Huh .. capeknya .. "
keluhku
" Ayo kita sarapan sama-sama sayang. "
ajak mamaku
" Tapi ma, kenapa papa tidak ikut sarapan? "
tanyaku sambil melihat kanan dan kiri
" Oh, itu tadi papamu sudah sarapan dulu'an sama mama.
Jadi tinggal kamu dan adik-adikmu saja yang belum sarapan. "
sahut mama sambil menata piring untuk kami
" Tumben mama sama papa sudah sarapan dulu'an gak nunggu kita-kita? "
tanyaku heran
" Iya sayang maaf'in papa sama mama ya yang sudah sarapan dulu'an tadi.
Karna tadi mama sama papa menemani calon besan sarapan bersama di sini.
Gak enak 'kan kalau mereka tidak mama ajak makan sama-sama? "
jawab mama sambil tersenyum
" Calon besan ??? Maksud mama siapa ??? "
tanyaku dengan sedikit mengerutkan alis
" Aduh kak Nana, masih gak ngerti-ngerti juga.
Makanya jangan lama-lama di kamar terus.
Itu kakak intip aja di ruang tamu ada siapa di sana.
Setelah itu baru kakak paham deh maksud mama tadi. "
sahut David
Kemudian dengan perlahan dan masih berada di dalam ruang makan ini,
aku mencoba mengintip orang-orang yang sedang beada di ruang tamu.
Saat aku melihat mereka semua,
betapa terkejutnya aku ..
" Itu .. itu adalah papa dan mamanya kak Steven. "
teriakku kaget
" Nah, sekarang sudah jelas 'kan semuanya kak??? "
tanya David
__ADS_1
" Sudah - sudah .. ayo sarapan dulu semuanya.
Agar tidak terlambat ke sekolahnya nanti. "
ucap mamaku sambil tersenyum
" Iya ma .. "
sahutku bersama'an dengan adik-adikku
" Ya sudah, karna semua masih sarapan di sini,
mama tinggal nemani calon besan dulu ya di ruang tamu.
Ups, hampir mama lupa ..
Ini uang saku untuk kalian dan bekal makanannya nanti jangan lupa di bawa juga ya. "
ucap mama sambil memberikan kami uang saku
" Makasih ma. "
sahut kami semua bersama'an
" Sama-sama. "
jawab mama sambil tersenyum
Setelah beberapa menit,
kami semua sudah selesai sarapan.
Kini waktunya bagi kami untuk berangkat ke sekolah.
Seperti biasa Agnes akan kuantar terlebih dahulu dengan naik sepeda mini warna pink ini.
Sedangkan David akan jalan kaki setiap kali berangkat ke sekolah.
" Yuk kak, kita berangkat sekolah sekarang. "
ajak Agnes
" Oke .. ayo berangkat. "
jawabku sambil tersenyum
" Ehem .. hem .. Apa kakak lupa?
Ada camer (calon mertua) tuh di ruang tamu,
apa kakak gak mau menyapa mereka dulu baru berangkat ke sekolah? "
goda David
Mendengar perkataan David barusan justru makin membuatku semakin gugup dan bingung tanpa arah tujuan.
" Kak .. kak .. (menarik ujung baju David)
Camer itu apa sih???
Kenapa saat kak David tadi bilang soal camer,
tiba-tiba kak Nana jadi salting (salah tingkah) gitu? "
tanya Agnes penasaran
" Camer itu adalah or .. "
jawab David
" Orangtuanya kak Steven maksudnya David tadi Nes.
Iyakan Vid? "
sahutku dengan panik
" Ya kurang lebih seperti itulah Nes. "
jelas David
" Oooo .. kalau cuma orangtuanya kak Steven kenapa kak Nana jadi gugup seperti itu kak? "
sahut Agnes sambil menunjuk ke arahku yang sedang berjalan mondar-mandir di dalam ruang makan
" Kak .. "
panggil David dan Agnes bersama'an
" Ups, sori-sori ..
Ya sudah ayo kita berangkat sekolah sekarang supaya tidak terlambat nanti.
Bekal makan siangnya sudah kalian bawa? "
sahutku
" Sudah kak. "
jawab David dan Agnes bersama'an
Sedangkan David berjalan di belakang mengikuti setiap langkah kami.
" Sudah mau berangkat sayang? "
tanya papa dengan melihat ke arah kami
" Iya pa. Supaya nanti gak kesiangan sampai ke sekolahnya. "
jawabku sambil tersenyum
" Wah, senyumnya Nana manis banget ya pagi ini.
Membuat setiap orang yang melihatnya jadi terkesima (kagum).
Benarkan sayang? " (menepuk pundak Steven)
goda tante Ngui
" Iya dong ma ..
Karna itu Steven pingin cepat-cepat melamarnya agar Nana tidak di rebut oleh pria lain. "
sahut Steven dengan tegas
" Sabar sayang ..
Karna itu memang adalah tujuan kedatangan kita kemari untuk membahas pesta pertunangan kalian.
Sekarang kamu tolong antarkan Nana dan adik-adiknya ke sekolah dulu ya.
Biarkan kami para orangtua menyelesaikan bagian kami di sini. "
jelas om Ngui
" Siap pa ..
Ayo kita berangkat sekarang. "
ajak Steven
" Gak perlu repot-repot kak.
Kita bisa berangkat ke sekolah sendiri kok.
Tiap hari kami juga begitu.
Kak Steven istirahat saja di sini,
pasti kakak sudah capek dalam perjalanan kemari tadi. "
jawabku
" Gak kok Na. Dengan senang hati aku akan mengantarkan kalian.
Yuk kita berangkat sekarang.
Katanya takut kesiangan sampai ke sekolah? "
sahut Steven
" Udahlah kak bilang iya kok susah amat?
Keburu kita telat nih sampai ke sekolah. "
sahut David sambil melihat ke arahku
" Hm .. ya sudah deh kalau gitu.
Maaf jadi merepotkan kak Steven.
Pa .. ma .. om .. tante ..
Kita pamit berangkat ke sekolah dulu ya. "
pamitku sambil mencium telapak tangan mereka satu persatu
" Hati-hati di jalan ya sayang. "
sahut papa dan mama bersama'an
" Sayang, tolong antarkan calon mantu kesayangan mama dan papa dengan selamat sampai di sekolah ya. "
ucap tante Ngui
" Tentu saja mamaku tersayang. "
sahut Steven sambil mengedipkan mata
Akhirnya kami semua berjalan menuju ke dalam mobil kak Steven.
Aku duduk di samping kak Steven yang akan menyetir,
sedangkan David dan Agnes duduk di belakang kami.
__ADS_1
" Sudah siap semuanya? "
tanya kak Steven
" Sudah kak. "
sahut David dan Agnes bersama'an
Tak menunggu lama, kamipun segera berangkat.
Pertama-tama kami mengantarkan Agnes, kemudian David, dan yang terakhir adalah ke sekolahku.
" Na .. nanti kamu pulang sekolah jam berapa?
Bolehkan nanti aku yang jemput kamu?
Hm, sekalian jemput adik-adikmu juga boleh. "
pinta Steven
" Gak usah repot-repot sayang.
Nanti aku bisa pulang dengan jalan kaki. "
sahutku sambil tersenyum
" Justru aku senang bisa kamu repotkan begini.
Buat kamu apa sih yang enggak?
Kebetulan hari ini aku sedang cuti.
Jadi bisa nemenin kamu seharian ini. "
jelas Steven
" Iya deh boleh. Nanti aku pulang jam sepuluh pagi.
Karna tidak ada pelajaran setelah ulangan,
jadi nanti aku bisa langsung pulang. "
sahutku
Tak terasa kami sudah sampai di depan sekolahku.
" Ya sudah, aku turun dulu ya sayang.
Makasih untuk tumpangannya. "
ucapku sambil melihat ke arahnya
Muach ..
Sebuah ciuman mendarat di pipi kananku.
" Belajar ya rajin ya calon istriku.
Nanti kamu jangan pergi ke mana-mana,
tunggu aku yang jemput kamu. "
ucap Steven dengan penuh perhatian
" Oke sayang. Kamu juga nanti hati-hati di jalan ya. "
sahutku sambil tersenyum
Kemudian akupun turun dari mobil setelah berpamitan pada kak Steven.
" Na, tunggu .. "
teriak Steven sambil turun dari dalam mobil
Mendengar teriakannya,
aku segera menoleh dan melihat ke arahnya.
" Hampir saja aku lupa.
Aku ada hadiah untukmu.
Anggap saja hadiah ini sebagai penyemangatmu dalam mengerjakan soal-soal ujianmu nanti. "
ucap Steven sambil memakaikanku sepasang jepit rambut dengan hiasan mutiara di tiap sisinya
" Apa ini kak? Apa boleh aku melihatnya sebentar? "
tanyaku sambil mencoba melepas salah satu jepit rambut ini
" Eits .. gak boleh di lepas di sini Na.
Nanti aja kalau kamu sampai di rumah boleh kamu lepas ya.
Aku mencintaimu sayang
(bisik Steven pelan ke telinga Nana)
Bye .. "
ucap Steven sambil berjalan menuju ke dalam mobilnya
" Bye .. "
sahutku sambil melambaikan tangan ke arahnya
" Ciecie .. pagi-pagi sudah pamer kemesraan nih di depan sekolah? "
sapa Okta sambil menepuk pundakku
" Apa'an sih Ta. Ayo cepat kita masuk.
Kalau gak nanti kita telat lho. "
ajakku
Kemudian kamipun segera masuk ke dalam kelas dan mempersiapkan alat tulis kami untuk ujian hari ini.
Tiba-tiba ..
" Na, tadi yang ngaterin kamu siapa?
Kakakmu ya? Lumayan tampan juga.
Boleh gak kamu kenalin aku sama dia? "
ucap Lily yang merupakan teman sekelasku
" Hello .. jangan mimpi deh Li.
Tadi itu adalah calon tunangannya Nana,
bukan kakaknya Nana. "
tegas Okta
" Apa itu benar Na??? "
tanya Lily sambil mengerutkan alisnya
" Iya Li, itu benar.
Dia itu adalah calon tunanganku. "
sahutku sambil tersenyum
" Hm .. ya udah deh kalau gitu. "
jawab Lily dengan kesalnya
Kemudian Lily melangkah pergi meninggalkan aku dan Okta.
" Udah Na biar'in aja.
Biar tahu rasa tuh si Lily.
Dengan begini rumor tentang kamu penyuka sesama jenis bakal lenyap dari sekolah ini. "
jelas Okta
" Iya Ta. "
sahutku sambil tersenyum
Kemudian aku mengirimkan pesan singkat pada David agar menjemput Agnes di sekolahnya.
Dan nantinya aku dan kak Steven yang akan menjemputnya di sekolahnya Agnes.
Kring .. kring .. kring ..
Bel masuk sekolah telah berbunyi dan aku segera mematikan ponselku dan menyimpannyake dalam saku rokku.
" Semangat ya Ta. "
" Kamu juga semangat ya Na. "
Tosh .. plak ..
Selesai saling memberi semangat,
kamipun segera mengerjakan soal-soal ujian ini.
💫💫💫💫💫💫💫
Author Nana mengucapkan :
" Selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakannya.
Mohon maaf lahir dan batin. " 😇🙏
Oh ya, sekalian ya author Nana minta dukungannya dengan memberikan rate, like & vote sebanyak-banyaknya ya.
Agar author Nana lebih semangat lagi menulis cerita-cerita selanjutnya 😍🎉
__ADS_1
Akhir kata author Nana sampaikan banyak terima kasih untuk semua pembaca setiaku 🤗
Semoga kalian semua selalu sehat & smkn menyukai kisah Nana ini 😉👍